Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan implementasi bauran pemasaran (meliputi produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik) digital yang diterapkan oleh Brand Sambal Cumi Ambon. Narasumber utama yang dipilih sebagai sampel adalah pemilik/manajer Brand dan/atau staf yang secara langsung terlibat dalam pengelolaan pemasaran digital dengan menggunakan metode Non-Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Karakteristik responden yang dianalisis meliputi umur dan pendidikan , sehingga dapat memberikan gambaran demografis yang turut memengaruhi persepsi terhadap kualitas layanan dan kepuasan yang dirasakan. Identifikasi bauran pemasaran yang telah terverifikasi, meliputi kualitas produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Brand Sambal Cumi Ambon telah secara efektif mengimplementasikan bauran pemasaran digital (7P) melalui strategi produk yang ekonomis namun berkualitas, penetapan harga kompetitif, promosi aktif di Instagram dan TikTok (termasuk kolaborasi influencer), distribusi hibrida via platform digital dan booth fisik, pelayanan pelanggan responsif oleh pemilik, proses pemesanan efisien, serta pemanfaatan ulasan dan visual produk sebagai bukti fisik digital. Implementasi ini telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan penjualan dan brand awareness sejak awal operasi. Namun, Brand menghadapi kendala utama pada keterbatasan sumber daya manusia dan tantangan logistik pengiriman.