Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas antara Latihan High Intensity Interval Training dengan Moderate Intensity Continuous Training pada Prilaku Sedentary terhadap Perubahan Heart Rate recovery Sugiono; Muhammad Dzaky Maulana Nur Yudha; Nur Basuki
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.25882

Abstract

Perilaku sedentary merupakan perilaku yang dapat membuat seseorang mengalami penurunan aktifitas fisik, apabila hal ini terjadi pada mahsiswa akan menjadi penyebab menurunnya prestasi akademik serta minat belajar. Hal ini dapat diukur dengan percepatan heart rate recovery. Untuk Meningkatakan pemulihan denyut jantung setelah berolahraga dapat melakukan olahraga High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT). HIIT merupakan latihan yang melibatkan 2 sistem energi, yaitu aerobik dan anaerobik, sedangkan MICT merupakan latihan yang dilakukan secara terus menerus dengan sistem energi aerobik. Penelitian ini berjenis two grup pre and post test design. Dengan jumlah subjek 34 subjek diberikan latihan 1 kali dalam seminggu selama 4 minggu. HR Recovery diukur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Analisis statistik menggunakan Uji Paired t test, independent t test, serta uji Different mean. Hasil penelitian menunjukan intervensi HIIT memiliki efektifitas dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.04, intervensi MICT tidak terdapat efektifitas dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.124, tidak terdapat perbedaan efektifitas antara HIIT dan MICT dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.529, dan HIIT lebih efektif dibandingkan MICT dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan hasil uji selisih different mean diperoleh selisih -6,63 (kelompok HIIT) dan -3,95 (kelompok MICT).
PENGARUH HIGH INTENSITY FUNCTIONAL TRAINING TERHADAP VO2MAX PADA MAHASISWA FISIOTERAPI INAKTIVITAS Mei Kusumaningtyas; Ni Luh Putu Intan Cahyani Putri; Nur Basuki
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.19

Abstract

Latar Belakang: Kurang melakukan aktivitas fisik (inaktivitas) menjadi salah satu faktor penyebab tejadinya penyakit kardiovaskuler yang berujung kepada kematian. Upaya pencegahan perlu dilakukan melihat angka prevalensi inaktivitas semakin tahun semakin meningkat. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan dengan latihan daya tahan berupa high intensity functional training. Namun belum banyak penelitian yang membuktikan jika HIFT berpengaruh terhadap peningkatan VO2max sebagai indikator daya tahan kardiorespirasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh High Intensity Functional Training terhadap VO2max pada mahasiswa fisioterapi inaktivitas. Metode: Penelitian ini menggunakan randomized controlled trial dengan subjek mahasiswa jurusan fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang inaktivitas berjumlah 32 orang. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, tiap kelompok terdiri dari 16 orang yang melakukan latihan selama 4 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per minggu. Kelompok perlakuan diberi high intensity functional training yang diawali dengan warm up (jogging 5 menit serta stretching statis dan dinamis 5 menit) gerakan berupa: high knee run, jumping jacks, mountain climbers, lunges dan burpee. Kelompok kontrol diberi perlakuan berupa jogging 5 menit serta stretching statis dan dinamis 5 menit. Alat ukur yang digunakan ialah queen’s college step test (QCT). Untuk uji hasil pengaruh tiap kelompok menggunakan paired t-test dan uji beda pengaruh antara kelompok menggunakan independent t-test. Hasil: Hasil analisis dalam kelompok menunjukkan terjadinya peningkatan VO2max pada kelompok HIFT (p=0,00) dan control (p=0,00). Perbedaan antar kedua kelompok signifikan dengan kelompok perlakuan memiliki selisih mean pre test dan post test sebesar 3,23 sedangkan kelompok kontrol memiliki selisih sebesar 0,57. Kesimpulan: High Intensity Functional Training lebih berpengaruh dibandigkan kegiatan regular (kelompok kontrol) dalam meningkatkan VO2max dengan selisih mean lebih besar dibanding kelompok kontrol.