Yudi Kurniawan
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK AUTIS TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Angga Wiyantoro; Hasnidar Karim; Yudi Kurniawan
Islamic Education Studies : an Indonesia Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Islamic Education Studies: An Indonesian Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ies.v3i2.54

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang teknik pengumpulan datanya dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada anak autis masih banyak yang kurang mampu menerapkan apa yang telah diajarkan oleh guru Pendidikan Agama Islam sehingga sangat berpengaruh pada kecerdasan dan tingkah laku siswa pada anak autis, adapun metode yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah menggunakan teknik modelling supaya apa yang diajarkan bisa tervisualisasi secara jelas kepada mereka. Biasanya media yang digunakan bisa berbentuk visual seperti poster,gambar, audio visual seperti video. kendala dan faktor pendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam Yaitu, Tingkat kemampuan anak yang bervariasi sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda-beda pula, maka dari adanya faktor pendukung salah satunya adalah menggunakan alat peraga dan media gambar, media audio visual, salah satunya seperti memutarkan video kisah-kisah teladan Rasulullah SAW atau penerapan akhlak. Hal ini dilakukan karena pada umumnya anak autis lebih mudah dan cepat memahami apabila dijelaskan melalui sebuah gambar audio visual karena mereka tidak bisa untuk dijelaskan secara monoton saja. Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Anak Autis.
Internalization of Religious Morality in the Implementation of Congregational Dhuhr Prayer Among Students at State Islamic Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Muaro Jambi Ningrum Wiyanti; Yudi Kurniawan
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v5i3.3306

Abstract

Religious moral character formation remains a central challenge in Islamic education, particularly in cultivating students' worship discipline within the madrasah environment. This study investigates the internalization of religious morality (akhlak religius) through congregational Dhuhr prayer at State Islamic Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Muaro Jambi, focusing on the internalization process, observable forms of student discipline, and the factors that support and hinder the process. A qualitative field research design was employed, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation involving the school principal, Aqidah Akhlak teacher, homeroom teachers, and students selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model and validated through source, technique, and time triangulation. The findings demonstrate that internalization unfolds through three progressive stages: value transformation, value transaction, and value trans-internalization. Observable manifestations include timeliness in prayer attendance, orderliness and reverence during worship, personal accountability toward worship obligations, and compliance with the madrasah's religious norms. Teacher exemplary conduct and active participation emerged as the most decisive supporting factor, alongside strong institutional commitment and peer social accountability. The primary hindering factors were inconsistent home-based religious reinforcement, competing social attractions during the prayer period, and individual variations in students' spiritual readiness. The study concludes that congregational Dhuhr prayer, when embedded within a structured and consistent institutional framework, constitutes a powerful medium for authentic religious moral character formation among junior high school students.