Wardatun Febriyanti
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Literatur Pengendalian Kecoa Jerman (Blattella germanica) dengan Bioinsektisida Wardatun Febriyanti; Mitoriana Porusia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v5i1.3337

Abstract

ABSTRAKTelah dilaporkan bahwa kecoa Blattella germanica dinilai sebagai vektor mekanis potensial pembawa penyakit pada manusia, dan telah terbukti menyebabkan alergi rumah tangga dan entomofobia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan berbagai artikel kontrol dengan bahan tanaman yang efektif dalam mengendalikan penyakit. Populasi kecoa Blattella germanica. Metode dengan mendapatkan artikel dari Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “Blattella germanica cockroach control with bioinsektisida”. Kriteria inklusi jurnal dapat diakses dalam bentuk teks lengkap, diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, jurnal terindeks ISSN atau Scopus, dan jurnal dapat diakses secara gratis. Meringkas lima jurnal terpilih, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Hasil ditemukan bahwa semua jurnal menggunakan tanaman yang berbeda menghasilkan efek positif pada kematian kecoa Blattella germanica. Dari kelima jurnal tersebut, konsentrasi terendah yang paling efektif digunakan untuk biolarvisida kecoa Blattella germanica adalah EO Geranium 0,02983 mg/L, EO Bergamot 0,09474 mg/L, NP Geranium 0,01391 mg/L, NP Bergamot 0,05918 mg/L dengan LC50. Kesimpulannya menyatakan bahwa Geranium maculatum dan Bergamot dengan LC50 merupakan biolarvisida terbanyak yang membunuh kecoa Blattella germanica. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan konsentrasi larutan ekstrak menjadi konsentrasi letal 90 dengan metode yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam pengendalian kecoa jerman (Blattella germanica).
Hygiene dan Education untuk Upaya Pencegahan Penyakit Demam Typoid pada Masyarakat Desa Sawahan Kabupaten Klaten Mohammad Fahrur Rozi; Mayang Widya Saputri; Wardatun Febriyanti; Tanuchia Hakiki Amarritzha; Faninda Widyaningrum; Rizkia Lisma Melinda; Rizki Finisha Mulya Intani; Alfira Ghiffaril Ramadhani; Afifah Dyah Widya Hastuti; Tyas Sekar Putri Adining Pembarep; Yesi Windiyanti; Sri Raharjo; Nuti Hayuningsih; Rezania Asyfiradayati; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Tifoid adalah Penyakit akut yang terjadi pada saluran pencernaan manusia (terutama usus halus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri Salmonela typhi dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Desa Sawahan marupakan salah satu desa yang berada pada Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten, dengan Luas wilayah Desa Sawahan berkisaran 147.60 Ha, yang terdiri dari 13 RT dan 6 RW. Berdasarkan hasil dari studi yang telah dilakukan di di Desa Sawahan, kasus penyebab tingginya Demam Tifoid di desa Sawahan dikarenakan hygine sanitasi yang kurang baik dan pengetahuan yang kurang pada masyarakat, sehingga dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai hygine dan pengetahuan demam Tifoid. Tujuan dari penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara kesehatan, serta berperan aktif mewujudkan kesehatan yang optimal sesuai hidup sehat baik fisik, mental dan sosial. Hasil dari dilakukaknnya penyuluhan menunjukkan bahwa nilai mean skor pre test adalah 85,61 dan nilai post test sebesar 89,74. Karena scor rata-rata pre test < post test maka secara deskriptif ada perbedaan skor antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan Demam Typoid. Hasil uji Paired T-Test dengan nilai sig (2-tailed) adalah 0,007 atau < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara pre test dan post test yang artinya ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan responden tentang demam typoid. Adapun saran untuk masyarakat Desa Sawahan adalah diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terkait dengan pencegahan penyakit demam typoid salah satunya PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) agar kasus dapat menurun dan masyarakat diharapkan lebih antusias dalam mencari informasi terkait dengan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang lebih baik.