Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi masalah utama pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berbagai faktor seperti status gizi, etiologi, gejala penyerta, derajat dehidrasi serta tatalaksana seperti pemberian probiotik memengaruhi proses penyembuhan pada balita dengan diare. Hal ini dapat memperpanjang lama rawat inap dan biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut.Metode: Menggunakan pendekatan analitik cross sectional dengan teknik total sampling. Data berupa rekam medis pasien balita berusia 0-59 bulan dengan diare yang dirawat inap periode Januari-Desember 2024 di RSUD dr. Adhyatma. MPH dengan jumlah 97 sampel. Analisis hubungan menggunakan uji chi square. Hasil: Usia tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,726), jenis kelamin tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,327), status gizi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,148), etiologi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,132), derajat dehidrasi tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,055), pemberian probiotik tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,157), demam tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,920), mual tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,318), muntah tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,221), nyeri perut tidak berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,726).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status gizi, etiologi, derajat dehidrasi, pemberian probiotik, dan gejala penyerta (demam, mual, muntah, dan nyeri perut) dengan lama rawat inap pada balita dengan diare akut