Ketidakhadiran orang tua setiap saat menyebabkan permasalahan pada mahasiswa rantau karena kurangnya pengawasan dari orang tua membuat sang anak menjadi bebas dalam melakukan kegiatan seperti melakukan permainan game online hingga tak terkontrol lagi, biasanya hingga larut malam hingga menjelang subuh. Jarak yang jauh menjadi pembatas bagi mereka ketika berkomunikasi, keterbatasan ruang dan waktu inilah yang menyebabkan pola komunikasi mahasiswa dengan orang tua tidak sama lagi seperti saat mahasiswa tinggal bersama dengan orang tua. Dengan demikian, peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam bagaimana pola komunikasi mahasiswa rantau Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi pada Mahasiswa rantau Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Mc Leod dan Chaffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa rantau dalam penelitian ini adalah komunikasi kosensual dan komunikasi laissez-faire. Dari 5 mahasiswa sebagai informan, 2 mahasiswa yang menggunakan pola komunikasi konsensual karena para mahasiswa ini sering melakukan pola komunikasi konsensual dengan orang tuanya yang membuat hubungan orang tua dan anak ini semakin harmonis dan efektif. Sedangkan 3 mahasiswa lainnya menggunakan pola komunikasi laissez-fair karena mereka akan berkomunikasi dengan orang tua hanya karena ada maunya saja dan jarang sekali melakukan komunikasi, yang akhirnya membuat hubungan antara anak dan orang tua sangat kurang harmonis dan komunikasi kurang efektif