Lismarni Lismarni, Lismarni
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI 016 SEKELADI KECAMATAN TANAH PUTIH Lismarni, Lismarni; Marhadi, Hendri; Alpusari, Mahmud
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 4, No 1 (2017): Wisuda Februari 2017
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study is a Class Action Research (CAR) conducted aims to improve learning outcomes IPA grade II SDN 016 Sekeladi by applying the model of cooperative learning type Two Stay Two Stray (TSTS). Formulation of the problem: If the application of cooperative learning model Two Stay Two Stray (TSTS) can improve learning outcomes IPA grade II SDN 016 Sekeladi Tanah Putih Rokan Hilir. This study was conducted on 12 April 2016 until 29 April 2016 to 2 cycles. The subjects were grade II SDN 016 Sekeladi totaling 24 people who used the data source. Data collection instrument in this thesis is the teacher and student activity sheets and learning outcomes. This thesis presents the results obtained from the study before action replay value with an average of 65.63, an increase in the first cycle with the average being 70.62. In the second cycle increased by an average of 79.79. Activities teachers in the learning process in the first cycle, the first meeting of 66.67%, and a second meeting be 70.83%. At the first meeting of the second cycle 79.17%, and the second meeting increased to 87.5%. The results of the data analysis activities of students in the first cycle of the first meeting and the second meeting 66.67% increase to 75.00%. In the second cycle to the first meeting of 79.17%, and the second meeting increased to 87.50%. The results of the study in class II SDN 016 Sekeladi prove that the implementation of cooperative learning model Two Stay Two Stray (TSTS) can improve learning outcomes IPA grade II SDN 016 Sekeladi.Key Words: Cooperative Learning Model Two Stay Two Stray (TSTS), IPA Learning Outcomes
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KARYAWAN TERHADAP KEPUASAN TAMU DI EDOTEL BUNDO KANDUNG SMK N 9 PADANG Lismarni, Lismarni; Chair, Ira Meirina; Kasmita, Kasmita
Journal of Home Economics and Tourism Vol 15, No 2 (2017): Periode September 2017
Publisher : Faculty of Tourism and Hospitality - Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.766 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find the effect of employee service quality (X) on guest satisfaction(Y) in Edotel Bundo Kandung SMK N 9 Padang. This Research is classified as quantitative research. The population of this research are all quest that stayed at Edotel Bundo Kandung SMK N 9 Padang at period of 2013 until 2015. This research use non-probability sampling as the sampling method, it means that this sampling method will not give the same exact change for each population to be selected as research sample. This research used incidental sample. That means all population that met the researcher during data gathering process will be selected as the data source or sample. Total sample that used in this research are 100 samples. The data are collected by spreading research questionnaire items are constructed by using Likert scale and the validity and reliability of each questionnaire have been tasted. The result of this research shown that on employee service quality each good and fair category(48%), the level of quest satisfaction level are on good category (55%). This means that employee service quality have positive and signifiant effects on quest satisfaction in Edotel Bundo Kandung SMK N 9 PadangKeywords: employee service quality, quest satisfaction
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Metode Diskusi Kelompok Pada Pembelajaran Fisika di Kelas XI IPA 2 MAN 1 Padang Lismarni, Lismarni
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 2 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i2.119

Abstract

Dalam meningkatkan mutu pendidikan diberbagai jenjang pendidikanbanyak usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah, misalnya melengkapi sarana dan prasarana, maupun peningkatan kompetensi tenaga kependidikan. Perbaikanmutu pendidikan dapat pula dilakukan melalui perbaikan proses pembelajarandengan cara melaksanakan berbagai tindakan untuk memotivasi siswa dalambelajar untuk mendapatkan sesuatu ia pelajari. Untuk mencapai tujuan tersebutpeneliti ingin menerapkan medel pembelajaran Fisika di MAN 1 Padang yaitu dengan Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Dilengkapi Lembar Diskusi Siswsa (LDS) pada kompetensi dasar menganalisis hukum-hukum yang berkaitan dengan Fluida Statis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selama proses pembelajaran berlangsung telah dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa yaitu aktivitas postif maupun aktivitas negative. Adapun aktivitas positif yang dicermati adalah memperhatikan penjelasan guru, memperhatikan demonstrasi yang dilakukan guru, melakukan demonstrasi dalam kelompok, mencatat hasil percobaan, mengemukakan pendapat, membuat kesimpulan, mencatat penjelasan guru, mengisi lembar kegiatan siswa/mencata data hasil percobaan, membaca literature serta mengerjakan soal latihan dalam lembar kegiatan, sedangkan untuk aktivitas negative adalah siswa yang meribut, yang keluar masuk, dan siswa yang mengerjakan pekerjaan lain. Berdasarkan data yang diperoleh baik data tentang aktivitas siswa maupun tentang hasil belajar pada siklus pertama, dilakukan analisis, kemudian dari berbagai masukan yang diberikan siswa dan observer, selanjutnya direfleksi guna menemukan hal-hal yang perlu perbaikan pada siklus kedua, sehingga hasil yang diharapkan dapat dicapai. Kemudian berbagai perbaikan dilakukan pada siklus kedua dengan menggunakan langkah-langkah yang sama dengan siklus pertama. Dari hasil analisis data pada kedua siklus ditemukan bahwa penggunaan metode demonstrasi yang dilengkapi lembar diskusi siswa dapat meningkatkan aktivitas positif siswa dan dapat menurunkan aktivitas negative serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini terbukti hasil belajar sebelum tindakan diperoleh nilai rata-rata 45,3, pada siklus pertama meningkat menjadi 63,7 dan pada siklus kedua menjadi 75,4 dengan tingkat ketuntasan klasikal 83,3%. Dengan demikian dapat diperoleh informasi bahwa dengan penggunaan metode demonstrasi yang dilengkapi dengan lembar kegiatan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di MAN 1 Padang.
HUBUNGAN PARITAS, UMUR, DAN JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIAN PROLAPSUS UTERI DI RUMAH SAKIT ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2013 Lismarni, Lismarni; Fetrisia, Wiwit
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.191

Abstract

Survey yang dilakukan antara bulan Januari 2013 sampai Desember 2013 telah didapatkan 54 kasus prolapsus uteri di RSUD DR. Achmad Mochtar Bukittinggi, dari 54 kasus tersebut sebagian besar adalah jumlah seluruh ibu yang pernah melahirkan dengan paritas tinggi dengan usia antara 25-44 tahun dan 45-64 tahun. Sedangkan paling sedikit berusia antara 15-24 tahun. (Rekam medik RSAM, 2013). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hubungan paritas, umur, dan jenis persalinan dengan kejadian prolapsus uteri. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control yang dilaksanakan di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi pada Juni 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin bulan Januari sampai Desember Tahun 2013 yang berjumlah 1545 orang. Sampel berjumlah 108 responden yang terdiri dari 54 responden pada kelompok kasus dan 54 responden pada kelompok kontrol. Data dianalisis secara bivariat untuk melihat besarnya risiko dengan menggunakan uji chi square dengan melihat nilai OR dan p value pada CI 95% dan alpha 0,05. Hasil uji statistik hubungan paritas dengan kejadian prolapsus uteri didapatkan nilai OR 6,400 dan hubungan umur dengan kejadian prolapsus uteri OR 2,483, dan hubungan jenis persalinan dengan kejadian prolapsus uteri didapatkan nilai OR 4,375. Dapat disimpulkan bahwa paritas, umur, dan jenis persalinan merupakan faktor risiko kejadian prolapsus uteri di RSUD Achmad Muchtar tahun 2013. Disarankan tenaga kesehatan dapat memberi asuhan dan informasi yang lengkap tentang prolapsus uteri pada ibu bersalin yang melakukan kunjungan ke ruang kebidanan RSUD Ahmad Mochtar Bukittinggi.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 1 BASO 2013 Umala Harahap, Darnisah; Lismarni, Lismarni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v4i1.197

Abstract

Dismenore adalah gangguan fisik pada wanita yang sedang menstruasi berupa nyeri atau kram perut. Kram tersebut terutama dirasakan di daerah perut bagian bawah menjalar ke punggung atau permukaan dalam paha. Pencegahan yang dapat dilakukan dengan cara melakukan senam atau disebut dengan senam dismenore. Senam merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri, karena saat melakukan senam, otak dan susunan saraf tulang belakang akan menghasilkan endorphin, hormon yang berfungsi sebagai obat penenang alami dan menimbulkan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari senam dismenore terhadap penurunan skala nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Baso 2013. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode Pre-Exsperiment dengan pendekatan One Group Pretest Postest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan populasi sebesar 18 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan alat ukur skala nyeri Mankoski Pain Scale lalu dicatat dalam lembaran observasi dan dianalisis menggunakan uji T-test dua sampel dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan skala nyeri sebelum dilakukan intervensi senam dismenore 4,94, sedangkan sesudah dilakukan intervensi senam dismenore rata-rata skala nyeri menjadi 3,22. Hasil uji T-test dua sampel didapatkan p value (0,000) ≤ α (0,05), berarti hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat perbedaan rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan senam dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Baso 2013. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri dismenore remaja putri. Remaja putri yang mengalami nyeri dismenore ini hendaknya dilakukan senam dismenore agar remaja putri dapat mengurangi nyeri dismenore.
EVALUASI KINERJA BIDAN PUSKESMAS DALAM PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS KP. BARU PADUSUNAN KOTA PARIAMAN TAHUN 2014 Lismarni, Lismarni; Wiwit Fetrisia, Wiwit
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i2.225

Abstract

Pelayanan kebidanan yang dilakukan oleh bidan puskesmas salah satunya adalah pemeriksaan antenatal, yaitu pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan. Tujuan utama asuhan antenatal adalah untuk menfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu maupun bayinya. Salah satu caranya adalah membina hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kalahiran dan memberikan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi kinerja bidan puskesmas dalam pelayanan Antenatal Care (ANC). Desain penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu keadaan secara objektif, dengan kata lain menggambarkan keadaan responden sebagaimana adanya. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kp. Baru Padusunan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh bidan puskesmas yang berjumlah 6 orang bidan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan bidan tentang penggunaan pedoman kerja dalam pelaksanaan ANC dalam kategori baik. Sikap bidan dalam pelaksanaan ANC masih terdapat bidan yang belum benar atau belum tepat dalam memberikan pelayanan ANC. Hasil observasi kelengkapan alat di puskesmas Kp. Baru Padusunan sudah memiliki peralatan yang lengkap dalam pelayanan ANC. Hasil penelitian bidan tentang pelaksanaan monitoring bidan dalam pelayanan ANC sudah sesuai pedoman dan monitoring dilakukan oleh kepala puskesmas baik secara langsung maupun tidak langsung dan pelaksanaannya dilakukan 1 (satu) bulan sekali untuk mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan bidan puskesmas.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA D-III KEBIDANAN STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2013 Lismarni, Lismarni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v7i2.268

Abstract

Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari prestasi belajar yang telah dicapai. Dalam proses belajar, kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosi saling melengkapi. Itu sebabnya kecerdasan intelektual (IQ) bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang. IQ hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional (EQ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa D-III Kebidanan STIKes Prima Nusantara tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah korelasional yang bersifat ex post facto. Populasi penelitian ini sebanyak 129 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 57 mahasiswa dengan metode Simple Random Sampling. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I yang masih terdaftar serta bersedia menjadi responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kecerdasan emosi dan arsip daftar nilai Indeks Prestasi semester II mahasiswa D-III Kebidanan STIKes Prima Nusantara tahun ajaran 2012/2013. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment. Berdasarkan perhitungan analisis pearson product moment, diperoleh hasil signifikansi (p) sebesar 0,042
PENGARUH PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG UJI KOMPETENSI TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA D-III KEBIDANAN DI STIKES PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI TAHUN 2015 Lismarni, Lismarni
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v7i1.299

Abstract

Dalam rangka penjaminan mutu lulusan pendidikan tinggi khususnya bidang Kebidanan dan Keperawatan, maka diperlukan standarisasi lulusan memalui uji kompetensi. Uji Kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi masing – masing. Indonesia memerlukan SDM Kesehatan bermutu, utamanya bidan. Maka dilakukannya upaya peningkatan SDM (sumber Daya Manusia) yang berkualitas dan berkompeten dalam praktik kesehatan. Penelitian  bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan mahasiswa tentang uji kompetensi terhadap minat belajar mahasiswa kebidanan di stikes prima nusantara bukittinggi, desain penelitian Cross Sectional, bulan Februari sampai Agustus 2015, jumlah sampel 186 orang dan tehnik sampel proporsional sampling. Pengumpulan data melalui dokumentasi jumlah mahasiswa kebidanan dan anket dengan kuesioner, data diolah dan dianalisis dengan komputer. Hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan tinggi tentang uji kompetensi dan memiliki minat belajar juga tinggi sebanyak 53 responden (55,2 %), mahasiswa memiliki pengetahuan tentang uji dan memiliki minat belajar rendah sebanyak 43 responden (44,8%). Mahasiswa memiliki pengetahuan rendah tentang uji kompetensi namun memiliki minat belajar tinggi sebanyak 38 responden (42,8%) dan mahasiswa yang memiliki pengetahuan rendah dan minat belajar rendah sebanyak 52 responden (57,8%). Berdasarkan variabel yang diteliti tidak memiliki hubungan signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa tentang uji kompetensi terhadap minat belajar mahasiswa dengan p-value 0,081. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan  kebidanan di sertai dengan dorongan dan minat yang tinggi untuk dapat lulus dengan mutu yang berkualitas.