Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI OTONOMI PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA Fatkhul Mubin; Marwazi Marwazi; Putra Dian Kharisma Ivada; Abd Aziz
Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 01 (2023): Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36671/andragogi.v5i01.454

Abstract

Tulisan ini membuktikan bahwa otonomi di bidang pendidikan sangat penting dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Otonomi pendidikan diartikan sebagai suatu pemberian wewenang, mandat, kepercayaan yang bertanggungjawab dalam pengelolaan pendidikan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah; dan atau dari Pemerintah Daerah kepada Satuan Pendidikan, baik dari sisi dana, personalia, sarana dan prasarana serta manajemen dan kurikulum pendidikan. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan ragam budaya, bahasa, tradisi, suku, dan agama yang memberikan pengaruh signifikan bagi sistem pendidikannya. Melalui otonomi pendidikan dapat meningkatkan efisiensi manajemen dan kepuasan tenaga pendidikan serta menciptakan suatu sistem pendidikan dengan kebijakan-kebijakan yang konkret; sumberdaya pendidikan dapat didayagunakan secara optimal; dapat menggali potensi lokal lebih efektif, dapat mengelola sistem pendidikan yang sejalan dengan kebudayaan setempat, serta partisipasi masyarakat dalam pendidikan meningkat; akuntabilitas juga meningkat; dan pada gilirannya mutu pendidikan dapat terjamin.  Peningkatan mutu pendidikan sangat penting dilakukan melalui partisipasi masyarakat, pemberdayaan dan juga peningkatan kapasitas kelembagaan yang berpedoman pada standar nasional pendidikan dan juga prinsip pemerintahan yang baik
The difference in Qirâ'ât al-Qur'an is reviewed from the rules of the Arabic language according to Abduh al-Rajihi in the book al-Lahjât al-'Arabiyyah fi al-Qirâ'ât al-Qur'âniyyah Ekawati Ekawati; Putra Dian Kharisma Ivada
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 8 (2023): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v1i8.50

Abstract

Variations among Qur’anic readings pose a continuing linguistic question because authenticated recitations may realize different Arabic morphological and syntactic patterns while transmitting a coherent scriptural discourse. This study examines how ?Abduh al-R?jih? explains such variation in al-Lahj?t al-?Arabiyyah f? al-Qir???t al-Qur??niyyah. It employs a qualitative library and document-study design. The unit of analysis is each qir???t example that al-R?jih? associates with Arabic morphology or syntax; the primary corpus is his discussion of these two levels, read comparatively with the Qur’anic passages and supporting works already cited in the manuscript. Relevant passages were identified, documented, grouped by linguistic category, compared across reported readings, and interpreted in relation to the grammatical explanation supplied by the sources. The analysis shows that morphological variation concerns pronouns, nominal forms, verbal patterns, intensive forms, tense or aspect, substitution, and omission or retention. Syntactic variation concerns grammatical gender, the government of m?, the separator pronoun, dual marking, verb–subject agreement, exception and substitution, case assignment, and word order. These variants generally represent grammatically licensed alternatives; some alter form or emphasis without changing the central proposition, whereas others invite different syntactic analyses. The study concludes that al-R?jih?’s framework connects qir???t evidence with historically attested Arabic usage and offers a structured basis for teaching morphology and syntax through Qur’anic examples. Its conclusions remain limited to the selected corpus and do not cover phonetic or semantic variation.