Gregorius Sandjaja
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

METODE PERBAIKAN TANAH DENGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA JALAN TOL SERPONG-BALARAJA SEKSI 1B Shendy; Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Mei 2023
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v6i2.21695

Abstract

On the Serpong-Balaraja Toll Road Section 1B there are soft slopes on some of these roads. This soft material has the potential to damage construction due to its high compressibility and low bearing capacity. An alternative soil improvement that will be carried out to overcome this soft soil is to use a Prefabricated Vertical Drain (PVD) to accelerate the settlement that will occur. This PVD can accelerate settlement by shortening the flow of water to the surface. The soft soil considered in this project is located at a depth of 8 m for zone 1 and 10 m for zone 2. The calculation results obtained in zone 1 when loaded by a 2,694 m high embankment is 88,6724 mm and for zone 2 with an embankment load as high as 5.385 m is 162,3204 mm. The PVD method will be installed using a triangular pattern with a distance of 1,25 m which can produce a 90% degree of consolidation within 25 weeks or 181 days taking into account the consolidation time with the PVD in accordance with existing monitoring. Abstrak Pada Jalan Tol Serpong-Balaraja Seksi 1B terdapat tanah lunak pada sebagian jalan tersebut. Tanak lunak ini memiliki potensi untuk merusak konstruksi dikarenakan kompresibilitas tinggi dan daya dukung rendah. Alternatif perbaikan tanah yang akan dilakukan untuk mengatasi tanah lunak ini adalah dengan menggunakan prefabricated vertical drain (PVD) untuk mempercepat penurunan yang akan terjadi. PVD ini dapat mempercepat penurunan dengan memperpendek aliran air ke permukaan. Tanah lunak yang ditinjau pada proyek ini terletak pada kedalaman 8 m untuk zona 1 dan 10 m untuk zona 2. Hasil perhitungan yang didapatkan pada zona 1 apabila dibebani oleh timbunan setinggi 2,694 m adalah sebesar 88,6724 mm dan untuk zona 2 dengan beban timbunan setinggi 5,385 m adalah sebesar 162,3204 mm. Metode PVD yang akan dipasang menggunakan pola segitiga berjarak 1,25 m yang dapat menghasilkan derajat konsolidasi 90% dalam waktu 25 minggu atau 181 hari dengan memperhatikan waktu konsolidasi dengan PVD sesuai dengan monitoring yang ada.
PERSENTASE KENAIKAN NILAI CBR TANAH LANAU HALIM YANG DIPERKUAR DENGAN LIMBAH C&D PADA BERBAGAI PROPORSI Bagus Yusuf Mahendra; Alfred Jonathan Susilo; Gregorius Sandjaja
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33166

Abstract

Silt soil generally has characteristics of grayish-black color and high water content. This type of soil has a low bearing capacity, requiring improvement to enhance its stability and strength. This study evaluates the effectiveness of using Construction and Demolition Waste (C&D Waste) as an additive to improve the mechanical properties of silt soil. Three types of C&D Waste were tested: red bricks, lightweight bricks (hebel), and mortar, each with mixture variations of 5%, 10%, and 15%. The California Bearing Ratio (CBR) test was used to assess the soil's bearing capacity after mixing. Test results showed that the 15% hebel mixture produced the highest CBR value of 39.67%, followed by mortar and red bricks. However, increasing the percentage of additives does not always correlate linearly with higher CBR values, as observed in the decreased CBR value for the 15% red brick mixture. This study demonstrates that using C&D Waste, especially hebel, is effective in improving the bearing capacity of silt soil. Additionally, this research contributes to more sustainable construction waste management. Abstrak Tanah lanau umumnya memiliki kapasitas daya dukung tanah yang rendah, sehingga membutuhkan perbaikan untuk meningkatkan kestabilan dan kekuatannya. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas penggunaan limbah konstruksi dan pembongkaran (Construction and Demolition Waste, C&D Waste) sebagai bahan tambah untuk memperbaiki sifat mekanis tanah lanau. Tiga jenis C&D Waste yang diuji adalah bata merah, hebel, dan mortar, masing-masing dengan variasi campuran 5%, 10%, dan 15%. Uji California Bearing Ratio (CBR) digunakan untuk menilai daya dukung tanah setelah pencampuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran bata merah 5% menghasilkan nilai CBR tertinggi sebesar 47,48%, diikuti oleh mortar dan hebel. Namun, peningkatan persentase bahan tambah tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan nilai CBR, sebagaimana terlihat pada penurunan nilai CBR campuran hebel 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan C&D Waste, terutama hebel, efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lanau. Studi ini juga memberikan kontribusi terhadap pengelolaan limbah konstruksi yang lebih berkelanjutan.