Mira Aulia
Universitas Airlangga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Innovation in Sugihwaras Village, Sidoarjo District as A Smart Village Based on Government Policy Monicha Puspitasari; Jusuf Irianto; Sulikah Asmorowati; Mira Aulia
Jurnal Public Policy Vol 9, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpp.v9i2.5971

Abstract

This research aims to analyze and describe the innovation of Sugihwaras Village, Sidoarjo Regency as a smart village based on government policy. The research method uses descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. The results show that the smart village in Sugihwaras Village is in the form of government administration system applications and public services made by village officials, computer training for underprivileged village children, integrated landfill management, eco-enzyme training, and adequate access to education, health, and information technology. The implementation of smart economy in Sugihwaras Village is still not evenly felt. Innovation in Sugihwaras Village is supported by the leadership of the village head who is sensitive to the condition of children in Sugihwaras Village. Culture is also an important factor in innovating in Sugihwaras Village, namely care and excellent service. The ability to innovate is that the teachers who are village officials and the Village Community Empowerment Agency have qualified skills in the computer field. The work team is still within the scope of village officials and village institutions, but will work with Muhammadiyah Sidoarjo University in providing certification. The performance of the village government in the Griya Sinau Digital (GSD) program is that training participants have increased and some participants have found jobs.
Eksistensi Policy Entrepreneurs dalam Perubahan Kebijakan Pendidikan di Indonesia Mira Aulia
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4019

Abstract

Reformasi demokrasi dan administrasi publik di Indonesia pada tahun 2001 membuka jalan bagi aktor non-partisan seperti policy entrepreneurs untuk dapat terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Policy entrepreneurs dapat digambarkan sebagai pendukung perubahan kebijakan yang dicirikan oleh individu atau organisasi yang termotivasi. Dengan menggunakan sumber daya dan pengaruhnya, mereka bertindak sebagai agen perubahan sepanjang siklus kebijakan dengan menghadirkan solusi kebijakan yang inovatif, membangun koalisi dukungan, dan mengamankan tindakan legislatif. Korelasi antara policy entrepreneurs dengan perubahan kebijakan ditunjukkan melalui pendekatan teoritis multiple streams, koalisi advokasi, inkrementalisme dan punctuated equilibrium, serta neo-institusionalisme. Kebutuhan yang besar akan aktor intelligence seperti policy entrepreneurs yang mampu melangkah maju dan mengkatalisasi proses perubahan kebijakan di Indonesia menjadi alasan penulis membuat artikel ini. penulis menghimpun data serta melakukan tinjauan dari berbagai literatur yang sudah ada sebelumnya dan berusaha untuk menyajikannya secara komprehensif, sehingga diharapkan artikel ini akan mempermudah pembaca dalam memahami posisi maupun peran policy entrepreneurs dalam formulasi kebijakan. Terakhir, pada dua penelitian sebelumnya mengenai policy entrepreneurs di Indonesia yang ditinjau pada artikel ini ditemukan bahwa policy entrepreneurs di Indonesia dapat hadir melalui organisasi think tanks.