Alfath Habbie
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER KOMBINASI ICS/LABA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK DENGAN ASMA DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Alfath Habbie; Neno Fitriyani Hasbie; Jordy Oktobiannobel; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10062

Abstract

Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler Kombinasi ICS/LABA dan Quality of Life Pada Pasien PPOK Dengan Asma Di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Penyakit Paru Obstruktif  Kronik (PPOK) dan Asma terjadi dari dua patofisiologi, etiologi dan agen penyebab yang berbeda. Tetapi terdapat penyakit dengan ciri dan gejala Asma dan PPOK secara bersamaan, penyakit ini merupakan Asthma COPD Overlape Syndrome (ACOS). ACOS adalah penyakit pernapasan kronis dengan gejala asma dan PPOK yang tumpang tindih. Tingginya akan tingkat kepatuhan terhadap terapi pada pasien PPOK dengan Asma akan memberikan efek yang baik pada perbaikan quality of life pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan inhaler kombinasi ICS/LABA dan quality of life pada pasien PPOK dengan Asma. Menggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampel dilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU. Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK dengan Asma yang menggunakan inhaler kombinasi ICS/LABA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 96 orang (48%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 25 orang (12,5%). Sedangkan berdasarkan tingkat quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 166 orang (83%) dan paling sedikit pada tingkat quality of life tidak baik, yaitu 34 orang (17%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 96 orang (48%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 166 orang (83%).