Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hegemoni Elit-Elit Lokal Donggo dalam Membangun Gerakan Sosial di Bima Tahun 1972 Subari Subari; Anwar Anwar
Yupa: Historical Studies Journal Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.168 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v5i2.538

Abstract

Abstrak, Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah (history research). Langkah-langkah dalam penelitian sejarah adalah pemilihan topik, pengumpulan sumber (heuristic), kritik (verifikasi), analisis dan sintesis (Interpretasi), dan penulisan (historiografi). Hasil penelitian menjelaskan bahwa gerakan social yang dilakukan oleh elit-elit local bersama masyaraka tradisional Donggo menuntut ketidak adilan kepada rezim pemerintahan Kabupaten Bima. Gerakan social ini dilakukan dalam bentuk perlawanan terhadap perlakuan pemerintahan Soeharmadji sebagai representasi Orde Baru dengan menanamkan system politik tataliter dan intimidasi terhadap warga Negara. Gerakan social ditandai dengan danya kesadaran kolektif oleh tokoh local untuk hidup dalam kehidupan yang layak dan keadilan yang sama di bumi (Maja labo dahu) semboyang daerah Kabupaten Bima. Gerakan protes yang dilakukan oleh arus bawah dituding sebagai agenda makar dengan melawan pemerintah yang sah. Perlawanan itu menjadi sebuah langkah massif bagi rezim militer untuk melakukan tindakan represif terhadap tokoh-tokoh penggerak dan masyarakat yang tidak berdosa. Kata Kunci: Hegemoni, Elit Lokal, Gerakan Sosial
Masyarakat Multikultural dalam Perspektif Ilmu Sosial (Studi Kasus di Masyarakat Desa Mbawa) Anwar Anwar
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 6 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i6.2264

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian sosial humaniora dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengungkapkan perilaku masyarakat dalam situasi diruang lingkup serta fenomena kehidupan sosial budaya yang ada di Desa Mbawa.  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingakat keharmanisan dan kemajemukan dengan berbagai budaya dan kebiasa sehingga dalam hubungan sosial tidak akan terganggu dengan kepercayaan agamanya masing-masing. Oleh karena demikian masyarakat yang mendiami di Desa Mbawa adalah masyarakat yang saling menghormati dan sangat tinggi tingkat toleransi dalam hal agama dan kehidupan sosial. Selain tingkat kemultikultural masyarakat Mbawa dapat menjaga keharmonisan dan ideologi pancasila sebagai ideology pemersatu bangsa. Sedangkan yang terkandung dalam pandangan ilmu sosial meliputi, tingkat toleransi, gotong royang, empati, dan peduli sosial.
TRADISI MBOLO WEKI UNTUK MENGUATKAN NILAI SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT TANSMIGRAN SUKU MBOJO DI PLAMPANG KABUPATEN SUMBAWA anwar anwar; aswar tahir
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): MITZAL, Volume 9, Nomor 2, November2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v9i2.5826

Abstract

This research is a socio-cultural research with a qualitative descriptive approach which aims to find out about strengthening the value of solidarity, social relations of the Mbojo Tribe transmigrant community in the Mbolo Weki Tradition in SP Perode Village, Plampang District. This research method is to use an interview approach to understand the attitudes, views, feelings and behavior of individuals and groups of people as well as observation and documentation. Informants in this research include village government figures and transmigration community figures who live in Perode Village. Thus, the results of the research show that the people in SP Parode Village, Plampang District have a variety of communities, including the Bima, Lombok, Samawa and Tribal tribes, and each tribe has different cultural patterns
Transformasi Nilai Sosial dalam Tradisi 'Barapan Kebo' di Pulau Sumbawa : Studi Sosiologis terhadap Pelestarian Budaya Lokal anwar anwar; Aswar Tahir; Aka Kurinia SF
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i1.6121

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal dalam penelitian ini, Tradisi Barapan Kebo telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Selain sebagai bentuk hiburan, tradisi ini juga memiliki nilai edukatif, spiritual, dan sosial. Dalam perspektif sosiologis, Barapan Kebo mencerminkan sistem nilai yang menekankan pentingnya kerja sama, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Di satu sisi, globalisasi memungkinkan tradisi seperti Barapan Kebo dikenal oleh masyarakat luas, bahkan di luar negeri. Media sosial, misalnya, telah menjadi platform efektif untuk mempromosikan tradisi ini kepada generasi muda dan wisatawan mancanegara. Namun, di sisi lain, globalisasi juga memicu homogenisasi budaya yang dapat mengikis keunikan tradisi lokal