Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Study: Problems of Learning Evaluation in Achieving Educational Goals in the 2013 Curriculum Era Mardiah Astuti; Bintang Wulandari; Khoirina Indah Sari; Nabila Nabila; Anggun Nadiya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1037

Abstract

Educational institutions and teachers face challenges and increasing demands, especially to prepare students for different situations and changes faster. Changes that occur are related to the development of science and technology. In this case, researchers have conducted descriptive research using qualitative methods. The data collection technique used in this study is adjusted to the purpose of this study, namely library research or literature study. This study uses data sources from relevant documents such as books, journals, or scientific articles related to the chosen topic. According to the Ministry of Education and Culture, the 2013 curriculum is a national curriculum program since 2013 or 2014. And the 2013 curriculum is a federal curriculum program that has been developed over the years and has fulfilled two dimensions of the curriculum, namely plans and arrangements regarding objectives, content, and learning materials, as well as the ways used for learning activities (Ministry of Education and Culture, Curriculum 2013). Learning evaluation is a series of processes or activities carried out systematically, the purpose of which is to obtain Information about educational activities that have been completed. Education aims to educate the nation's life through quality education so that individuals become more independent and master specific skills, beliefs, etc. The 2013 curriculum is a national curriculum program developed so far that meets two curriculum dimensions: planning and goal setting, learning content and materials, and learning activity methods.
Analisis Perilaku Flexing dan Hedonisme Mahasiswa dalam Perspektif Nilai-nilai Pendidikan Islam Barokah Nur Rohmah; Moh. Restu Hoeruman; Seftiana Seftiana; Septa Riska; Anatascha Sri Marcelha; Sri Delvi Tridinanti; Delbi Malini; Dela Riski Anggraini; Diana Rindiani; Nabila Nabila; Nur Rahmatilah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.853

Abstract

Perkembangan media sosial dan budaya konsumtif di era digital telah memunculkan fenomena flexing dan perilaku hedonisme di kalangan mahasiswa. Flexing dipahami sebagai tindakan mempertontonkan kekayaan, gaya hidup, maupun pencapaian tertentu untuk memperoleh pengakuan sosial, sedangkan hedonisme merupakan pola hidup yang berorientasi pada kesenangan dan kepuasan material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku flexing dan hedonisme mahasiswa dalam perspektif nilai-nilai pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi sosial, serta analisis terhadap fenomena yang berkembang di lingkungan mahasiswa dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku flexing dan hedonisme dipengaruhi oleh faktor lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan eksistensi diri, serta rendahnya pemahaman nilai spiritual dan moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, perilaku tersebut bertentangan dengan nilai kesederhanaan (zuhud), rendah hati (tawadhu’), syukur, serta prinsip keseimbangan dalam kehidupan. Pendidikan Islam menekankan pentingnya pembentukan karakter, pengendalian diri, dan pemanfaatan harta secara bijaksana agar mahasiswa tidak terjebak dalam budaya pamer dan gaya hidup berlebihan. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai pendidikan Islam menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran moral dan spiritual mahasiswa di tengah tantangan modernisasi dan perkembangan media sosial.