Ika Rahman
Politeknik Piksi Ganehsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bell’s Palsy Sinistra Dengan Modalitas Infrared, Massage Dan Mirror Exercise Wawan Setiawan; Ika Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.861 KB)

Abstract

Bell's palsy is paralysis or weakness of the facial idiopathic peripheral nerves acutely (acute onset) on the right or left side of the face. To determine the implementation of Physiotherapy in increasing facial muscle strength, increasing the functional ability of facial muscles and reducing stiffness on the side of the face in the case of Bell's Palsy Sinistra by using Infrared modalities, Massage, and exercise therapy in the form of Mirror Exercise. After 6 times of therapy, the results of the assessment of increased muscle strength were obtained: m. frontalis FT 1:1 to FT 6:4, m. corrugator supercili FT 1 : 1 to FT 6: 4, m. procerus FT 1: 1 to FT 6: 4,m.orbicularis oculi FT 1: 3 to FT 6: 4, m. nasalis FT 1:1 to FT 6:4, m. depressor labii inferior, FT 1:1 to FT 6:4, m. zygomaticus major FT 1:1 to FT 6:4, m. depressor such as FT 1:1 to FT 6:4, m. orbicularis oris FT 1:1 to FT 6:4, m. bucinator FT 1:1 to FT 6:4, m. mentalist FT 1: 3 to FT 6: 4, m. platysma FT 1: 3 to FT 6: 4. Ugo fisch scale increase in resting position T1 : 6 to T6 : 20, frowning T1 : 3 to T6 : 10, closing eyes T1 : 9 to T6 : 30, smiling T1 : 9 becomes T1 : 30, whistles T1 : 3 becomes T6 : 10. Infrared, Massage and Mirror exercise can help increase facial muscle strength and improve the functional ability of facial muscles.Keywords: Bell's palsy, Infrared, Massage, Mirror Exercise 
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Autis Di klinik Yamet Smart Bekasi Tessa Puspitasari; Ika Rahman
Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal KeFis - Oktober 2021
Publisher : LPPM STIKES Siti Hajar dan Insight Power

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.573 KB)

Abstract

Autisme adalah cacat perkembangan yang biasanya terlihat sebelum usia dua setengah tahun dan ditandai dengan gangguan dalam berbicara, bahasa, mobilitas, persepsi dan hubungan interpersonal. Anak autis biasanya tidak memiliki kesadaran terhadap orang lain dan gagal membangun hubungan interpersonal, bahkan dengan orang tuanya. Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam menurunkan gangguan atensi dan meningkatkan sensorik pada pendengaran pasien autisme dengan modalitas Play Exercise, Stimulasi dan Fasilitasi. Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan gangguan atensi atau perilaku dalam bidang interaksi sosial yang sebelumnya mengalami 4 gejala menjadi 3 gejala setelah diberikan modalitas Latihan Bermain. Ada peningkatan pendengaran sensorik, pasien respon yang sebelumnya sulit dicari sumber suara atau melihat saat dipanggil merespon atau melihat saat dipanggil. Latihan bermain, stimulasi dan fasilitasi dapat membantu mengurangi gangguan atensi dan meningkatkan perilaku pendengaran sensorik bagi penyandang autisme. Kata kunci: Pasien, Autisme, Latihan Bermain, Stimulasi, Fasilitasi.