Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MEDIA VIDEO TERHADAP PENINGKATAN CAKUPAN PEMERIKSAAN IVA PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS RUKUN LIMA Sisilia Leny Cahyani; Yuliana Dafroyati; Santysima Trinitas Dhajo; Mauritius Timba; Agnes E.S. Pota; Emerensiana Mbeo; Maya E. Sumbi; Maria Seravina K. Bara; Sesilia Perada Laga; Katarina Kemba; Yeni Mariana Tiwe; Rumsiah Ahmad; Emiliana Lori; Maria Bernadina Dupa; Arkadius Dominggu; Marianti A. Gudipun; Katarina N. Timang Riu; Yoseph Rande; Yohanes Sako; Nona Arfa; Wilhelmina Mbejo
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 5 No. 5 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Cervical cancer is one of the leading causes of death among women in Indonesia. Early detection through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) screening is effective in reducing morbidity and mortality rates, but screening coverage remains low due to a lack of knowledge and motivation among women of childbearing age (WCA). Objective: To analyze the effect of video-based education on improving knowledge, motivation, and IVA screening coverage among WUS at the Rukun Lima Community Health Center. Method: This study is a community nursing service innovation project with a pre-experimental design using a pretest–posttest approach. There were 25 WUS subjects in this study. The intervention was health education using 5–7 minute videos. Measurements were taken using knowledge questionnaires and records of the number of IVA examinations. Results: The average knowledge of WUS increased from 60% to 88%. A total of 84% of respondents stated that they were motivated to undergo IVA examinations. The number of IVA examination visits increased by 85% after the intervention. Conclusion: Education using video media effectively increases knowledge, motivation, and coverage of IVA screening among WUS. Video media can be used as an innovation in health promotion in primary health care.
KAMPANYE DIGITAL CINTA KASIH BERENCANA MENINGKATKAN PARTISIPASI KELUARGA BERENCANA DI ENDE Sisilia Leny Cahyani; Yuliana Dafroyati; Maximilianus Kolbe; Suidah Suidah; Theresia Rani; Natalia Yestin Demu; Sutriani D. Andi; Christin Kasih Laja; Dewi Komalasari; Maria Yohana Ari; Nurlailah Dala; Gradiana Y. Papebata; Retno Widayanti; Rosita Mustafa; Siti Kamaria H. Abdullah; Siti Fatimah; Rosina Bunga Renggi; Charlin Inda Haji Daud; Martha Wilhelmina S. Dj. Rada; Filomena Helena Kelly; Jubaidah Gefar
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 5 No. 5 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan pilar penting dalam menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun mitos dan kurangnya informasi masih menjadi hambatan besar di wilayah Nusa Tenggara Timur. Program Keluarga Berencana (KB) juga dihadapkan pada tantangan miskonsepsi dan rendahnya partisipasi, khususnya dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun angka partisipasi KB cukup baik, namun didominasi oleh metode jangka pendek yang berisiko drop out tinggi. Puskesmas Kotaratu, Kabupaten Ende, mencatat capaian akseptor KB aktif sebesar 54,40% dari total Pasangan Usia Subur (PUS). Tujuan: Proyek inovasi Keperwatan “Kampanye Digital Cinta Kasih Berencana” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai kontrasepsi melalui kampanye digital "Cinta Kasih Berencana". Metode : yang digunakan adalah pengembangan konten edukasi audio-visual yang disebarkan melalui platform media sosial Youtube https://youtu.be/0ONR82cQ9x4?si=5rJzc_zDS0FODfVq. Hasil : dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72% menjadi 98%, atau naik sebesar 26%, Perubahan Sikap dan Motivasi sebnayak 76% peserta menyatakan termotivasi untuk mengikuti KB, Peningkatan Cakupan Akseptor KB yaitu 6 orang WUS tercatat mendaftar dan melakukan pemasangan kontasepsi jenis imolant seminggu setelah kampanye digital. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, memberikan akses informasi yang mudah dipahami, serta menjadi jembatan untuk mengklarifikasi mitos-mitos terkait KB yang di Disimpulkan bahwa inovasi edukasi digital sangat efektif dalam mendukung