Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Sungai Binjai Menjadi Peserta BPJS-K Mandiri Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Rona Apriliani; Yasirul Amri; Isamuddin
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 5 No. 1 (2023): (Maret 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v5i1.486

Abstract

Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjamin kesehatan. Untuk program Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini meliputi penyelenggaraan, peserta dan kepesertaan, pelayanan kesehatan, pendanaan, badan penyelenggara dan hubungan antar lembaga, monitoring dan evaluasi, pengawasan, dan penanganan keluhan. Populasi masyarakat Sungai Binjai dengan jumlah penduduk/ Masyarakat Kelurahan Sungai Binjai sebanyak 4.486 Jiwa tahun 2021 (terbaru), Jumlah yang bekerja sebanyak 3.495 jiwa dan yang tidak bekerja 991 Jiwa. Sedangkan Masyarakat yang telah bergabung dan menjadi peserta BPJS sebesar 1.177 Jiwa atau hanya sebesar 26% berarti yang belum menjadi peserta BPJS sebesar 74%, angka ini menunjukkan potensi peserta BPJS dari populasi masyarakat Kelurahan Sungai Binjai. Oleh karena BPJS Kesehatan harus meningkatkan sosialiasinya di Kelurahan Sungai Binjai. Karena masih besarnya masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat masyarakat dalam kepesertaan BPJS mandiri. Tujuan dari penelitian ini diantaranya, pertama untuk mengetahui apakah faktor Persepsi tentang BPJS mempengaruhi minat masyarakat Sungai Binjai menjadi peserta BPJS kesehatan. Kedua <ntuk mengetahui apakah faktor Sikap mempengaruhi minat masyarakat Sungai Binjai menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ketiga, untuk mengetahui apakah faktor Persepsi tentang BPJS kesehatan dan Sikap secara simultan dapat mempengaruhi minat masyarakat Sungai Binjai menjadi peserta BPJS kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena penelitian ini disuguhkan dengan angka-angka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat masyarakat di Sungai Binjai dipengaruhi oleh beberapa faktor diantara nya dua faktor yang diteliti oleh peneliti yaitu Persepsi dan Sikap, dengan demikian penelitian ini kami sarankan untuk dilanjutkan dengan penelitian lain untuk mengetahui faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi minat masyarakat Sungai Binjai menjadi peserta BPJS mandiri.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS melalui Media Kahoot pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar: Improving IPAS Learning Outcomes through the Use of Kahoot among Fifth Grade Elementary School Students Arum Mudrika; Soni Yudha Ariyanto; Yasirul Amri
Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 9 No. 1 (2026): Islamic Primary Education based on Islamic values
Publisher : Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/attadrib.v9i1.1185

Abstract

This research was motivated by the low learning outcomes of Natural and Social Sciences (IPAS) for fifth-grade students at SDN 79/VIII Suka Maju Village, Tebo Regency, particularly on the topic of the arrival of foreign nations to Indonesia. The learning process that previously used the Teams Games Tournament (TGT) method had not achieved the expected classical mastery. This study aims to improve IPAS learning outcomes through Kahoot! learning media. The research method was Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart spiral model, conducted in two cycles. The research subjects were 26 students. Data collection techniques used include learning achievement tests and observation sheets. The results showed a significant improvement. In the pre-cycle, the average student score was only 65.3, with 42.3% mastery. After implementing Kahoot! in Cycle I, the average increased to 74.6 (65.4% mastery), and in Cycle II, it increased dramatically to 85.7 (92.3% mastery). This success was supported by three technical factors: providing tutorials, extending the response time to 30 seconds, and stabilizing the internet connection. This study concludes that Kahoot! Effective learning media improve IPAS learning outcomes for fifth-grade students at SDN 79/VIII Suka Maju Village, Tebo Regency. This study also contributes a modification of the Digital Game-Based Learning theory for rural contexts by adding three key success factors (technical scaffolding, time extension, and offline preparation).
Etika Komunikasi Orang Tua-Anak Perspektif Alquran Surat Luqman Ayat 12-19 Yasirul Amri
AN-NABA : Islamic Communication Journal Vol. 1 No. 1 (2022): (June 2022)
Publisher : Universitas Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/alnaba.v1i1.409

Abstract

Pentingnya pedoman praktis bagi orang tua sebagai komunikator dalam etika komunikasi terhadap anak Pandangan Al-Qur’an surat Luqmān ayat 12-19 mengenai bagaimana etika komunikasi orang tua-anak diterapkan. Tulisan ini bertujuan menelusuri nilai-nilai etika komunikator dalam interaksi antara Luqman sebagai orang tua terhadap anaknya. Tulisan ini merupakan konten analisis dari berbagai sumber tafsir yang masyhur termasuk ahli tafsir indonesia, disamping itu ditambahkan kajian terhadap teori-teori dengan pendekatan kualitatif. Penulis menyimpulkan bahwa nilai-nilai etika komunikator yang dapat diambil dari kisah Luqman adalah: 1) Orang tua harus menjadi teladan, 2) Memiliki kepercayaan diri dalam memberi nasihat, 3) Memiliki kesabaran yang tinggi, 4) Menunjukkan rasa kasih sayang pada anak, dan 5) Menghindari kesombongan dalam komunikasi verbal maupun non-verbal. Penelitian ini menemukan nilai-nilai baru yang berorientasi pada peningkatan kualitas pribadi komunikator itu sendiri seperti nilai keteladanan, kesabaran, kepercayaan diri, menjauhi kesombongan serta adanya kasih sayang. Nilai-nilai tersebut lahir dari tindakan langsung yang dicontohkan Luqman sebagai komunikator di dalam Q.S. Luqman ayat 12-19. Oleh karenanya jika orang tua menginginkan keberhasilan komunikasi terhadap anak-anak mereka maka seharusnya kualitas diri lebih dikedepankan dari pada pemaksaan terhadap komunikan akan isi pesan itu sendiri.
Strategi Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Pada Suku Anak Dalam Kecamatan Pelepat Yasirul Amri; Redho Wansah
AN-NABA : Islamic Communication Journal Vol. 4 No. 1 (2025): (June 2025)
Publisher : Universitas Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/annaba.v4i1.1277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Pelepat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada komunitas Suku Anak Dalam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi penyuluh agama Islam, Kepala KUA Kecamatan Pelepat, pemerintah desa, orang tua, serta anak-anak Suku Anak Dalam di Desa Dwi Karya Bhakti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dilakukan melalui pendekatan kultural yang menghargai adat dan bahasa lokal, penerapan metode pembelajaran Hattaiyah yang berfokus pada pengenalan huruf hijaiyyah secara bertahap, serta pendekatan sosial bil-hikmah wal-mau‘izhah al-hasanah yang menekankan komunikasi persuasif dan edukatif. Kendala utama yang dihadapi meliputi kesenjangan budaya, rendahnya latar belakang pendidikan keluarga, serta pola hidup nomaden komunitas Suku Anak Dalam. Upaya yang dilakukan penyuluh agama meliputi adaptasi terhadap budaya lokal, pemberian pendidikan umum sebagai pendukung pembelajaran Al-Qur’an, serta kerja sama dengan pemerintah desa dan Kementerian Agama untuk mendorong pola hidup menetap. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi dakwah yang kontekstual, humanis, dan kolaboratif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an pada komunitas adat terpencil.
Komunikasi Interpersonal Penyuluh Agama Islam dalam Pembinaan Kerukunan Beragama Di Dusun Sepunggur Kabupaten Bungo Yasirul Amri; Matori Abdul Jalil; Khusnu Al Rizqiyah
AN-NABA : Islamic Communication Journal Vol. 2 No. 2 (2023): (December 2023)
Publisher : Universitas Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/annaba.v2i2.1290

Abstract

Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan komunikasi interpersonal penyuluh agama Islam dalam membina kerukunan umat beragama. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus, dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah: 1) Pelaksanaan komunikasi interpersonal dalam membina kerukunan umat beragama masyarakat di Dusun Sepunggur Kecamatan Bathin II Babeko dilaksanakan melalui: a) membentuk organisasi pengajian masyarakat sebagai sarana penyampaian dakwah ajaran Islam yang benar; b) membengun dan mengelola sarana pendidikan agama, sarana ibadah sebagai tempat tempat kegiatan pendidikan dan pembinaan kerukunan umat beragama reamaja, c) melakukan komunikasi interpersonal sentimentil (al manhaj al athifi) dan pendekatan rasional dalam setiap melakukan dakwah kepada masyarakat. 2) Kendala pelaksanaan komunikasi interpersonal penyuluh agama Islam dalam membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat di Dusun Sepunggur adalah: a) pengetahuan masyarakat tentang tolerasi sangat rendah dan mudah terpengaruh dengan media informasi yang menyebarkan ujaran kebecian, profokasi serta adu domba b) kondisi pendidikan pengalaman masyarakat tentang toleransi dan kerukunan yang minim sehingga banyak masyarakat yang mudah bosan dalam mengikuti kegiatan-kegiatan rutin keagamaan; 3) Upaya yang dilakukan penyuluh agama Islam dalam maksimalisasi komunikasi interpersonal guna membina kerukunan umat beragama di tengah masyarakat di Dusun Sepunggur adalah: a) melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang pentingnya kerukunan dan sosialisasi bahaya penyalahgunaan teknologi informasi dikalangan masyarakat, b) melakukan kerjasama antara penyuluh agama Islam orang tua dan pemerintah dengan tujuan meningkatkan peran masyarakat dalam membina kerukunan antar dn inter umat beragama.
Judi Online di Kalangan Remaja: Perspektif Komunikasi Keluarga di Desa Kederasan Panjang Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin Yasirul Amri; Robby Darmawan
AN-NABA : Islamic Communication Journal Vol. 4 No. 2 (2025): (December 2025)
Publisher : Universitas Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/annaba.v4i1.1297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk sikap dan perilaku remaja terhadap judi online, peran keluarga sebagai sistem komunikasi dalam membentuk sikap dan perilaku tersebut, hambatan-hambatan yang dihadapi keluarga dalam menyampaikan nilai dan norma kepada remaja di tengah tantangan digital. Fenomena judi online kian mengkhawatirkan di kalangan remaja karena kemudahan akses internet, kurangnya kontrol orang tua, dan pengaruh teman sebaya yang signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Kasus. Subjek penelitian terdiri dari lima orang remaja, lima orang tua, serta dua tokoh masyarakat yang tinggal di Desa Kederasan Panjang, Kecamatan Batang Masumai Kabupaten Merangin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian remaja memiliki pengetahuan yang minim terhadap risiko judi online, bahkan ada yang sudah terlibat dalam aktivitas tersebut. Bentuk perilaku remaja yang terpapar judi online mencakup sikap permisif, kecanduan, serta kecenderungan untuk menjadikan judi online sebagai solusi cepat mendapatkan uang. Sementara itu, peran keluarga sebagai sistem komunikasi belum berjalan optimal. Banyak orang tua tidak memiliki aturan khusus tentang penggunaan gadget, tidak memahami bahaya judi online, serta kurang menjalin komunikasi preventif dengan anak. Hambatan utama yang dihadapi keluarga dalam menyampaikan nilai dan norma adalah rendahnya literasi digital orang tua, minimnya pengawasan, dan lemahnya komunikasi dua arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa urgensi penguatan komunikasi keluarga dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat serta lembaga pendidikan sangat penting dalam membentuk ketahanan remaja terhadap pengaruh judi online. Rekomendasi penelitian mencakup peningkatan literasi digital keluarga, penguatan regulasi penggunaan gadget di rumah, serta pelibatan masyarakat dan lembaga agama dalam edukasi preventif.