Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Bank Dalam Meningkatkan UMKM Melalui Program Pembiayaan Murabahah Uli Rohana Siregar; Dede Ruslan; Raina Linda Sari
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1142

Abstract

Keberadaan UMKM tidak dapat dihapuskan di Indonesia. Karena keberadaannya sangat penting dalam hal pendistribusian pendapatan masyarakat. Selain itu juga mampu menciptakan kreatifitas yang sejalan dengan usaha dalam mempertahankan kebudayaan masyarakat setempat. Pada sisi lain UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja dalam skala besar, mengingat jumlah penduduk di Indonesia yang semakin banyak yaitu kurang lebih 270,6 juta pada tahun 2019. Dengan adanya keberadaan UMKM ini dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UMKM memiliki kontribusi besar terhadap PDB Indonesia yaitu sebesar 61,07 persen atau setara dengan Rp.8.573,89 triliun. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai dengan 60,4% dari total investasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Kualitatif Deskriptif yang pengumpulan datanya melalui hasil wawancara dan observasi, serta menggunakan sumber data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah, Saat ini UMKM memilki tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini berpengaruh pada pendapatan UMKM dari yang semestinya. Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya pada sektor manufaktur, tetapi juga terhadap sektor UMKM sejak April 2020. Salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di masa pandemi Covid-19 adalah mendorong sektor UMKM, yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional karena banyaknya pekerja yang terlibat langsung. Apalagi jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta, dengan komposisi usaha mikro dan kecil (UMK) sangat dominan yakni 64,13 juta (99,92%) dari keseluruhan sektor usaha.
ANALISIS PERAN EKONOMI HIJAU TERHADAP PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDG) DI KAWASAN ASEAN PERIODE 2000-2023  PENDEKATAN PANEL-ARDL Uli Rohana Siregar; M. Syafii
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 4 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/5d02hj18

Abstract

Pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 8.1 yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menjadi tantangan bagi negara-negara ASEAN di tengah tuntutan transisi menuju ekonomi hijau. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ekonomi hijau terhadap pencapaian SDG 8.1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL) pada lima negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura selama periode 2000–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, seluruh indikator ekonomi hijau, yaitu GHG emission per GDP, Gender Equality in the Workplace, Decarbonization Sector Manufacturing and Construction, Decarbonization Sector Electricity and Heat, Green Investment Attractiveness, dan Gender Equality in Governance, belum berpengaruh signifikan terhadap pencapaian SDG 8.1. Dalam jangka panjang, Decarbonization Sector Manufacturing and Construction, Decarbonization Sector Electricity and Heat, serta Gender Equality in Governance berpengaruh positif dan signifikan terhadap SDG 8.1, sedangkan GHG emission per GDP berpengaruh negatif tidak signifikan, serta Gender Equality in the Workplace dan Green Investment Attractiveness berpengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi hijau terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di negara-negara ASEAN lebih terlihat dalam jangka panjang dibandingkan jangka pendek. Oleh karena itu, diperlukan konsistensi kebijakan dalam mendorong transisi menuju ekonomi hijau guna mendukung pencapaian SDG 8.1.   Kata Kunci: CO₂, Gender Equality in the Workplace, Decarbonization Sector Manufacture and Construction, Decarbonization Sector Electricity and Heat, Green Investment Atractiveness,, Gender Equality in Governance, SDG 8.1 dan ASEAN