Toni Prasetia
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Kiki Maulana; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10063

Abstract

Abstrak : Hubungan Antara Usia Dan Jenis Kelamin Dengan KejadianNephrolithiasis Di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD DR. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Nephrolithiasis (batu ginjal) adalah salah satu penyakit ginjal,dimana terdapatnya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organikyang menjadi penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Menurut Global Burdenof Disease (GDB) bersama Disease and Injury Incidence and Prevalence Collabolatorstahun 2015 mencatat terdapat 22,1 juta kasus nephrolithiasis dan mengakibatkansekitar 16.100 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarausia dan jenis kelamin dengan nephrolithiasis di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitiankuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulanOktober-November 2022 di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul MoeloekProvinsi Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis diRuang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021-2022 sedangkan sampel yang diambil yaitu berjumlah 68 responden. Hasil penelitiandengan jumlah 68 responden berdasarkan usia menunjukan bahwa sebanyak 44orang (64,7%) terdiri dari kelompok usia 41-60 tahun, 12 orang (17,6%) terdiri darikelompok usia 21-40 tahun, dan untuk usia ≥ 61 tahun berjumlah 12 orang (17,6%).  Sedangkan jika dilihat berdasarkan jenis kelamin didapatkan data paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 44 orang (64,7%). Terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN NEPHROLITHIASIS DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Yogi Ari Ghopican; Eko Purnanto; Nia Triswanti; Toni Prasetia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.10428

Abstract

Abstrak : Faktor - Faktor Yang Berhubungan  Dengan Kejadian Nephrolithiasis Di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Nephrolithiasis atau batu ginjal yang merupakan suatu penyakit  yang terjadi pada  ginjal, ditemukannya batu yang mengandung komponen kristal dan matriks organik yang merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Menurut Global Burden of Disease (GDB) bersama Disease and Injury Incidence and Prevalence Collabolators tahun 2015 mencatat terdapat 22,1 juta kasus nephrolithiasis dan mengakibatkan sekitar 16.100 kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian nephrolithiasis di ruang rawat inap bedah RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan September 2022 – Februari 2023 di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien urolithiasis di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021-2022 sedangkan sampel yang diambil yaitu berjumlah 53 responden. Hasil penelitian berdasarkan IMT dari 53 responden faktor resiko tertinggi yaitu pada pasien yang mengalami obesitas sebanyak 32 responden memiliki IMT ≥ 25 dengan presentase 60.4%. Dan jika dilihat berdasarkan pekerjaan terdapat 21 responden memiliki pekerjaan berat dengan persentase 39,6%. Pasien nephrolithiasis berdasarkan usia faktor resiko tertinggi ada pada usia 41-60 tahun dengan presentase sebesar 62,25%. Dan jika berdasarkan jenis kelamin didapatkan faktor resiko tertinggi terjadi padi laki-laki dengan presentase 64,2%.