Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER LAMA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Dea Putri Egiestine; Jordy Oktobiannobel; Neno Fitriyani Hasbie; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10061

Abstract

Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler Lama dan Quality of life Pada Pasien PPOK Di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2022. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu  penyakit umum, dapat dicegah dan dapat diobati yang ditandai dengan adanya gejala pernapasan yang persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan jalan napas atau alveolus biasanya disebabkan oleh paparan yang signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya dan dipengaruhi oleh adanya faktor pejamu. Efektifnya tingkat kepatuhan terhadap terapi pada pasien PPOK akan memberikan efek yang baik pada perbaikan Quality of life pasien. Mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan inhaler LAMA dan Quality of life pada pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan Quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampel dilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK yang menggunakan inhaler LAMA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan sedang 91 orang (45,5%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 42 orang (21%). Sedangkan berdasarkan tingkat Quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat Quality of life baik, yaitu sebanyak 158 orang (79%) dan paling sedikit pada tingkat Quality of life tidak baik ,yaitu 42 orang (21%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan sedang, yaitu sebanyak 91 orang (45,5%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat Quality of life baik, yaitu sebanyak 158 orang (79%).
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER KOMBINASI ICS/LABA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK DENGAN ASMA DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Alfath Habbie; Neno Fitriyani Hasbie; Jordy Oktobiannobel; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10062

Abstract

Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler Kombinasi ICS/LABA dan Quality of Life Pada Pasien PPOK Dengan Asma Di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Penyakit Paru Obstruktif  Kronik (PPOK) dan Asma terjadi dari dua patofisiologi, etiologi dan agen penyebab yang berbeda. Tetapi terdapat penyakit dengan ciri dan gejala Asma dan PPOK secara bersamaan, penyakit ini merupakan Asthma COPD Overlape Syndrome (ACOS). ACOS adalah penyakit pernapasan kronis dengan gejala asma dan PPOK yang tumpang tindih. Tingginya akan tingkat kepatuhan terhadap terapi pada pasien PPOK dengan Asma akan memberikan efek yang baik pada perbaikan quality of life pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaan inhaler kombinasi ICS/LABA dan quality of life pada pasien PPOK dengan Asma. Menggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan studi cross sectional. Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 dan quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampel dilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU. Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK dengan Asma yang menggunakan inhaler kombinasi ICS/LABA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 96 orang (48%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 25 orang (12,5%). Sedangkan berdasarkan tingkat quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 166 orang (83%) dan paling sedikit pada tingkat quality of life tidak baik, yaitu 34 orang (17%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 96 orang (48%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 166 orang (83%).
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER KOMBINASI LABA/LAMA DAN QUALITY OF LIFE PADA PASIEN PPOK KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG Lia Amelia; Jordy Oktobiannobel; Neno Fitriyani Hasbie; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i5.10060

Abstract

Abstrak: Gambaran Kepatuhan Penggunaan Inhaler KombinasiLABA/LAMA dan Quality of Life Pada Pasien PPOK Kabupaten PringsewuProvinsi Lampung Tahun 2022. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalahpenyakit yang dapat dicegah dan juga dapat diobati yang ditandai dengan adanyagejala gangguan pernapasan yang persisten dan adanya keterbatasan aliran udarayang disebabkan oleh kelainan jalan napas dan atau alveolus biasanya disebabkanoleh paparan yang signifikan terhadap partikel ataupun gas yang berbahaya dandipengaruhi oleh beberapa faktor pejamu. Tingginya tingkat kepatuhan terhadapterapi pada pasien PPOK akan memberikan efek yang baik pada perbaikan quality oflife pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran kepatuhan penggunaaninhaler kombinasi LABA/LAMA dan quality of life pada pasien PPOK. Penelitianmenggunakan deskriptif observasional dengan pendekatan studi cross sectional.Parameter yang digunakan adalah tingkat kepatuhan menggunakan kuesionerMMAS-8 dan quality of life menggunakan kuesioner SGRQ. Pengambilan sampeldilakukan di Klinik Harum Melati dan RSU Wisma Rini Pringsewu Lampung. Didapatkan 200 populasi pasien PPOK yang menggunakan inhaler kombinasi LABA/LAMA. Berdasarkan hasil pada penelitian ini didapatkan tingkat kepatuhan pasien lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 98 orang (49%) dan lebih sedikit pada tingkat kepatuhan rendah, yaitu 35 orang (17,5%). Sedangkan berdasarkan tingkat quality of life pasien paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 165 orang (82,5%) dan paling sedikit pada tingkat quality of life tidak baik, yaitu 35 orang (17,5%). Gambaran pasien didapatkan lebih banyak berada pada tingkat kepatuhan tinggi, yaitu sebanyak 98 orang (49%) dan didapatkan paling banyak berada pada tingkat quality of life baik, yaitu sebanyak 165 orang (82,5%).