Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potret Peningkatan Kesehatan Lingkungan Untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Desa Ngayub Kabupaten Maluku Tenggara Wa Rina; Agnes Batmomolin; Jonathan Kelabora
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v3i1.1631

Abstract

Until now, environmental-based diseases (EBD) are still a danger to the community, including respiratory tract infection (RTI) and diarrhea. RTI and diarrhea can be experienced by anyone, from infants to adults. Other diseases caused by the environment, namely, malaria, chikungunya, dengue fever, filariasis and so on. The purpose of this community service activity is to increase public awareness in Ngayub Village, Manyeuw District, Southeast Maluku Regency about the importance of maintaining a clean environment and clean and healthy living behavior (PHBS), through counseling and social services. The methods used in implementing community service are Focus Group Discussion (FGD), counseling, and community service as well as planting protected trees. The results of community service activities regarding FGDs found that people still throw garbage everywhere, as many as 70% of houses do not have sewerage (SPAL), there is a lack of clean water sources so that people have to buy clean water through water tanks and collect rainwater for used as clean water to meet daily needs. Lack of clean water sources, littering everywhere, and no SPAL in every house can cause environmental-based diseases. So the community service team provided counseling on the importance of keeping the environment clean to prevent PBL which was attended by 85% of the community, joint community service and planting of protected trees attended by 85% of the people of Ngayub Village.
Profil Keluarga dan Angka Kejadian Stunting di Desa Tamedan Kota Tual Tahun 2023 Wa Rina; Agnes Batmomolin; Notesya A. Amanupunnyo; Maritje F. Papilaya
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v3i2.2102

Abstract

Stunting is a child who experiences impaired growth and development caused by prolonged malnutrition and recurrent disease, thus affecting the child's height and length (BPS, 2021). Data from SSGI in 2022 showed that the number of stunted children in Tual City was 24.9 percent. The results of our initial survey in Tamedan Village showed that there were 28 stunted toddlers, 4 LBW babies, 30 malnourished toddlers, 83 babies and toddlers who routinely conducted monthly growth and development checks, 3 mothers who gave birth too close together, and 1 unplanned or unwanted pregnancy. The implementation of this PkM activity was carried out in Tamedan Village, Tual City, the implementation time was in August 2023. The participants who participated in this activity were all mothers who had children under five years old, totaling 28 people. The methods we used in this community service activity included counseling and demonstrations on how to process nutritious food. PkM results: stunting can be prevented and overcome by the way mothers during pregnancy must consume or eat nutritious foods and mothers must remain healthy or in good condition. Parenting such as providing nutritious food that suits the needs of children can prevent stunting. Processing food in the right way can maintain food nutrition. Mothers in Tamedan Village gain additional knowledge about how to prevent stunting, know the right parenting patterns and how to process food properly.
Edukasi Perilaku "Buka Jendela Setiap Pagi: Upaya Optimalisasi Pencahayaan Alami dan Ventilasi dalam Memutus Rantai Penularan Tuberkulosis di Tingkat Keluarga Wa Rina; Cut Mutia Tatisina
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4676

Abstract

Mengingat tingginya angka kejadian dan penularannya di lingkungan keluarga, tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi rumah yang tidak sehat adalah salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran TB, terutama kurangnya ventilasi dan pencahayaan alami. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuka jendela setiap pagi untuk memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami untuk menghentikan rantai penularan TB di tingkat keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di RT 013 Desa Waiheru Kota Ambon dan menargetkan 44 kepala keluarga. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan berupa survei lokasi, koordinasi dengan mitra, dan penyusunan media edukasi, serta tahap pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian leaflet edukasi kesehatan lingkungan. Hasil pendataan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan rumah yang berpotensi menyebabkan penularan TB termasuk 37 kepala keluarga (84,1%) dalam kategori risiko rendah dan 7 kepala keluarga (15,9%) dalam kategori risiko tinggi. Faktor risiko tinggi termasuk kurangnya ventilasi, kurangnya pencahayaan alami, dan jendela yang tidak dibuka secara rutin. Setelah kegiatan edukasi selesai, masyarakat lebih memahami pentingnya meningkatkan kualitas udara rumah dan membuka jendela setiap pagi sebagai cara preventif untuk mencegah TB. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan lingkungan berbasis keluarga dapat menjadi salah satu metode promotif dan preventif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya rumah sehat untuk membantu mengendalikan tuberkulosis di rumah masyarakat. Rekomendasi untuk kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya yakni melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perubahan perilaku masyarakat setelah kegiatan edukasi, khususnya kebiasaan membuka jendela setiap pagi, meningkatkan ventilasi, dan memanfaatkan pencahayaan alami di rumah. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan observasi rumah dan pengukuran kondisi lingkungan sebelum dan beberapa bulan setelah intervensi, sehingga efektivitas pendidikan dalam membentuk perilaku hidup sehat dan mendukung pencegahan penularan tuberkulosis di tingkat keluarga dapat ditunjukkan secara lebih komprehensif.