Kemampuan abad ke-21 merupakan hal wajib yang harus dikuasai oleh mahasiswa dewasa ini. Nadiem Makarim memaparkan bahwa kemampuan abad ke- 21 adalah (1) kreativitas dan inovasi, (2) berpikir kritis dan pemecahan masalah, (3) komunikasi, (4) kolaborasi, (5) pemikiran komputasi, dan (6) kasih sayang. Project Based Learning (PjBL) diasumsikan mampu mengasah kemampuan abad ke-21 pada mahasiswa. Metode ini tepat diterapkan pada mata kuliah penerjemahan karena bukan hanya kompetensi berbahasa yang harus dimiliki oleh penerjemah, namun juga kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan penerjemahan beserta menerapkan strategi untuk mengatasinya. Kedua kompetensi ini dapat diasah melalui penerapan metode PjBL Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan PjBL dalam mengasah kemampuan abad ke-21 mahasiswa Program Studi Sastra Jepang STBA JIA. Tahapan penerapan PjBL pada penelitian ini mengacu kepada tahapan PjBL yang dikembangkan oleh The George Lucas Education foundation dan Doplet. Indikator kemampuan abad ke-21 yang digunakan adalah indikator yang dipaparkan oleh Partnership for 21st Century Skills (P21) Framework. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL pada mata kuliah penerjemahan di STBA JIA dapat mengasah kemampuan abad ke-21 khususnya berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi.