Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN DONOR DARAH DI BANK BCA KCU DARMO SURABAYA Rachmad Cahyadi; Sasi Widuri; Ni’matus Sholihah
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.25 KB) | DOI: 10.37160/emass.v4i2.25

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa setidaknya perlu 1% dari total penduduk untuk menyumbangkan darahnya dalam memenuhi kebutuhan minimum darah di suatu negara. Secara global, 70 negara memiliki tingkat pendonor darah kurang dari tingkat optimum, yaitu 10/1000 penduduk. Berbagai upaya dapat dilakukan UTD untuk menjaring ketersediaan darah tersebut, diantaranya dengan membangun jejaring, menghidupkan komunikasi serta kerjasama dengan semua komponen masyarakat. Ketika banyak yang membutuhkan darah dan sedikit yang mendonorkan, maka unit transfuse darah (UTD) juga akan merasa kesulitan. Peran masyarakat untuk menjadi pendonor sangat diharapkan, karena ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat di tentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya. Penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dilakukan oleh unit Transfusi Darah yang disingkat UTD merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau organisasi sosial yang tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan. Untuk memenuhi stok darah di UDD PMI Surabaya, maka dilakukan kerjasama bersama Bank BCA KCU Darmo Surabaya dengan membuat event donor darah yang dilakukan di Bank BCA KCU Darmo Surabaya dengan memberikan para pendonor souvenir bagi pedonor yang berhasil mendonorkan darahnya.
Sosialisasi Donor Darah Upaya Pemenuhan Stok Darah Di Masa Pandemi Di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2020 Annisa Anggy Safitri; Sasi Widuri; Putu Ayu Dhana Reswari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.271

Abstract

Epidemi ini berpotensi menguras persediaan darah dan komponen darah dan berdampak buruk pada kegiatan sistem darah. Karena itu, pelayanan darah harus mengambil langkah untuk melakukan penilaian, perencanaan, dan respons yang tepat dan sesuai. Berdasarkan pengalaman di wabah coronavirus lainnya, persediaan darah diperkirakan akan terdampak secara signifikan dengan menurunnya jumlah darah yang didonorkan. Unit transfusi darah harus siap bergerak cepat dalam merespons perubahan-perubahan yang terjadi, di mana kecukupan persediaan darah paling mungkin terdampak. Lebih dari pendekatan subnasional atau lokal, harus diambil pendekatan nasional agar respons dapat terkoordinasi dan menyeluruh dan agar memastikan masyarakat yakin akan keamanan dan ketersediaan darah. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengajak masyarakat untuk bersedia melakukan donor darah dalam upaya pemenuhan stok darah di masa pandemic dan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mau melakukan donor darah sehingga stok darah dapat terpenuhi di masa pandemi. Diperlukan upaya – upaya untuk pemenuhan stok darah di masa pandemi Covid-19, sehingga stok darah dapat terpenuhi, serta tidak ada kekosongan stok darah pada saat dibutuhkan oleh masyarakat yang membutuhkan. Meskipun kebutuhan akan transfusi juga ada penurunan, tetapi penurunan jumalh pedonor lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan jumlah pasien yang membutuhkan transfusi