Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH WILLIAM FLEXION EXERCISE TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA NYERI PUNGGUNG BAWAH MYOGENIK Zita Lachika Anung; Mei Kusumaningtyas; Yoga Handita Windiastoni
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v7i2.609

Abstract

Background: Sedentary behavior has a risk of causing low back pain and results in decreased functional ability. William flexion exercise (WFE) is an exercise to improve lumbar stability by strengthening the abdominal muscles and stretching the back muscles. The aim of the study was to determine the effect of the addition of william flexion exercise on functional abilities in patients with myogenic low back pain at Banyumas General Hospital. Methods: This type of research was one group pre test & post test with control design, subjects were randomly selected into the treatment group and the control group. The subjects were 31 patients at the Banyumas General Hospital who included the inclusion criteria. Result: The paired t-test and independent t-test which were carried out in both groups after receiving the intervention obtained a value of p = 0.000 (p <0.05) which means that there was an increase in functional ability and there was a significant difference in the two groups. Difference in mean pre-post test treatment group 7.5 and control 2.4. Conclusion: The addition of william flexion exercise has an effect on increasing functional ability in patients with myogenic low back pain.
PENYULUHAN KESEHATAN JANTUNG - PEMBULUH DARAH DI DESA MENJING, PANDEYAN, NGEMPLAK, BOYOLALI Mei Kusumaningtyas; Herdianty Kusuma Handari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2022.93

Abstract

Hypertension is one of the big challenges in Indonesia due to the lack of attention and knowledge about heart and blood vessel health in the community. The role of village cadres on Heart and Blood Vessel Health in the community is still inadequate so that the solution that can be taken is counseling about Heart and Blood Vessel Health to the community. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge about heart and blood vessel health in Menjing Village, Pandeyan, Ngemplak, Boyolali. The method of implementing this community service is by: counseling about heart and blood vessel health, training on heart and blood vessel health screening including measuring blood pressure, implementing blood pressure measurements in the community. The implementation of community service is carried out in Menjing Village, Pandeyan, Ngemplak, Boyolali, Central Java Province in September – October 2021. The output targets of community service activities are: increasing public understanding of heart and blood vessel health, and increasing knowledge and skills of Menjing Village cadres, Pandeyan, Ngemplak, Boyolali to measure blood pressure Keywords: hypertension, heart, blood vessels, blood pressure
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2 MAX PADA MAHASISWA Febrina Maharani Putri Ardani; Fendy Nugroho; Mei Kusumaningtyas
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.15

Abstract

Latar Belakang: Pada mahasiswa, aktivitas fisik yang rendah mempengaruhi produktivitas seperti penurunan prestasi akademik, mudah lelah, sulit konsentrasi, dan meningkatkan resiko obesitas. Indikator kebugaran tubuh adalah nilai VO2 max. Salah satu latihan untuk meningkatkan VO2 max adalah circuit training. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh circuit training terhadap peningkatan VO2 max pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan randomized control trial dengan Subjek mahasiswa jurusan fisioterapi Poltekkes Surakarta berjumlah 30 orang. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 atau intervensi: n=15 dan kelompok 2 atau kontrol: n=15. Pengukuran VO2max dengan McArdle step test. Hasil: Hasil uji beda pre-post test dengan uji non-parametrik pada kelompok intervensi didapatkan nilai p= 0,002 (p<0,05). Sedangkan kelompok kontrol didapatkan nilai p= 0,155(p>0,05). Hasil uji beda post test antar kelompok didapatkan nilai p= 0,024(p<0,05). Kesimpulan: Circuit training berpengaruh terhadap peningkatan VO2 max pada mahasiswa.
PENGARUH HIGH INTENSITY FUNCTIONAL TRAINING TERHADAP VO2MAX PADA MAHASISWA FISIOTERAPI INAKTIVITAS Mei Kusumaningtyas; Ni Luh Putu Intan Cahyani Putri; Nur Basuki
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v2i2.19

Abstract

Latar Belakang: Kurang melakukan aktivitas fisik (inaktivitas) menjadi salah satu faktor penyebab tejadinya penyakit kardiovaskuler yang berujung kepada kematian. Upaya pencegahan perlu dilakukan melihat angka prevalensi inaktivitas semakin tahun semakin meningkat. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan dengan latihan daya tahan berupa high intensity functional training. Namun belum banyak penelitian yang membuktikan jika HIFT berpengaruh terhadap peningkatan VO2max sebagai indikator daya tahan kardiorespirasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh High Intensity Functional Training terhadap VO2max pada mahasiswa fisioterapi inaktivitas. Metode: Penelitian ini menggunakan randomized controlled trial dengan subjek mahasiswa jurusan fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta yang inaktivitas berjumlah 32 orang. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, tiap kelompok terdiri dari 16 orang yang melakukan latihan selama 4 minggu dengan frekuensi 3-4 kali per minggu. Kelompok perlakuan diberi high intensity functional training yang diawali dengan warm up (jogging 5 menit serta stretching statis dan dinamis 5 menit) gerakan berupa: high knee run, jumping jacks, mountain climbers, lunges dan burpee. Kelompok kontrol diberi perlakuan berupa jogging 5 menit serta stretching statis dan dinamis 5 menit. Alat ukur yang digunakan ialah queen’s college step test (QCT). Untuk uji hasil pengaruh tiap kelompok menggunakan paired t-test dan uji beda pengaruh antara kelompok menggunakan independent t-test. Hasil: Hasil analisis dalam kelompok menunjukkan terjadinya peningkatan VO2max pada kelompok HIFT (p=0,00) dan control (p=0,00). Perbedaan antar kedua kelompok signifikan dengan kelompok perlakuan memiliki selisih mean pre test dan post test sebesar 3,23 sedangkan kelompok kontrol memiliki selisih sebesar 0,57. Kesimpulan: High Intensity Functional Training lebih berpengaruh dibandigkan kegiatan regular (kelompok kontrol) dalam meningkatkan VO2max dengan selisih mean lebih besar dibanding kelompok kontrol.
Pengaruh Square Stepping Exercise dan Tandem Walking Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Lansia Widi Karunia Indarja; Mei Kusumaningtyas; Jasmine Kartiko Pertiwi
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 2 (2026): Juni (2026)
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i2.108

Abstract

Latar Belakang: Lansia yaitu seseorang yang berusia 60 tahun ke atas yang akan mengalami penurunan pada sistem senso-motoris. Penurunan fungsi tersebut mengakibatkan seorang lansia mengalami penurunan kemampuan mempertahankan keseimbangan pada lansia. Square stepping exercise merupakan latihan yang melibatkan pola gerakan melangkah ke berbagai arah, yang meningkatkan fungsi motorik, sensorik, dan kognitif sehingga dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dan menurunkan resiko jatuh. Tandem walking exercise adalah latihan dengan berjalan pada satu garis lurus yang merangsang propioseptif untuk melatih posisi tubuh dan mengontrol keseimbangan, sehingga dapat meningkatkan keseimbangan dan resiko jatuh pada lansia. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara square stepping exercise dan tandem walking exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis lansia. Metode: Penelitian menggunakan desain two group pre and post test yang dilakukan pada bulan Agustus-September 2024 di Gereja Kristen Jawa Susukan. Teknik pengambilan subjek dengan simple random sampling sebanyak 44 subjek. Kelompok I diberikan square stepping exercise dan kelompok II diberikan tandem walking exercise. Masing- masing kelompok mendapatkan perlakuan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Pengukuran keseimbangan diberikan sebelum perlakuan pertemuan 1 dan setelah perlakuan pertemuan 12 dengan timed up and go test (TUG Test). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji t berpasangan pada kelompok I p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian tandem walking exercise terbukti dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Namun pemberian square stepping exercise lebih efektif dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia dibandingkan pemberian tandem walking exercise.