Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Manajemen Usaha Tani Melalui Pelatihan Pembukuan Usaha Tani Di Kampung Koya Koso Distrik Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua Rachmaeny Indahyani; La Maga; Hijrah Irawan; Mimin Lewonama
The Community Engagement Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS CENDERAWASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/thecommen.v6i1.3029

Abstract

Any costs allocated by farmers will directly affect the amount of revenue and the level of income or profits of farmers. The thing that must be understood is to find out the size of the costs incurred in farming each planting season, it takes a source of information related to the costs incurred, selling prices and the amount of production in farming. The source of information referred to is farming bookkeeping, farming bookkeeping will provide information for farmers about the development of farming activities every planting season. In explaining their farming, the participants never took notes and even compiled books in their farming. farmers in Koya Koso generally do not manage their farming costs well. Farmers understand that land preparation costs and planting costs are the total costs or total costs in farming. While the cost of using tools in farming needs to be taken into account, because basically the tools used in farming have a limited economic life. After farmers understand and are able to distinguish between fixed costs and variable costs in farming, the next activity is to provide training to farmers to calculate the amount of revenue and income. In general, farmers consider the value of the sale is the net profit received in one growing season. So this training provides an understanding to farmers about the differences in income and income.Keywords: Competence, management, farming, farming bookkeeping
PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK AIR MINERAL SEBAGAI MEDIA BUDIDAYA SAYUR UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN KONSUMSI RUMAH TANGGA Rachmaeny Indahyani; La Maga
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.499-509

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk memiliki kontribusi terhadap produksi sampah atau limbah. Sampah atau limbah yang dihasilkan oleh manusia bisa berasal dari beberapa jenis, salah satunya adalah air mineral dalam kemasan botol plastik. Limbah atau sampah plastik tidak hanya menimbulkan lingkungan yang kotor dan mengurangi keindahan, namun akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan. Dibutuhkan cara atau metode untuk mengurangi volume produksi sampah dan dampak terhadap lingkungan. Salah satunya adalah dengan metode reuse, yaitu menggunakan atau memakai kembali, memanfaatkan barang-barang yang dianggap sudah tidak berguna. Terdapat berbagai jenis sampah plastik yang dapat digunakan kembali sehingga memberikan manfaat ekonomi. Salah satunya adalah botol plastik kemasan air mineral yang dapat digunakan sebagai media budidaya sayur mayur. Pelatihan pemanfaatn limbah botol plastik sebagai medua budidaya dilaksanakan  di Kampung Yobeh Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah, pelatihan dan pendampingan.
Analisis Dampak Kebijakan Pemerintah Terhadap Perkembangan Perekonomian Pada Wilayah Adat Mamta Provinsi Papua Hasan Basri Umar; Risky Novan Ngutra; La Maga
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i2.2108

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Kebijakan Pemerintah terhadap perkembangan perekonomian guna meningkatkan perekonomian daerah dikawasan wilayah adat Mamta Provinsi Papua. Peran Pemerintah Daerah Provinsi Papua dalam menetapkan kebijakan ekonomi, khususnya diwilayah adat Mamta yang berkaitan dengan pemanfaatan seluruh sumberdaya pembangunan guna meningkatkan perkembangan perekonomian terutama disektor fiskal, sehingga dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu sumber pembangunan ekonomi masyarakat pada wilayah adat Mamta Provinsi Papua. Penelitian ini memaparkan beberapa hasil temuan terutama besaran dampak Kebijakan Pemerintah melalui Program pembangunan Ekonomi Wilayah Adat Mamta dengan pengembangan perekonomian masyarakat lokal pada program bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan pengembangan ekonomi pada masyarakat yang berdomisili dikawasan adat Mamta Provinsi Papua.Kata kunci : Perkembangan Ekonomi, DAK, DAU
Pengaruh Perdagangan Terhadap Kesejahteraan Pedagang Masyarakat Lokal Di Perbatasan RI-PNG Elsyan Rienette Marlissa; Sarlota Arrang Ratang; La Maga
Jurnal Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 8 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56076/jkesp.v8i3.2187

Abstract

Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui pengaruh perdagangan terhadap kesejahteran pedagang masyarakat lokal perbatasan RI-PNG.2. Untuk mengetahui faktor-faktor dan strategiyang mendukung dan menghambat perdagangan masyarakat lokal di daerah perbatasan RI –PNG. Data yang digunakan data sekunder dan primer berupa wawancara menggunakan kuesioner denganalat analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) dalam penyusunan strategi perdagangan terhadap keaejahteraan pedagang di kawasan perbatasan RI-PNG. Hasil penelitian yaitu 1). Profil perdagangan terhadap kesejahteraan pedagang masyarakat lokal perbatasan PNG terdapat beberapa karakteristik dalam penelitian ini, yaitu : Suku, umur/ Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, Bentuk Usaha dan Lama Usaha, Pendapatan Pedagang Sebanyak 5 responden pedagang Asli Papua pendapatan terkecil yang diterima sebesar Rp. 200.000,- dan terbesar yang diterima sebesar Rp. 1.500.000,- untuk satu hari pasar, dan untuk 15 responden pedagang Non Papua memiliki pendapatan perhari pasar terkecil sebesar Rp. 600.000,- dan pendapatan tertinggi mencapai Rp. 10.000.000,- dalam satu hari pasar.Pendapatan Bersih dalam waktu satu minggu di wilayah pasar perbatasan, tertinggi mencapai lebih dari Rp. 4.500.000,- dan terendah mencapai kurang dari Rp. 500.000,- untuk waktu satu minggu. Maka dari 20 responden pendapatan bersih rata-rata yaitu antara Rp. 500.000,- sampai Rp. 1.500.000,- untuk waktu satu minggu ada tiga hari pasar. 2). Faktor pendukung keberhasilan tertinggi pada faktor yang menghambat adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh sebab itu dibuat rekomendasi kebijakan berupa mempererat hubungan kerjasama antara pemerintah dan para pedagang, dan pemerintah dapat mengembangkan program pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari para pedagang, serta melakukan pengembangan pasar dan membangun jalur transportasi umum dari kota Jayapura menuju ke kawasan perbatasan di Skouw dan hasil analisis SWOT ditemukan Strategi SO, setiap kekuatan yang ada dapat dipakai untuk memanfaatkan peluang-peluang agar dapat mendukung peningkatan perdagangan para pedagang perbatasan RI -PNGKata kunci : Perdagangan, kesejahteraan dan strategi
OPTIMALISASI PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL MELALUI PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN DAN PEMASARAN DIGITAL BAGI KELOMPOK PENGRAJIN GERABAH DI KAMPUNG ABAR DISTRIK EBUNGFAUW KABUPATEN JAYAPURA La Maga; Nabilah Ramadhani; Gracella Sabatini Sidabutar; Hasna Hasna; Brigitha Marcella T. Aflianty; Falentina Desiska Asmuruf; Floriosa Elisabeth Walalua; Christiana Angela Dulage; Welin Murib
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura merupakan salah satu kampung penghasil gerabah tradisional di kawasan Danau Sentani yang masih bertahan hingga kini. Sebelum kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, pengelolaan keuangan pada kios Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) dan lima kelompok pengrajin gerabah masih dilakukan secara sederhana dan tidak konsisten. Tanpa pencatatan kas masuk dan kas keluar yang tertata, sehingga arus keuangan usaha sulit dipantau. Dari sisi pemasaran, tiga dari lima kelompok pengrajin belum memiliki akun media sosial sama sekali. Selama ini hanya mengandalkan pesanan perorangan, momen Festival Danau Sentani, atau kunjungan tamu dari luar kampung yang sifatnya tidak menentu, sehingga jangkauan pasar sangat terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan pemasaran digital kelompok pengrajin gerabah Kampung Abar. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga metode utama, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, yang didahului dengan observasi partisipatif terhadap proses produksi serta wawancara awal untuk menggali kebutuhan pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya format pembukuan sederhana berupa buku kas masuk dan kas keluar yang mulai diterapkan oleh pengelola kios BUMKam dan kelompok pengrajin, serta terbentuknya akun Instagram dan Facebook "Gerabah Kampung Abar" sebagai media promosi daring bagi tiga kelompok yang sebelumnya belum memiliki media sosial. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, meskipun konsistensi penerapan pembukuan dan pengelolaan akun media sosial secara mandiri masih memerlukan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan tata kelola usaha dan perluasan pasar gerabah Kampung Abar secara berkelanjutan
PENGENALAN NILAI EKONOMI SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN BAGI GENERASI MUDA DI KAMPUNG YOBEH DISTRIK SENTANI KOTA KABUPATEN JAYAPURA Syamsidar Sinaga; Dominggus Marei; La Maga; Maria Margareth V Boma
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Ekosistem danau memberikan nilai ekonomi dan ekologi yang penting bagi masyarakat sekitar, namun generasi muda di Kampung Yobeh Distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura belum sepenuhnya memahami nilai ekonomi tidak langsung dari Danau Sentani dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengenalan kepada generasi muda usia Sekolah Dasar di Kampung Yobeh mengenai nilai ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan, khususnya manfaat langsung dan tidak langsung Danau Sentani, tindakan menjaga kelestarian danau, serta pola pemanfaatan sumberdaya alam yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu poster melalui tahapan pre test, penyampaian materi, diskusi kelompok, dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah memahami manfaat langsung sumberdaya alam (hutan, sungai, danau, dan laut), namun belum memahami manfaat tidak langsungnya, seperti pencegahan erosi, penyerapan karbon, dan penyedia habitat. Penggunaan poster dan diskusi kelompok meningkatkan antusiasme peserta serta kemampuan mereka dalam menggali dan menjelaskan informasi dari media visual. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini pada generasi muda mengenai pentingnya pemanfaatan Danau Sentani secara berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat sekitar