Perilaku sedentary merupakan perilaku yang dapat membuat seseorang mengalami penurunan aktifitas fisik, apabila hal ini terjadi pada mahsiswa akan menjadi penyebab menurunnya prestasi akademik serta minat belajar. Hal ini dapat diukur dengan percepatan heart rate recovery. Untuk Meningkatakan pemulihan denyut jantung setelah berolahraga dapat melakukan olahraga High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT). HIIT merupakan latihan yang melibatkan 2 sistem energi, yaitu aerobik dan anaerobik, sedangkan MICT merupakan latihan yang dilakukan secara terus menerus dengan sistem energi aerobik. Penelitian ini berjenis two grup pre and post test design. Dengan jumlah subjek 34 subjek diberikan latihan 1 kali dalam seminggu selama 4 minggu. HR Recovery diukur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Analisis statistik menggunakan Uji Paired t test, independent t test, serta uji Different mean. Hasil penelitian menunjukan intervensi HIIT memiliki efektifitas dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.04, intervensi MICT tidak terdapat efektifitas dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.124, tidak terdapat perbedaan efektifitas antara HIIT dan MICT dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan nilai p = 0.529, dan HIIT lebih efektif dibandingkan MICT dalam mempercepat pemulihan denyut jantung dengan hasil uji selisih different mean diperoleh selisih -6,63 (kelompok HIIT) dan -3,95 (kelompok MICT).