Juliana Kurniawati
Program Studi Ilmu Komunikasi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI MAHASISWA RANTAU PRODI MANAJEMEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU Randika Pangestu; Juliana Kurniawati
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 4 No 1 (2023): Vol.4 No.1 Mei 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v4i1.5221

Abstract

Ketidakhadiran orang tua setiap saat menyebabkan permasalahan pada mahasiswa rantau karena kurangnya pengawasan dari orang tua membuat sang anak menjadi bebas dalam melakukan kegiatan seperti melakukan permainan game online hingga tak terkontrol lagi, biasanya hingga larut malam hingga menjelang subuh. Jarak yang jauh menjadi pembatas bagi mereka ketika berkomunikasi, keterbatasan ruang dan waktu inilah yang menyebabkan pola komunikasi mahasiswa dengan orang tua tidak sama lagi seperti saat mahasiswa tinggal bersama dengan orang tua. Dengan demikian, peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam bagaimana pola komunikasi mahasiswa rantau Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi pada Mahasiswa rantau Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Mc Leod dan Chaffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang digunakan oleh mahasiswa rantau dalam penelitian ini adalah komunikasi kosensual dan komunikasi laissez-faire. Dari 5 mahasiswa sebagai informan, 2 mahasiswa yang menggunakan pola komunikasi konsensual karena para mahasiswa ini sering melakukan pola komunikasi konsensual dengan orang tuanya yang membuat hubungan orang tua dan anak ini semakin harmonis dan efektif. Sedangkan 3 mahasiswa lainnya menggunakan pola komunikasi laissez-fair karena mereka akan berkomunikasi dengan orang tua hanya karena ada maunya saja dan jarang sekali melakukan komunikasi, yang akhirnya membuat hubungan antara anak dan orang tua sangat kurang harmonis dan komunikasi kurang efektif
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PEDAGANG SECOND BRAND FACE TO FACE KEPADA PEMBELI PASAR BATAM KOTA BENGKULU Muhammad Ferdy Ismatullah; Juliana Kurniawati
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 4 No 1 (2023): Vol.4 No.1 Mei 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v4i1.5226

Abstract

Penelitian ini mempunyai gambaran maraknya pengguna brand second ini di pelanggan membuat kemajuan yang signifkan bagi para pedagang Outfit Second Brand di kota bengkulu terutama di pasar panorama dimana aspek ini meningkat dari semua sektor yaitu, peningkatan ekonomi, peningkatan kuantitas dan kualitas yang stabil dari barangbranded itu sendiri dan jumlah pelanggan.Karena itu Outfit Second Brand Store Pasar Batam, Panorama, Kota Bengkulu ini telah memajukan semua aspek yang ada bagi para masyarakat Kota Bengkulu yang menikmati nya. Peneliti juga melihat bagaimana pedagang Outfit Second Brand Store menggunakan efektivitas komunikasi yang tepat agar memaksimalkan kinerja penjualan yang mereka lakukan. Penelitianiniuntukmengetahui Efektivitas Komunikasi Pemasaran Outfit Branded Second Store Di Pasar Batam, Panorama, Kota Bengkulu. Menggunakan teori strategi komunikasi Arifin (1994) yaitu Redudancy, Canalizing, Informatif, Edukatif, Persuasif, dan Koersif. JenispenelitianiniadalahDeskriptif Kualitatif adalah suatu metode penelitian dimaksud untuk menuliskan realita sosial yang kompleks sedemikian Informan dalam penelitian ini adalah, informan kunci yaitu2 Pembeli second store di Pasar Batam, Panorama, Kota Bengkulu dan informan pokok. 2 Pemilik second store di Pasar Batam, Panorama, Kota Bengkulu 2 Karyawan second store di Pasar Batam, Panorama, Kota Bengkulu. Peneliti menarik kesimpulan bahwa strategi komunikasi yang digunakan menjadikan komunikasi yang efektif karena dilakukan secara face to face antara para penjual dan pembeli. Dimana para pedagang Brand Second ini selalu melayani pembeli tanpa ada rasa jenuh karena pesan yang disampaikan melalui strategi komunikasi itu pun stabil dan konsisten. Bagi para pelanggan sendiri pun ini juga bisa menjadikan sebuah ladang usaha membuka toko second brand diluar pasar batam dan meningkatkan eksistensi sosial secara pribadi Kata Kunci : Efektivitas, Komunikasi Pemasaran, Outfit Second Brand
FILM BATMAN BEGINS DALAM PERSPEKTIF VISUALISASI KRIMINALITAS DAN KEMISKINAN Muhammad Rifki Egavi; Juliana Kurniawati
Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Vol 5 No 1 (2024): Vol.5 No.1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsikom.v5i1.6394

Abstract

Film yang baik adalah film yang bisa menyampaikan makna dan maksud dari film itu dengan jelas kepada penontonnya. Film yang bagus tentunya terdapat visualisasi yang bagus juga agar penonton bisa menikmati film tersebut. Film yang menjadi perhatian penulis adalah film Batman Begins. Film Batman begins merupakan sebuah film action asal Amerika serikat yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Christopher Nolan. Penelitian ini di tujukan untuk memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai bagaimana kriminalitas dan kemiskinan dipresentasikan secara visual dalam film Batman Begins. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana penelitian ini akan menganalisis, mencatat, menggambarkan dan menginterpretasikan makna-makna, simbol-simbol kriminalitas dan kemiskinan yang terdapat dalam film batman begins menggunakan teori analisis semiotika oleh Roland Barthes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan berhasil merepresentasikan visualisasi kriminalitas dan kemiskinan dalam masyarakat melalui narasi yang kuat dan elemen visual yang indah. Melalui karakter Bruce Wayne/Batman, film ini menunjukkan bagaimana kemiskinan dapat menjadi faktor pendukung dalam terjadinya tindak kejahatan. Keywords :Batman Begins, Kriminalitas, Kemiskinan