Avifa Alya Zulya
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Pembelajaran Daring di Masa Pandemi COVID-19 Ahmad Syarofudin Ahmad; Avifa Alya Zulya
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v6i2.759

Abstract

Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang luar biasa bagi kehidupan manusia, khususnya di bidang pendidikan. Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 di bidang pendidikan adalah pembelajaran jarak jauh. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggambarkan peran guru Bimbingan dan Konseling, dalam membantu kelancaran pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan dalam kesempatan ini adalah studi literatur. Teknik pengumpulan data dengan menggali informasi dari berbagai sumber rujukan dan dianalisis untuk menjadi dasar pembuatan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan peran guru Bimbingan dan Konseling dalam satuan pendidikan sangat penting, karena merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan.
Problematika Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar Di Perguruan Tinggi Avifa Alya Zulya
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i2.1115

Abstract

Perubahan kurikulum menjadi sebuah keharusan. Bahkan, perkembangan IPTEK yang sangat cepat tidak lagi memungkinkan dunia Pendidikan berlama-lama dengan “zona nyaman” kurikulum yang berlaku. Kebijakan yang populer dengan nama Merdeka Belajar-Kampus Merdeka ini dimaksudkan untuk mewujudkan proses pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menentukan mata kuliah yang akan diambilnya. Permasalahan penerapan kurikulum merdeka belajar adalah 1) Mekanisme Kolaborasi antara Perguruan Tinggi Islam dan Program Studi dengan Pihak Luar, 2) Percepatan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Go Internasional dengan kebijakan PTN Badan Hukum (PTN-BH), 3) Mekanisme Magang di Luar Program Studi Kebijakan magang selama 3 semester di luar prodi dan PT.