Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Memahami Konstruksi Teologi Keindahan Paulus Eko Kristianto
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i2.98

Abstract

True beauty brings our joy in knowing and loving everything. God is perfect, while humans are limited. True love and joy breeds love for everything as they are. True happiness is always related to our true knowledge and love of true beauty and goodness. Based on this condition, this article tries to trace the source of that true beauty to God. The conceptual frame offered in this article is looking at God in the theology of beauty. This frame is obtained through library research methods on various relevant books and journals. This study concludes that if we do not love God as God exists or loves anything above all things, we do not have true joy in loving God. Abstrak Keindahan sejati mendatangkan kegembiraan kita dalam mengetahui dan mencintai segala sesuatu. Allah itu sempurna, sedangkan manusia itu terbatas. Cinta dan kegembiraan sejati melahirkan cinta terhadap segala sesuatu sebagaimana mereka ada. Kebahagiaan sejati selalu berhubungan dengan pengetahuan dan cinta kita yang sejati terhadap keindahan dan kebaikan sejati. Berpijak pada kondisi ini, artikel ini mencoba menelusuri sumber keindahan sejati tersebut pada Allah. Bingkai konseptual yang ditawarkan pada artikel ini yaitu memandang Allah dalam teologi keindahan. Bingkai ini diperoleh melalui metode penelitian pustaka terhadap berbagai buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa jika kita tidak mencintai Allah sebagaimana Allah ada atau mencintai apapun di atas segala sesuatu, kita tidak memiliki kegembiraan sejati dalam mencintai Allah.
Menelusuri Jejak dan Upaya Menghubungkan Sains dan Agama Kristianto, Paulus Eko
KURIOS Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v4i2.85

Abstract

Looking for a connection between science and religion to be a struggle of its own throughout history. Many thinkers and schools of thought try to formulate them, among them critical realism, anti-reductionism, creationism, and intelligent design. The hypothetical alignment connection is expected to provide transcontinental, trans-contextual, and global expanse of connections. The stretch here refers to the religion is supposed to illuminate science and vice versa. Science and religion must be strived to enter in the same best condition because both have sought the truth in various ways. If necessary, the connection is attempted to enter into integration, although occasionally it can enter into conflict methodology.   Abstrak Mencari hubungan antara sains dan agama menjadi pergumulan sendiri sepanjang sejarah. Banyak pemikir dan aliran pemikiran mencoba merumuskannya, di antaranya realisme kritis, anti reduksionisme, kreasionisme, dan intelligent design. Hubungan kesejajaran hipotetis diharapkan tersedianya bangunan hubungan bersifat transkontinental, transkontekstual, dan bentangan-bentangan global. Bentangan di sini merujuk pada agama diharapkan harus menerangi sains, dan sebaliknya. Sains dan agama harus diupayakan masuk dalam kondisi yang sama-sama terbaik karena keduanya telah mencari kebenaran https://colindancias.uvt.ro/ dengan berbagai jalan. Bila perlu, hubungan itu diupayakan masuk pada integrasi, walaupun sesekali bisa masuk ke metodologi konflik.