Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI DAN PEMBENTUKAN KADER PEDULI KESEHATAN KULIT DI PESANTREN BANI HUSEN – KABUPATEN PANGANDARAN Sujatmiko, Budi; Fauzan Nabil, Muhammad; Basyirasaniyanti, Belgia; Tyas Anggaeni, Trianing; Prima Mulya, Adelse
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.46279

Abstract

Pesantren adalah salah satu unit pendidikan berbasis agama yang cukup populer di Indonesia. Berbeda dengan sistem pendidikan formal umumnya, pesantren mengharuskan para peserta didiknya untuk tinggal di lingkungan sekolah. Mereka melakukan kegiatan pendidikan dan kegiatan keagamaan bersama-sama dalam kelompok besar.  Situasi ini memungkinkan penyakit infeksi mudah menular pada para peserta didik salah satu contoh yang biasa terjadi adalah infeksi penyakit kulit seperti scabies. Pesantren Bani Husen sebagai salah satu Pesantren popular di Pangandaran juga memiliki permasalahan yang serupa dengan pesantren lain pada umumnya. Selain itu, intervensi kesehatan pada komunitas pesantren masih jarang dilakukan. Oleh karena itu tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bermaksud untuk melakukan edukasi dan pembentukan kader kesehatan peduli penyakit kulit “scabies” pada pesantren ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, edukasi, dan pendampingan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada lingkungan Pesantren. Pada akhir kegiatan ini seluruh santriwan dan santriwati telah mendapat edukasi terkait kebersihan diri dan di lingkungan pesantren, telah terbentuk kader kesehatan, serta telah dipasang media informasi terkait kebersihan diri dan lingkungan di seluruh lingkungan pesantren. Islamic boarding schools are one of the most popular religious-based education units in Indonesia. In contrast to the general formal education system, Islamic boarding schools require their students to live in the school environment. They carry out educational activities and religious activities together in large groups. This situation allows infectious diseases to be easily transmitted to students. One common example is skin infections such as scabies. Bani Husen Islamic Boarding School as one of the popular Islamic boarding schools in Pangandaran also has problems similar to other Islamic boarding schools in general. In addition, health interventions in the Islamic boarding school community are still rarely carried out. Therefore the Community Service Team (PKM) intends to carry out education and form health cadres concerned with skin disease "scabies" at this Islamic boarding school. The methods used in this service are observation, education, and assistance in implementing Clean and Healthy Behavior (PHBS) in Islamic boarding schools. At the end of this activity, all students and female students had received education regarding personal hygiene and in the Islamic boarding school environment, health cadres had been formed, and information media related to personal and environmental hygiene had been installed throughout the Islamic boarding school environment.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PENDERITA DIABETESMELLITUS DENGAN UPAYA PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI Prima Mulya, Adelse; Betty, Betty
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i1.216

Abstract

Diabetes Mellitus atau penyakit gula merupakan salah satu dari 7 penyakit kronis yang ada didunia. Penelitian ini berawal dari fenomena Jumlah kasus penderita Diabetes Mellitus meningkat dan memiliki jumlah yang begitu tinggi tiap tahun dari 2012-2013 total sebanyak 2.566 dan Penderita Diabetes Mellitus dengan Ulkus Diabetikum Juga mengalami peningkatan di tahun 2011 berjumlah 53 orang, ditahun 2012 sebanyak 73 orang dan pada tahun 2013 sebanyak 84 orang (Rekam Medik RSAM,2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Penderita Diabetes Mellitus dengan Upaya Pencegahan Ulkus Diabetikum di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi 2014. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada 24 Juli sampai 20 Agustus 2014 di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar. Data yang dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Responden pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang dihitung berdasarkan jumlah kasus pasien Diabetes Mellitus yang datang ke Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi dengan menggunakan teknik pengambilan sample accidental sampling, ditetapkan sampel sebanyak 71 orang dan diuji chi square. Dari hasil penelitian didapatkan dari 71 responden terdapat 36 (50,7%) responden yang memiliki pengetahuan rendah, 39 (54,9%) responden yang memiliki motivasi rendah, 41(57,7%) responden yang kurang baik melakukan pencegahan Ulkus Diabetikum dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan ulkus Diabetikum di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014 (p = 0,000 , OR = 23,111) dan terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan pencegahan ulkus Diabetikum di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2014 (p = 0,000 , OR = 37,917). Dapat disimpulkan pengetahuan dan motivasi responden rendah dalam upaya pencegahan ulkus diabetikum. Setelah penelitian ini disarankan bagi responden dan keluarga agar memeriksakan kesehatan secara rutin dan meningkatkan motivasi untuk mencegah terjadinya komplikasi dari Diabetes Mellitus yaitu Ulkus Diabetikum.