Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROCEDURAL JUSTICE, STIGMA TERORIS TERHADAP KOMUNITAS MUSLIM DI AUSTRALIA Voni Sri Wijayanti
Jurnal Cahaya Mandalika Vol. 3 No. 2: Jurnal Cahaya Mandalika
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1646

Abstract

This research examines the stigma of terrorists against the Muslim community in Australia, which often occurs in Muslims as a minority. After all, Australia is known strongly as a secular and multicultural democratic country that has now faced this issue for a long time. The Australian government has done its best to protect its citizens, including Muslims, as part of the social community. In fact, they have also ratified Article 18 of the Universal Declaration of Human Rights, to protect their citizens. In fact, discrimination against Muslims by the majority, especially the Muslim community, is still common. Creating stereotypes about Muslims who are potential terrorists, because of the symbol of Islam and some terrorist attacks there. After the 9/11 terrorist attacks, many western countries strengthened their anti-terror laws. This weakens the protection of Muslim minorities in the West, they are required to abide by procedures while they are also marginalized from the social sphere. So how does this stigma apply to Australia's Muslim minority? How can this situation lead to the marginalization of the Muslim community there? This question will be answered using procedural justice theory, to analyze why most Muslims there feel marginalized by the law and social environment. To provide data in research will use qualitative methods, sources will be obtained from secondary sources such as books, journal articles, and related research.
Procedural Justice, Stigma Teroris Terhadap Komunitas Muslim Di Australia Voni Sri Wijayanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1509

Abstract

Penelitian ini meneliti stigma teroris terhadap komunitas Muslim di Australia, yang sering kali terjadi pada Muslim sebagai kaum minoritas. Bagaimanapun, Australia dikenal kuat sebagai negara secular dan multicultural demokratis yang sekarang menghadapi isu ini sejak lama. Pemerintah Australia telah melakukan yang terbaik untuk melindungi warga negaranya termasuk kaum Muslim sebagai bagian dari komunitas social. Bahkan, mereka juga telah meratifikasi Pasal 18 Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia, untuk melindungi warganya. Faktanya, diskriminasi terhadap muslim oleh kaum mayoritas khususnya komunitas muslim masih sering terjadi. Menciptakan stereotip tentang muslim yang berpotensial untuk menjadi teroris, dikarenakan symbol dari islam dan beberapa serangan teroris disana. Setelah serangan terroris 9/11, banyak negara barat yang memperkuat hokum anti-terror-nya. Hal itu melemahkan proteksi terhadap minoritas muslim di lingkungan barat, mereka diharuskan untuk mematuhi prosedur yang berlaku sedangkan mereka juga di marginalisasi dari lingkup social. Maka dari itu, bagaimana stigma ini dapat terjadi kepada minoritas muslim di Australia? Bagaimana situasi ini bias menyebabkan marginalisasi terhadap komunitas muslim disana? Pertanyaan ini akan dijawab menggunakan teori procedural justice, untuk menganalisa mengapa kebanyakan Muslim disana merasa termarginalisasi oleh hukum dan lingkungan sosialnya. Untuk memberikan data dalam penelitian akan menggunakan metode kualitatif, sumber akan didapatkan dari sumber sekunder seperti buku, jurnal artikel, dan penelitian terkait.