Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Multikultura

ANALISIS HUMOR DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP DENGAN PERSPEKTIF TEORI RELEVANSI Angelique, Jessie Renata; Kushartanti, Kushartanti
Multikultura Vol. 3, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film bergenre komedi-drama berjudul Ngeri-ngeri Sedap merupakan sebuah film keluarga yang mengangkat isu sosial tentang keluarga. Berlatar belakang masyarakat suku Batak, film ini mencakup tuturan-tuturan antartokoh yang dapat dikupas secara lebih mendalam. Berangkat dari teori prinsip kerja sama yang dicetuskan oleh Grice (1975), tuturan dalam film ini dapat dianalisis lebih lanjut menggunakan teori relevansi Sperber dan Wilson. Selain itu, film ini telah diberi label sebagai film komedi, maka dari segi humor, tuturan pun dapat dianalisis menggunakan teori humor yang dijelaskan oleh Wijana (2004) dan Curcó (1997). Teori-teori tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian (i) bagaimana bentuk humor yang diciptakan dalam tuturan para pemeran dalam film Ngeri-ngeri Sedap? dan (ii) apa maksud tuturan-tuturan itu berdasarkan teori relevansi dan kaitannya dalam masyarakat? Hasil analisis memperlihatkan bahwa tuturan-tuturan yang terdapat dalam film ini mengandung humor yang berasal dari emosi negatif yang dilepaskan (teori pelepasan ketegangan) dan pematahan asumsi-asumsi penonton setelah mendengar tuturan dari tokoh (teori ketidaksejajaran). Selain itu, dalam konteks sosial, tuturan-tuturan tokoh mengandung kritik sosial yang dirasakan oleh penonton sebagai bagian dari masyarakat ketika penonton dapat menangkap dan merasakan tuturan-tuturan dalam film ini berdasarkan kemampuan kognitifnya.
TUTURAN EKSPRESIF SEBAGAI UNGKAPAN KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN DALAM KUMPULAN DONGENG UNTUK ANAK Tampubolon, Nesti Magdalena; Kushartanti, Kushartanti
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to describe expressive speech as an expression of politeness and impoliteness with moral values, which children learn during development. The data in this study used 42 expressive speeches of characters in the collection of fairy tales Jam Beker Raksasa & 9 Dongeng Seru Lainnya by Dian Kristiani. This research uses a qualitative approach through the analysis of Leech's politeness principle (1993), Leech's politeness scale (1993), Culpeper's impoliteness strategy (1996), and Linda and Eyre's moral values (1993). This research shows that expressive speech in this book uses more forms of impoliteness. Of the 42 expressive speeches, the researcher found 26 forms of impoliteness and 16 of politeness. In addition, the implications of using a form of politeness contain more moral values, respect, kindness, and friendliness, than impoliteness. Based on the data, the researcher found the strategy of direct impoliteness, violation of the approbation maxim, violation of the indirectness scale, fulfillment of the modesty maxim, fulfillment of the cost-benefit scale, and moral values of being.