Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Tunai Desa Meskom Kecamatan Bengkalis Sulaiman Akmal; Budi Mulianto
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v4i4.2345

Abstract

Berdasarkan pengamatan awal Pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai di Desa Meskom penulis temukan fenomena diantaranya: 1) Masih kurangnya Komunikasi petugas pendataan dengan masyarakat; 2) Pengawasan yang kurang dalam pelaksanaan BLT; 3) Permasalahan sosialisasi kreteria yang berhak menerima BLT. Dunn dalam (Nugroho 2003 Indikator evaluasi kebijakan public sebagai berikut: 1) Efektifitas apakah hasil yang diinginkan telah tercapai; 2) Efesiensi seberapa banyak usaha diperlukan untuk mencapai hasil; 3) Kecukupan seberapa jauh pencapaian hasil dalam memecahkan masalah; 4) Perataan apakah biaya mamfaat didistribusikan dengan merata; 5) Responsivitas apakah hasil kebijakan memuaskan kebutuhan; 6) Ketetapan apakah hasil (tujuan) yang diinginkan berguna/bernilai. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Menurut Creswell (2016) penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam (6) indicator penilaian tersebut program BLT di Desa Meskom Kecamatan Bengkalis,mulai dari komunikasi pendataan ,pengawaasan yang dilakukan oleh kepala desa dan pemerintahan Desa serta pendamping program,dan sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah desa dan satgas berjalan sesuai dengan yang diharapkan hanya saja ada sedikit kendala atau halangan yang terjadi, menginggat tidak semua yang kita rencanakan dapat berjalan sesuai yang kita inginkan. Kesimpulanan penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan Program Bantuan Tunai Langsung (BLT) di desa Meskom Kecamatan Bengkalis berjalan dengan atau sesuai yang diharapkan walau pun ada sedikit kendala.
Pemberdayaan Sekolah Luar Biasa Swasta (SLBS) Yayasan Fajar Amanah dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Jalanan di Kota Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak Kasmanto Rinaldi; Syafaruddin Z Z.; Syafriadi Syafriadi; Sulaiman Akmal; Rizki Pratama; Khotma Umniah Fahlewi; Ghifari Ahmad Gustaf; Putri Sabita Aqila; Wilda Ihsani
Mandalika Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): Mandalika Journal of Community Services
Publisher : Penerbit Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjcs.v2i2.223

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di SLBS Yayasan Fajar Amanah, Kota Perawang. Sekolah ini menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan sarana dan prasarana, metode pengajaran yang kurang inklusif, serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan inklusif. Solusi yang diterapkan dalam program ini meliputi renovasi ruang kelas, pembangunan ruang belajar individu, pengadaan meja dan kursi, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang ramah bagi penyandang disabilitas. Selain itu, pelatihan bagi tenaga pendidik tentang metode multisensori dan teknologi assistive learning diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penyuluhan kepada orang tua dan masyarakat sekitar juga dilakukan guna meningkatkan dukungan terhadap pendidikan inklusif. Evaluasi menunjukkan bahwa 85% siswa dan tenaga pendidik merasakan manfaat dari peningkatan fasilitas serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung sekolah. Meskipun program ini berhasil mencapai tujuannya, tantangan terkait keberlanjutan dukungan finansial dan keterbatasan tenaga pengajar spesialis masih menjadi perhatian. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi lebih lanjut dengan pemerintah dan lembaga terkait guna memastikan keberlanjutan pengembangan pendidikan inklusif.