Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Pengajaran Penerjemahan Mahasiswa Program Studi S-1 Sastra Jepang STBA JIA Anggiarini Arianto; Frida Philiyanti; Siti Nur Isnaini
IDEA : Jurnal Studi Jepang Vol 5, No 1 (2023): Idea : Jurnal Studi Jepang
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/idea.v5i1.7890

Abstract

Kemampuan abad ke-21 merupakan hal wajib yang harus dikuasai oleh mahasiswa dewasa ini. Nadiem Makarim memaparkan bahwa kemampuan abad ke- 21 adalah (1) kreativitas dan inovasi, (2) berpikir kritis dan pemecahan masalah, (3) komunikasi, (4) kolaborasi, (5) pemikiran komputasi, dan (6) kasih sayang. Project Based Learning (PjBL) diasumsikan mampu mengasah kemampuan abad ke-21 pada mahasiswa. Metode ini tepat diterapkan pada mata kuliah penerjemahan karena bukan hanya kompetensi berbahasa yang harus dimiliki oleh penerjemah, namun juga kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan penerjemahan beserta menerapkan strategi untuk mengatasinya. Kedua kompetensi ini dapat diasah melalui penerapan metode PjBL Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan PjBL dalam mengasah kemampuan abad ke-21 mahasiswa Program Studi Sastra Jepang STBA JIA. Tahapan penerapan PjBL pada penelitian ini mengacu kepada tahapan PjBL yang dikembangkan oleh The George Lucas Education foundation dan Doplet. Indikator kemampuan abad ke-21 yang digunakan adalah indikator yang dipaparkan oleh Partnership for 21st Century Skills (P21) Framework. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL pada mata kuliah penerjemahan di STBA JIA dapat mengasah kemampuan abad ke-21 khususnya berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi.
Analyzing the Correlation Between Students’ Motivation and Error Pronunciation of Voiceless Θ Words: A Qualitative Study Reza Anggriyashati Adara; Elli Rahmawati Zulaeha; Anggiarini Arianto; Wilda Kamilah; Onin Najmudin
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Vol 7, No 2 (2023): ERALINGUA
Publisher : Makassar State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eralingua.v7i2.46793

Abstract

Abstract. Pronunciation can be considered as one of the most difficult aspects to acquire in second language acquisition. Analyzing pronunciation errors may provide teachers and researchers on the best approaches to teach pronunciation. In addition, it has been suggested that students who are interested in correcting their pronunciation errors can be more motivated to acquire the target language. Thus, the present study aims to analyze the relationship between pronunciation errors of voiceless θ words and students’ motivation. The present study applied a descriptive qualitative approach by interviewing 15 students from a senior high school in Bekasi, Indonesia. The results of present study suggest that the majority of the respondents found it difficult to pronounce voiceless θ words. However, their difficulties to pronounce voiceless θ words might not correlate with their motivation to learn English as the majority of the respondents are motivated to learn English despite finding difficulties to pronounce voiceless θ words. Furthermore, the majority of the participants are motivated to improve their pronunciation due to extrinsic factors. Implications and further studies are also discussed in the present study.Keywords: Motivation, Pronunciation Errors, Qualitative Study, Voiceless Θ Words