Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Pengasuhan Dan Sikap Orangtua Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita: Relationship of Parenting Pattern and Parental Attitude with Acute Respiratory Infections in Children Under 5 Years Oky Rahma Prihandani; Jihan Fatmawati; Kanti Ratnaningrum
Ahmad Dahlan Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acute respiratory infections (ARIs) is the leading cause of death in children under 5 years oldThe objective of this study was to determine the relationship between parenting pattern and parental attitude with the incidence of ARIs in children under 5 years old at Karangkemiri Village, Banyumas. This was a cross sectional study with the subjects of 46 mothers. Data was analyzed using Fisher’s Exact Test and Logistic regression. The results showed that the incidence of ARIs in children under 5 years was 32.6%. Bivariate analysis showed significant differences in feeding habit, parenting habit, and parental attitude on the incidence of ARIs with a value of 0.023, 0.003, and 0.023 respectively. Meanwhile, there is no relationship between the habit of providing health services on the incidence of ARIs with a value of 0.244. The most important factor in this study was parenting habit
Faktor yang Berhubungan dengan Lama Rawat Inap pada Balita dengan Diare Akut Anita Alya Solehah; Oky Rahma Prihandani; Kanti Ratnaningrum
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 8, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.8.1.2026.9-18

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah utama pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berbagai faktor seperti status gizi, etiologi, gejala penyerta, derajat dehidrasi serta tatalaksana seperti pemberian probiotik memengaruhi proses penyembuhan pada balita dengan diare. Hal ini dapat memperpanjang lama rawat inap dan biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut.Metode: Menggunakan pendekatan analitik cross sectional dengan teknik total sampling. Data berupa rekam medis pasien balita berusia 0-59 bulan dengan diare yang dirawat inap periode Januari-Desember 2024 di RSUD dr. Adhyatma. MPH dengan jumlah 97 sampel. Analisis hubungan menggunakan uji chi square. Hasil: Usia tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,726), jenis kelamin tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,327), status gizi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,148), etiologi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,132), derajat dehidrasi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,055), pemberian probiotik tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,157), demam tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,920), mual tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,318), muntah tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,221), nyeri perut tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,726).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status gizi, etiologi, derajat dehidrasi, pemberian probiotik, dan gejala penyerta (demam, mual, muntah, dan nyeri perut) dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut