Autisme adalah cacat perkembangan yang biasanya terlihat sebelum usia dua setengah tahun dan ditandai dengan gangguan dalam berbicara, bahasa, mobilitas, persepsi dan hubungan interpersonal. Anak autis biasanya tidak memiliki kesadaran terhadap orang lain dan gagal membangun hubungan interpersonal, bahkan dengan orang tuanya. Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dalam menurunkan gangguan atensi dan meningkatkan sensorik pada pendengaran pasien autisme dengan modalitas Play Exercise, Stimulasi dan Fasilitasi. Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan gangguan atensi atau perilaku dalam bidang interaksi sosial yang sebelumnya mengalami 4 gejala menjadi 3 gejala setelah diberikan modalitas Latihan Bermain. Ada peningkatan pendengaran sensorik, pasien respon yang sebelumnya sulit dicari sumber suara atau melihat saat dipanggil merespon atau melihat saat dipanggil. Latihan bermain, stimulasi dan fasilitasi dapat membantu mengurangi gangguan atensi dan meningkatkan perilaku pendengaran sensorik bagi penyandang autisme. Kata kunci: Pasien, Autisme, Latihan Bermain, Stimulasi, Fasilitasi.
Copyrights © 2021