Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Posisi Amicus Cureae Dalam Tata Peradilan Indonesia Dewa Gede Edi Praditha
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 5 (2023): Juni
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the Indonesian legal system, recognizing the term amicus curiae or which literally means friend of the court, this study examines the position and status of amicus curiae in the Indonesian criminal procedural law order, through normative juridical research, through statutory approach methods. The results of the study found that amicus curiae in the Indonesian judiciary did not yet have a standard structure and components so that its position and position were still uncertain, this was because there was no specification of the regulations governing amicus curiae, amicus cureae itself was not the opinion of witnesses or expert witnesses, but only outside opinion into consideration of the panel of judges.
Tinjauan Antropologi Hukum Atas Kesetaraan Gender Dalam Hukum Waris Adat Bali Dewa Gede Edi Praditha; I Putu Satria Wilia Dharma
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i5.2544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetaraan gender dalam hukum waris adat Bali, dengan fokus pada bagaimana hukum adat memperlakukan hak waris perempuan dan apakah prinsip kesetaraan gender sudah diterapkan dalam sistem pewarisan adat tersebut dengan menelaah dan mengkajinya melalui perspektif antropologi hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menganalisis berbagai sumber hukum adat Bali, serta perkembangan terkait perubahan dalam pembagian warisan yang lebih adil bagi perempuan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meskipun hukum waris adat Bali tradisional cenderung patriarkal, ada perubahan perlahan yang mendukung kesetaraan gender dalam hal warisan. Kesadaran sosial terhadap pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan kontribusinya terhadap ekonomi keluarga semakin mendorong perubahan tersebut. Oleh karena itu, hukum waris adat Bali perlu beradaptasi dengan prinsip kesetaraan gender tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang ada.