Articles
PERANAN ZAKAT, INFAK, SEDEKAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL PADA OPERASIONAL BAITUL MAAL WAT TAMWIL
Fawza Rahmat
AT-TIJARAH: Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah Vol. 4 No. 2 (2022): AT-TIJARAH: Jurnal Penelitian Keuangan dan Perbankan Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam - IAIN Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52490/attijarah.v4i2.921
The Role of Zakat, Infak, and Sadaqah in the Development of Small Businesses in Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Operations. The rise of small businesses that support the community's economy is central to poverty alleviation. What plays a role when small businesses are the main issue of community-based economic solutions related to the Islamic religion through baitul mal wat tamwil. The method used to build this research is a literature review by collecting several reliable sources. As well as combining with various phenomena that occur in society. The phenomenon in society is that Baitul Maal Wat Tamwil is an economic institution that promotes saving activities and provides financing to small entrepreneurs. In addition, BMT is also equipped with Baitul Maal activities which are more social in nature. The joining of these two activities is very much needed in empowering the poor. In its operations, BMT implements the sharia system. Meanwhile, in theory Baitul Maal Wat Tamwil, which is abbreviated as BMT, is a supporting institution to improve the quality of small business entrepreneurs based on the sharia system. BMT can and should be used as a business partner for various small entrepreneurs in developing their business, because the partnership pattern is a practical form of a congregational way of carrying out all muamalah matters.
AKAD AKAD PERBANKAN SYARIAH DI MASA REFORMASI SOCIETY 5.0
Fawza Rahmat
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Al Karim : Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (59.029 KB)
|
DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i1.202
Saat ini sektor perbankan sedang mengalami transformasi menuju era 5.0. Sekarang tekonologi informasi akan memasuki era revolusi industri 5.0, era ini mengusung konsep teknologi dan manusia hidup berdampingan dengan tujuan peningkatan kualitas berkelanjutan dengan tujuan untuk mempermudah kehidupan masyarakat. Transformasi digital berskala besar pada sektor perbankan syariah telah memacu transaksi menajdi lebih efisien bagi dunia perbankan. Perbankan syariah diperkirakan akan terus tumbuh positif dengan transformasi digital dan nilai tersebut terus didorong oleh peningkatan akseptasi dan juga kinerja industri perbankan. Inovasi tersebut dibuat dengan tujuan agar akses masyarakat terhadap layanan digital. Seiring berkembangnya zaman, perbankan syariah di Indonesia khususnya BSI menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Berbagai inovasi produk telah ditawarkan untuk bersaing didunia perbankan, dan inovasi ini akan terus berlanjut mengikuti arus perkembangan teknologi yang kian maju, khususnya di era industri 5.0. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh digitalisasi dan informasi era society 5.0 dalam perekonomian di Indonesia terhadap kinerja perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan teknik studi lirature dalam mencari teori yang relevan yang untuk menjawab permasalahan penelitian terkait digitalisasi dan informasi terhadap kinerja perbankan syariah dalam era society 5.0. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa digitalisasi dan informasi perbankan syariah akan memberi kemudahan dan kepraktisan dalam bidang ekonomi sebagai sistem transaksi mulai dari pembayaran, pembelian, menabung, menanam saham dan lain sebagainya secara online menggunakan smartphone.
GADAI EMAS DI PERBANKAN SYARI’AH
Fawza Rahmat Fawza
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Al Karim : September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70820/staiyaptippasamanbarat.v8i2.236
Syariat gadai emas merupakan salah satu bentuk pengembangan gadai (rahn) dalam fiqh klasik. Aplikasi gadai emas di perbankan syariah ditujukan untuk kebutuhan nasabah yang membutuhkan dana jangka pendek seperti biaya masuk sekolah, biaya lebaran atau modal usaha jangka pendek. Produk gadai emas diterapkan di perbankan syariah melalui fatwa DSN MUI Nomor 25/DSN-MUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002 tentang rahn. Rahn Emas dalam perbankan syariah seharusnya dapat dimanfaatkan oleh nasabah yang mempunyai kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, namun pada kenyataannya produk KPR ini menimbulkan penyimpangan oleh sebagian nasabah yang menggunakan produk ini untuk berspekulasi mencari keuntungan dari selisih penjualan. harga emas, dimana emas yang digadaikan akan dijual pada saat harga emas melonjak. Hanya saja hal seperti ini tidak selalu berjalan mulus, karena harga emas yang naik turun akan mengakibatkan nasabah mengalami kerugian, jika nasabah harus menjual emas yang digadaikan pada saat harga emas turun. Belum lagi hilangnya pelanggan yang harus membayar biaya sewa penyimpanan dan pemeliharaan barang per harinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yang berfokus pada tinjauan pustaka sebagai sumber data primer. Dan juga dilengkapi dengan kajian dari berbagai literatur pendukung dari sumber sekunder.
Pengakuan Al-Qur’an Dan Hadis Terhadap Hak Asasi Manusia
Fawza Rahmat
Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 2 (2022): Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Saqifah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/sqf.v7i2.258
Human rights are rights inherent in human dignity as human beings created by God Almighty, such as the right to life, the right to achieve a decent life as a human being, the right to freedom and equality. It can be stated more explicitly that among the human rights guaranteed and recognized by the Qur'an and Hadith are personal rights, economic rights, human rights to receive equal treatment before the law and government, political rights, and social and cultural rights. This guarantee and recognition will not change despite various developments and changes in every aspect of life in society.
THE INFLUENCE OF THE ROLE OF KSU GAPOKTAN ALBASIKO II ON THE INCREASE OF COOPERATIVE MEMBERS' INCOME: (Case Study of Simpang Tiga Bedeng, Luhak Nan Duo)
Febria Anggie Saputri;
Yossi Eriawati;
Fawza Rahmat
CURRENT ADVANCED RESEARCH ON SHARIA FINANCE AND ECONOMIC WORLDWIDE Vol. 3 No. 1 (2023): OCTOBER
Publisher : Transpublika Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55047/cashflow.v3i1.803
This study was conducted at the Cooperative of Multiple Enterprises (KSU) GAPOKTAN ALBASIKO II Branch in Simpag Tiga Bedeng, Luhak Nan Duo. The research aims to determine whether the variable of cooperative role influences financial performance. It is quantitative research employing data gathered through interviews, questionnaire distribution, and observation. The data analysis technique employed is simple linear regression. The study employed primary data obtained through a questionnaire administered in field research setting with a total of 50 respondents. The population for this research comprised the members of the Cooperative of Multiple Enterprises (KSU) GAPOKTAN ALBASIKO II. Data collection was conducted using field research methods (questionnaires and literature review). The results of this study indicate that the cooperative's role does not influence member income. This is evident from the coefficient of determination of 0.193, signifying the contribution of the cooperative's role to member income. With a significance level of 5%, the calculated F value is 1.848, with a significance level of 0.180, leading to the rejection of the null hypothesis (HO) and acceptance of the alternative hypothesis (Ha). Thus, the cooperative's role does not affect member income.
UANG, HARGA DAN BUNGA UANG
Fawza Rahmat
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal At Tasyri'i Januari-Juni 2021
Publisher : STAI YAPTIP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70820/attasyrii.v4i1.129
Berbicara mengenai uang, islam pada saat zaman nabi dan sebelum islam pun sudah mengenal mata uang dan islampun mulai mencetak mata uang sendiri pada masa khalifah Umar bin Khatab. Uang dinar dan dirham yang menjadi ciri umat islam saat itu, mulai berangsur hilang di pasaran ketika dinasti Ayubbiyah berkuasa. Dinar dan dirham di gantikan dengan ufulus atau uang kertas. Pada saat itu terjadilah kenaikan harga yang tinggi. Keadaan ini oleh lmaqrizi disebut juga dengan inflasi. Karena harga-harga barang terus nasik akibat nila mata uang yang terus menurun menyebabkan permintaan terhadap barang-barang menurun pula.Ketiga keadaan itu telah membawa umat islam pada krisi global yang menghancurkan system perekonomian yang sudah dibangun sebelumnya. Utuk itu, berikut akan dipaparkan hubungan antara uang, dan harga dalam tataran ekonomi makro baik islam maupun konvensional.
SEJARAH DAN PROSPEK PERKEMBANGAN LEMBAGA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Fawza Rahmat
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal At Tasyri'i Juli Desember 2021
Publisher : STAI YAPTIP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70820/attasyrii.v4i2.151
Perbankan Islam di Indonesia mulai menggeliat persis ketika terjadi krisisperekonomian di Asia, termasuk di Indonesia dimana perbankan nasional yang mengalamikrisis berat, yang mendorong perbankan saat itu beroperasi dengan negatif spread, yaitu bungayang dibayar kepada nasabah penabung lebih tinggi daripada bunga kredit yang diterima.Logis saja apabila kemudian kerugian menggerogoti modal bank, sampai Bank Indonesiamewajibkan program rekapitalisasi. Bayangkan saja, bunga deposito pernah mencapai 60 %saat itu. Logikannya, bank harus memberi kredit dengan bunga setinggi itu. Masalahnya,bisnis apa yang mampu membayar bunga setinggi itu dalam keadaan krisis seperti saat itu?Jangankan untuk membayar bunga, yang terjadi malah kredit macet. Mengatasi hal ini, makamuncullah perbankan syariah yang memberikan solusi supaya masalah yang terjadi di duniaperbankan Indonesia tidak berlarut-larut. Hal ini dapat menyebabkan ekonomi negara merosotdan mengalami inflasi.
FOREIGN SECTOR, INTERNATIONAL TRADE AND INTERNATIONAL FINANCE
Fawza Rahmat
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal At Tasyri'i Juli Desember 2022
Publisher : STAI YAPTIP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70820/attasyrii.v5i2.155
Sektor asing merupakan sektor yang mengtur terjadinya hubungan antar negara di bidang ekonomi. Sektor asing ini mengatur kegiatan ekspor-impor barang dan jasa antar negara yang saling membutuhkan. Berarti, sektor asing mengatur hubungan dua negara atau lebih dalam kegiatan perdagangan internasional dan keuangan internasional sehingga perdagangan antar negara terjadi. Perdagangan internasional terjadi apabila sektor asing telah menentukan keuangan internasional. Keuangan internasional ini akan menjadi alat tukar dalam kegiatan ekspor-impor barang antar negara ini. Kebutuhan yang menjadi cakupan sektor asing bukan hanya kebutuhan antar negara, akan tetapi juga kebutuhan rumah tangga di sebuah negara yang mengaitkan produksi dari warga negara asing. Misalnya, beras yang diimpor Indonesia dari Thailand untuk pemenuhan kebutuhan warga negaranya.
KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI PEREKONOMIAN GLOBAL
Fawza Rahmat
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal At Tasyri'i Januari Juni 2022
Publisher : STAI YAPTIP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70820/attasyrii.v5i1.164
Kebijakan makro ekonomi perekonomian global ditandai dengan adanyapembahasan terhadap Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuanganadalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadappembayaran saat kini atau di kemudian hari, antara dua mata uang masingmasing negara atau wilayah.Pembahasan sistem nilai tukar sering terjebak pada generalisasi tanpamelihat secara tepat kondisi ekonomi negara bersangkutan. Ada lima preposisiyang diungkapkan dalam system nilai tukar, yaitu: (1) suatu negara berupayameningkatkan fleksibilitas nilai tukar mata uangnya; (2) semua negaramempersiapkan kelembagaan yang menunjang system nilai tukar tetap (sepertiArgentina dan Hongkong) yang menganut system currency board; (3) sistem nilaitukar suatu negara dengan bergerak ke salah satu kelompok system nilai tukaryaitu bebas mengambang atau tetap, sedangkan pilihan system di antarakeduanya (intermediate regime) seperti target zone semakin sulit dipertahankan;(4) prediksi bahwa dunia akan terbagi ke dalam beberapa blok mata uang kuatseperti negara-negara menggunakan Euro dan negara-negara Amerikamenggunakan dolar Amerika Serikat. (5) Preposisi kelima menekankan padapentingnya menciptakan stabilitas nilai tukar tiga mata uang utama dunia yaituantara dolar AS, Euro dan Yen
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2006 – 2020
Arisman Arisman;
Fawza Rahmat;
Maisarah Leli
At Tasyri'i : Jurnal Program Studi Perbankan Syariah Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal At Tasyr'i : Januari-Juni 2023
Publisher : STAI YAPTIP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70820/attasyrii.v6i1.311
Inflation and interest rates are factors that can affect the exchange rate from the point of view of macroeconomic theory. Changes in the inflation rate can affect the demand and supply of a currency and therefore will affect the exchange rate of the Rupiah and changes in interest rates will have an effect on the flow of Indonesian state funds so that it affects the demand and supply of the Rupiah exchange rate. The problem in this research is how the influence of inflation and interest rates in Indonesia in the period 2006-2020. The discussion methodology uses quantitative methods with multiple analysis. The data used in this study is secondary data obtained from the website of the Indonesian Central Statistics Agency (BPS) in the form of TimeSeries for 15 years. Hypothesis testing was carried out using the T statistical test and the F statistical test using the EVIEWS 10 program. The results showed that in the partial test (t test) the value of the panel data regression analysis test showed that the t-count for the independent variable Inflation was -0.818360, while t table with a = 0.05 and df = (n-k), df = 12 where the t-table value is 2.17881 which means that the t-count value is smaller than the t-table value (0.818360 2.17881), then when viewed from the probability value, which is 0.4291 which is greater than 0.05 then Ho is accepted. This means that Inflation has no effect on the Exchange Rate. And the results of the panel data regression analysis test show that the t-count for the independent variable Interest Rate is -1.341310 while the t-table value with a = 0.05 is 2.16037 which means that the t-count is smaller than the t-table equal to (1,341310 2,17881) and when viewed from the probability value that is equal to 0.2047 which means greater than 0.05 then Ho is accepted. This means that it shows that the Interest Rate has no effect on the Exchange Rate. While the simultaneous test (f test) results in the output of Eviews, the calculated F value is 4.127236 while the F table with a level of a = 0.05 is 3.89, thus F count > F table (4.127236 > 3.89), then also seen from the probability value of 0.043248 which is smaller than the significance level of 0.05 so that Ho is rejected. This shows that the Inflation and Interest Rate variables together (simultaneously) have a significant effect on the Exchange Rate, so that the regression model can be used to predict the dependent variable.