Program Keluarga Berencana (KB) merupakan pilar penting dalam menekan angka kelahiran dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, namun mitos dan kurangnya informasi masih menjadi hambatan besar di wilayah Nusa Tenggara Timur. Program Keluarga Berencana (KB) juga dihadapkan pada tantangan miskonsepsi dan rendahnya partisipasi, khususnya dalam penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meskipun angka partisipasi KB cukup baik, namun didominasi oleh metode jangka pendek yang berisiko drop out tinggi. Puskesmas Kotaratu, Kabupaten Ende, mencatat capaian akseptor KB aktif sebesar 54,40% dari total Pasangan Usia Subur (PUS). Tujuan: Proyek inovasi Keperwatan “Kampanye Digital Cinta Kasih Berencana” ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai kontrasepsi melalui kampanye digital "Cinta Kasih Berencana". Metode : yang digunakan adalah pengembangan konten edukasi audio-visual yang disebarkan melalui platform media sosial Youtube https://youtu.be/0ONR82cQ9x4?si=5rJzc_zDS0FODfVq. Hasil : dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 72% menjadi 98%, atau naik sebesar 26%, Perubahan Sikap dan Motivasi sebnayak 76% peserta menyatakan termotivasi untuk mengikuti KB, Peningkatan Cakupan Akseptor KB yaitu 6 orang WUS tercatat mendaftar dan melakukan pemasangan kontasepsi jenis imolant seminggu setelah kampanye digital. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, memberikan akses informasi yang mudah dipahami, serta menjadi jembatan untuk mengklarifikasi mitos-mitos terkait KB yang di Disimpulkan bahwa inovasi edukasi digital sangat efektif dalam mendukung
Copyrights © 2026