p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Agribios
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTENSITAS SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei Ferr ) DAN UPAYA PENGENDALIANNYA Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2896

Abstract

Arabica coffee (Coffea arabica L.) is a type of coffee that has been widely developed in Indonesia because of its relatively better quality and price compared to other types of coffee. Currently, the increase in coffee production in Indonesia is hampered by the low productivity and quality of coffee produced. One of the reasons for the low productivity and quality of coffee in Indonesia is the disturbance of various pest attacks by Hypothenemus hampei Ferr. PBKo pest control is quite difficult because the insects are found in the coffee cherries. The H. hampei insect is known to only attack and reproduce on coffee cherries. Therefore, observations of PBKo pests must be carried out to determine populations, attack levels and control efforts, namely using antractant compounds. The method used is direct observation method. The study used a factor randomized block design. Based on the results of the discussion it is known that the number of pests trapped in traps containing antractant compounds fluctuates or decreases. So when the test was carried out using the BNT level of 5% it was not significantly different. The use of attractant as a pest trap on coffee plantations aged 9 years was able to reduce the intensity of attack by the pest Hypothenemus hampei Ferr from the heavy attack intensity category to the light attack intensity category. Keywords : Arabica Coffee, Hypothenemus hampei Ferr. and antractan
POLA INTERELASI DAN PENGEMBANGAN HIMPUNAN PETANI PEMAKAI AIR (HIPPA) DI WILAYAH PEDESAAN JAWA TIMUR Djoko Soejono; Dimas Bastara Zahrosa; Ariq Dewi Maharani; Sasmita Sari
AGRIBIOS Vol 21 No 1 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i1.2846

Abstract

Kebijaksanaan pengelolaan irigasi tersebut adalah peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan irigasi dengan meningkatkan peran serta lembaga pengelola irigasi yang tergabung dalam wadah Himpunan Petani Pengelola Air (HIPPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola interelasi lembaga HIPPA dengan lembaga lain di wilayah pedesaan; dan (2) strategi pengembangan lembaga HIPPA di wilayah pedesaan. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis dengan Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive methods di Jawa Timur. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) Interelasi HIPPA dengan Kelompok Tani, Interelasi HIPPA dengan Dinas PU, Kelompok Tani dan Dinas Pertanian, Interelasi HIPPA dengan Kelompok Tani dan BPD, Interelasi HIPPA dengan Pemerintah Desa, BPD dan Dinas PU, Interelasi HIPPA dengan Pemerintahan Desa dan Lembaga Tradisional, serta Interelasi antara HIPPA dengan Dinas PU dan Dinas PU Prov. Jatim. (2) Pemerintah Propinsi Jawa Timur memberi kewenangan pengelolaan jaringan irigasi tersier dan kuarter kepada HIPPA yang berbadan hukum merupakan langkah awal bagi lembaga tersebut untuk mulai bebenah diri dari sisi organisasi maupun finansial.
KARAKTERISTIK PETANI DALAM MENDUKUNG OPTIMALISASI PENGEMBANGAN LAHAN MARGINAL DI KABUPATEN SITUBONDO Sasmita Sari; Dimas Bastara Zahrosa
AGRIBIOS Vol 21 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v21i2.3329

Abstract

Lahan marginal merupakan lahan kering yang memiliki kandungan hara terbatas. Di Kabupaten Situbondo lahan marginal sering dijumpai pada lahan kering. Namun untuk pengembangannya masih kurang baik. Budidaya tanaman di lahan marginal merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat di Kabupaten Situbondo meski pengembangan lahan marginal masih belum maksimal karena masyarakat di sana masih berpegang teguh pada kearifan lokal (local wisdom). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui karakteristik petani di lahan marginal. Dimana hasil penelitian ini nantinya sebagai rekomendasi kepada petani agar mampu bertahan hidup di lahan marginal dan sebagai masukan kepada pemerintah agar memberikan kebijakan terkait pengembangan usaha tani berwawasan lingkungan. Penentuan daerah penelitan ditentukan purposive sampling adalah Kabupaten Situbondo khususnya di Kecamatan Jatibanteng dan Kecamatan Sumbermalang. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif. Teknik pengambilan sampel melalui teknik purposive sampling dan metode triangulasi data. Sampel dalam penelitian ini adalah petani di lahan marginal Kecamatan Sumbermalang dan Kecamatan Jatibanteng. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman