Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hermina Sutami, Kamus istilah bisnis dan ekonomi Mandarin-Indonesia Indonesia- Mandarin 汉印,印汉经贸专业词汇Hàn Yìn,Yìn Hàn Jīngmao Zhuānyè Cíhuì. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004, xi + 107 hlm. ISBN 979-22-0687-6. Harga: Rp40.000,00 (soft cover). Kencono, Dilah
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hermina Sutami, Kamus dasar Mandarin-Indonesia汉语- 印尼语 基础词典 Hànyŭ – Yìnníyŭ Jīchŭ Cídiăn, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006, lv + 336 hlm. ISBN 979-22-1290-6. Harga: Rp60.000,00 (soft cover). Kencono, Dilah
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia Vol. 10, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TESAURUS SEBAGAI SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA Kencono, Dilah; Wiratikusuma, Fransiska
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.10.1.13-25

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi tingkat pendidikan wajib belajar sembilan tahun merupakan proses pembelajaran yang mendasar dan penting bagi pemelajar penutur jati dalam mengenal, menggali dan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang mencerminkan identitas bangsa Indonesia. Untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat pendidikan wajib belajar sembilan tahun, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama, dibutuhkan sarana pendukung pembelajaran kosakata bahasa Indonesia, salah satunya dengan menggunakan tesaurus bahasa Indonesia. Sejauh ini, tesaurus sebagai sarana pendukung pembelajaran kosakata Bahasa Indonesia masih belum dikenal secara dekat oleh pemelajar bahasa Indonesia. Tesaurus yang disusun secara tematik berdasarkan sinonim dan antonim suatu kata dapat menjadi sarana pendukung dalam pembelajaran kosakata dengan memberikan referensi dalam penelusuran kosakata yang saling berkaitan. 
THE INFLUX OF UNQUALIFIED CHINESE WORKERS INTO INDONESIA: REGULATORY GAPS AND LOCAL LABOR MARKET IMPACTS Wibhisana, Yohanes Putut; Kencono, Dilah
Bambuti | Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada Vol 8 No 1 (2026): Bambuti : Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53744/bambuti.v8i1.182

Abstract

The influx of unqualified Chinese workers into Indonesia has become a pressing issue, raising concerns over employment fairness, regulatory integrity, and domestic workforce protection. Despite possessing limited skills, inadequate educational backgrounds, and no formal training, a significant number of Chinese nationals have successfully entered Indonesia's labor market, often occupying roles that could be filled by local workers. This study explores the root causes behind their migration, the mechanisms that facilitate their entry, and the resulting socio-economic impact on Indonesian labor. Relying on qualitative analysis of policy documents, interviews with workers from china who has arrived in Indonesia and who will go to Indonesia and still in China, the research identifies multiple push factors within China, including labor oversaturation, internal competition, and regional economic disparities, which drive individuals to seek opportunities abroad. At the same time, gaps in Indonesian labor regulations, weak enforcement, and opaque recruitment practices have created channels through which these unqualified workers are able to enter and remain in the country. The findings suggest that this phenomenon has contributed to wage suppression, increased competition for low-skilled jobs, and a growing sense of marginalization among native workers. The study concludes that more stringent labor screening, intergovernmental cooperation, and transparent employment oversight are critical to safeguarding Indonesia's labor ecosystem