Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesetaraan Hak Warga Negara Kaum LGBT di Indonesia Keevin Keane Verdianto; Annisa Ferdyanti; Cherry Liem; Khansa Nabila; Susan Febrina Pramono
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 2 No 05 (2023): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v2i05.311

Abstract

Kelompok LGBT di Indonesia masih rentan mendapat perlakuan diskriminatif yang didorong oleh stigma dengan pembenaran agama dan moralitas. Tindakan diskriminatif diperparah dengan dorongan pernyataan aparat negara dan pemuka agama, sehingga memunculkan homofobia di kalangan masyarakat. Indonesia sendiri belum memiliki undang-undang khusus yang mengatur tentang LGBT secara menyeluruh, namun telah terdapat beberapa peraturan daerah yang mendiskriminasikan hak-hak LGBT. Kelompok LGBT seharusnya memiliki hak asasi manusia (HAM) yang sama dengan masyarakat lainnya. Yogyakarta Principle merupakan hasil bentuk perjuangan kesetaraan hak LGBT di Indonesia yang telah ada sejak tahun 2016, namun pihak pemerintah tidak dapat merespon tuntutan prinsip tersebut dengan baik karena terkendala dengan ajaran agama dan adat istiadat yang ada di Indonesia. Ketiadaan hukum yang jelas dan berbagai bentuk opresi dari beberapa kelompok menyebabkan kedudukan kelompok LGBT yang hanya sebagai warga negara kedua di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak-hak LGBT apa saja yang dimiliki dan atau dibatasi oleh undang-undang Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Metode yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosio-legal melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif dan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaum LGBT dianggap mengancam ketentraman masyarakat, melanggar nilai-nilai yang diajari agama, serta dianggap tidak sehat secara mental, sosial, dan spiritual. Hal tersebut membuat kaum LGBT mengalami keterbatasan dalam tiga hak, yaitu hak mengekspresikan diri, hak menikah, dan hak untuk masuk dalam pemerintah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa undang-undang yang berlaku di Indonesia kurang dapat melindungi hak LGBT karena undang-undang yang ada di Indonesia masih sangat terikat dengan nilai-nilai sosial dan agama.
Pengaruh Kualitas Audit, Sifat Industri, Komite Audit, dan Stabilitas Keuangan Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Pada Tahun 2022-2024 Cherry Liem; Maulana Malik Muhammad
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1739

Abstract

Kecurangan laporan keuangan merupakan salah satu bentuk kecurangan yang dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan dan menimbulkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas audit, karakteristik industri, komite audit, dan stabilitas keuangan terhadap kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan. Sampel penelitian terdiri atas 25 perusahaan yang dipilih dengan purposive sampling sehingga diperoleh 75 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan aplikasi EViews. Berdasarkan Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier, Common Effect Model (CEM) dipilih sebagai model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas audit tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sedangkan karakteristik industri, komite audit, dan stabilitas keuangan berpengaruh negatif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan Kantor Akuntan Publik (KAP) Big Four tidak memengaruhi kecurangan laporan keuangan. Sebaliknya, peningkatan karakteristik industri yang diproksikan melalui perubahan piutang, jumlah komite audit lebih dari tiga orang, serta peningkatan perubahan aset dapat menurunkan kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor infrastruktur.   Financial statement fraud is a form of fraud that can mislead financial statement users and result in significant economic losses. This study aims to examine the effect of audit quality, industry characteristics, audit committee, and financial stability on financial statement fraud in infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2024 period. This study employed a quantitative approach using secondary data obtained from companies' annual reports. The sample consisted of 25 companies selected through purposive sampling, resulting in 75 observations. The data were analyzed using panel data regression with EViews software. Based on the Chow Test and Lagrange Multiplier Test, the Common Effect Model (CEM) was selected as the most appropriate model. The results indicate that audit quality has no significant effect on financial statement fraud. In contrast, industry characteristics, audit committee, and financial stability have a negative effect on financial statement fraud. These findings suggest that the use of Big Four public accounting firms does not significantly influence the occurrence of financial statement fraud. Meanwhile, higher industry characteristics, as proxied by changes in accounts receivable, audit committees consisting of more than three members, and increased asset changes are associated with a lower likelihood of financial statement fraud in infrastructure sector companies.