Eko Purnanto
Departemen Ilmu Penyakit Bedah, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD Dr. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Reny Yustika; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Indra Kumala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9581

Abstract

Abstrak: Hubungan Antara Pekerjaan Dengan Kejadian Nephrolithiasis DiRuang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.Nephrolithiasis adalah gangguan urologi yang disebabkan oleh pengendapansubstansi yang mengandung komponen Kristal dan matriks organik dalam air kemihatau zat-zat sisa hasil sekresi tubuh yang jumlahnya berlebihan mengendap di dalampelvis atau kaliks ginjal. Faktor resiko seperti jenis kelamin, usia, riwayat keluarga,asupan cairan yang kurang memadai, terlalu lama duduk di tempat bekerja, dan jugaobesitas dapat meningkatkan resiko secara signifikan terkait kasus batu salurankemih atau BSK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubunganantara pekerjaan dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUDDr. H. Abdul Moeloek provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2022 dengan teknik pengambilan yaitu total sampling sebanyak 68sampel. Hubungan antara pekerjaan dengan kejadian nephrolithiasis menunjukkanterdapat hubungan antara kedua variabel. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value= 0,027 maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pekerjaandengan kejadian nephrolithiasis. Dan dari analisis diperoleh pula nilai OR = 1,118artinya pasien dengan kategori pekerjaan sedang memiliki kecenderungan untukterjadinya nephrolithiasis dibandingkan pasien dengan pekerjaan berat. Dandiperoleh juga interval kepercayaan (0,333-3,753) dimana pada intervalkepercayaan tidak mengandung nilai odds ratio 1 sehingga menunjukkan adanyahubungan antara pekerjaan dengan dengan kejadian nephrolithiasis.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Kiki Maulana; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10063

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Usia Dan Jenis Kelamin Dengan KejadianNephrolithiasis Di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD DR. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Nephrolithiasis (batu ginjal) adalah salah satu penyakit ginjal,dimana terdapatnya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organikyang menjadi penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Menurut Global Burdenof Disease (GDB) bersama Disease and Injury Incidence and Prevalence Collabolatorstahun 2015 mencatat terdapat 22,1 juta kasus nephrolithiasis dan mengakibatkansekitar 16.100 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarausia dan jenis kelamin dengan nephrolithiasis di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulanOktober-November 2022 di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis diRuang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021-2022 sedangkan sampel yang diambil yaitu berjumlah 68 responden. Hasil penelitiandengan jumlah 68 responden berdasarkan usia menunjukan bahwa sebanyak 44orang (64,7%) terdiri dari kelompok usia 41-60 tahun, 12 orang (17,6%) terdiri darikelompok usia 21-40 tahun, dan untuk usia ≥ 61 tahun berjumlah 12 orang (17,6%).  Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin didapatkan data paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 44 orang (64,7%). Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetya; Dio Haris Jauhari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.9551

Abstract

Abstrak: Hubungan antara Obesitas dengan Kejadian Nephrolithiasis diRSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Nephrolithiasis (Batu Ginjal)yaitu keadaan tidak normal di dalam ginjal, dimana didalamnya mengandungkomponen kristal dan matriks organik. Salah satu faktor resiko yang memungkinkanseseorang menalami nephrolithiasis adalah kegemukan (Obesitas). Index MassaTubuh (IMT) merupakan sebuah alat untuk memantau bagaimana status gizi orangdewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antaraobesitas dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD Dr. H.Abdul Moeloek provinsi lampung. Penelitian ini bersifat observasional analitik.Dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalampenelitian ini adalah Total Sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji ChiSquare. Dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden, didapatkan 37 responden(69,8%) yang obesitas pada pasien nephrolithiasis, sedangkan untuk tidak obesitaspada pasien nephronlithiasis sebanyak 16 responden (30,2%). Pada pasien bukannephrolithiasis didapatkan 4 responden (26,7%) yang obesitas, dan 11 responden(73,3%). Berdasarkan hasil uji fisher exact test hasil penelitian menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,007 (≤0,05) yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikanantara obesitas dengan kejadian nephrolithiasis OR = 6. Terdapat hubungan yangsignifikan antara obesitas dengan kejadian nephrolithiasis di RSUD Dr. H. AbdulMoloek Provinsi Lampung.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Yogi Ari Ghopican; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.10428

Abstract

Abstrak : Faktor - Faktor Yang Berhubungan  Dengan Kejadian Nephrolithiasis Di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Nephrolithiasis atau batu ginjal yang merupakan suatu penyakit  yang terjadi pada  ginjal, ditemukannya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organik yang merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Menurut Global Burden of Disease (GDB) bersama Disease and Injury Incidence and Prevalence Collabolators tahun 2015 mencatat terdapat 22,1 juta kasus nephrolithiasis dan mengakibatkan sekitar 16.100 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September 2022 – Februari 2023 di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021-2022 sedangkan sampel yang diambil yaitu berjumlah 53 responden. Hasil penelitian berdasarkan IMT dari 53 responden faktor resiko tertinggi yaitu pada pasien yang mengalami obesitas sebanyak 32 responden memiliki IMT ≥ 25 dengan presentase 60.4%. Dan jika dilihat berdasarkan pekerjaan terdapat 21 responden memiliki pekerjaan berat dengan persentase 39,6%. Pasien nephrolithiasis berdasarkan usia faktor resiko tertinggi ada pada usia 41-60 tahun dengan presentase sebesar 62,25%. Dan jika berdasarkan jenis kelamin didapatkan faktor resiko tertinggi terjadi padi laki-laki dengan presentase 64,2%.
HUBUNGAN GAMBARAN ULTRASONOGRAFI (USG) GINJAL DENGAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN NEPHROLITHIASIS BERDASARKAN VISUAL, ANALOGUE, SCALE (VAS) DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Rani Rahmawati; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Alfi Wahyudi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.9580

Abstract

Hubungan Gambaran Ultrasonografi (USG) Ginjal Dengan Tingkat Nyeri Pada Pasien Nephrolithiasis Berdasarkan Visual, Analogue, Scale (VAS) Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Nephrolithiasis merupakan salah satu dari gangguan urologi yang disebabkan oleh pengendapan substansi yang mengandung komponen kristal dan matriks organik  dalam air kemih dari hasil sisa sekresi tubuh dengan jumlah yang berlebihan di dalam pelvis atau kaliks ginjal. Penyakit nephrolithiasis sebagian besar dialami oleh orang berusia 30-60 tahun, yaitu pada wanita 10% dan Pria 15%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi nephrolithiasis berdasarkan jenis kelamin, umur, mengetahui letak batu, dan mengetahui hubungan gambaran ultrasonografi (USG) ginjal dengan tingkat nyeri pada pasien nephrolithiasis berdasarkan visual, analogue, scale (VAS) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober - November 2022 di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian case control menggunakan total sampling dan analisis bivariat menggunakan chi square dengan program SPSS 26. Hasil penelitian didapatkan paling banyak pada jenis kelamin laki-laki 34 (64,2%). Usia 41-60 tahun sebanyak 34 (64,2%). Letak batu paling banyak di kaliks berjumlah 30 (56,6%). Tingkat nyeri ditemukan hasil terbanyak VAS 4-6 berjumlah 31 (58,5%). Dan p value = 0,027 pada analisis bivariat. Maka daapt disimpulkan bahwa terdapat hubungan gambaran ultrasonografi (USG) ginjal pada pasien nephrolithiasis dengan tingkat nyeri berdasarkan visual, analoge, scale (VAS).