Muhammad Izzuddin Al Fatih
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Masih Sulitnya Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kebijakan Publik Salma Putri Hafidza; Yasmin Aqilah Nur Rachman; Muhammad Izzuddin Al Fatih; Yasmin Hafidah Alqanit; Rhisma Syahrul Putra
Inspirasi & Strategi (INSPIRAT): Jurnal Kebijakan Publik & Bisnis Vol. 14 No. 1 (2023): July: Kebijakan Publik & Bisnis
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembangunan bangsa, pemerintah sebagai pengelola negara harus mengambil keputusan-keputusan yang strategis dalam menentukan arah dan tujuan pembangunan. Kebijakan publik yang dihasilkan harus mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dan prinsip utama pembangunan. Namun, dalam beberapa kasus, kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah terkesan tidak memperhatikan kepentingan rakyat dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini sering terjadi karena adanya kepentingan politik atau kepentingan individu tertentu yang lebih diutamakan daripada kepentingan masyarakat secara umum. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pengawasan dan evaluasi yang efektif untuk memastikan bahwa kebijakan publik yang dihasilkan oleh pemerintah selalu berorientasi pada kepentingan rakyat dan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan publik juga sangat penting, karena masyarakat merupakan pemegang kepentingan utama dalam pembangunan negara. Oleh karena itu, pemerintah harus mampu mengambil kebijakan yang tepat dalam menghadapi dampak-dampak tersebut, agar pembangunan negara dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Dalam konteks ideologis, nilai-nilai Pancasila menjadi suatu pedoman yang sangat penting dalam membangun dan mempertahankan identitas bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga dan ditanamkan dalam masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan dan pengajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan. Dengan begitu, nilai-nilai Pancasila dapat terus menjadi landasan moral dan ideologis dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
Web-Based Computational Thinking Assessment Using K-Nearest Neighbor and Rule-Based Adaptive Treatment Muhammad Izzuddin Al Fatih; Erlangga Erlangga; Yuli Sopianti
EDUTIC Vol 13, No 2: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/edutic.v13i2.35292

Abstract

Conventional database-learning assessments generally provide aggregate scores without showing which computational thinking components require further support. This study developed a web-based adaptive assessment system for vocational high school students by integrating K-nearest neighbor classification, adaptive hints, and rule-based treatment. The research applied a development approach using the Smart Learning Environment Establishment Guideline through analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The KNN model was developed using 64 empirical records from students in XI RPL 2 and XI RPL 3. Four weighted computational thinking indicators—decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking—were used as classification features. KNN, RandomOverSampler–KNN, and Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE)–KNN pipelines were evaluated using group-aware cross-validation. The selected SMOTE–KNN model used distance weighting with k = 9 and achieved 92.19% accuracy, 88.59% balanced accuracy, and 89.75% macro F1-score. The classification result adjusted adaptive hints, while explicit rules controlled indicator priority, difficulty progression, mastery points, and treatment transitions. All 24 black-box scenarios met the expected requirements. The novelty and main contribution of this study lie in integrating indicator-level CT diagnosis, data-driven classification, and transparent rule-based adaptation within a single web-based workflow for vocational database learning.