Anisya Putri Ertani Daulay
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Produksi dan Transaksi Jual Beli Parfum Dalam Perspekstif Islam (Studi Kasus Toko Parfum PVR dan Parfum Alfadh): Produksi Islam Nopita Rahma; Anisya Putri Ertani Daulay; Rizqa Amelia
JUEB : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): JUEB: Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman semakin pesat membuat kebutuhan manusia semakin meningkat. Kebutuhan tersebut kadangkala haruslah terpenuhi sebagai pelengkap dari kepuasan diri. Oleh karena itu, Produksi berperan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Produksi merupakan kegiatan yang menghasilkan barang ataupun produk yang diperjual belikan. Dari kegiatan produksi yang diperjual belikan maka akan melakukan sebuah transaksi dimana transaksi tersebut haruslah sesuai dengan prinsip syariah. Contohnya seperti kegiatan usaha yang dilakukan PVR dan Alfadh Parfum yang berada di wilayah Perbauangan dan kota Medan. Kedua usaha tersebut memproduksikan parfum dengan bibit yang berkualitas sehingga memberikan kepuasan kepada konsumen/pelanggan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif yang bertujuan menganalisis kegiatan produksi dan transaksi jual beli yang dilakukan oleh PVR dan Alfadh Parfum. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah metode pengamatan,wawancara, dan studi pustaka. Narasumber yang bekerja dikedua toko tersebut menjadi responden untuk menelusuri informasi dari gambaran kegiatan produksi dan transaksi jual beli, kegiatan tersebut penting dalam kegiatan jual beli.Hasil diperoleh ialah PVR dan Alfadh Parfum sudah menerapkan kaidah islam kegiatan produksi jual belinya. Keduanya menjual produk yang halal, melakukan akad jual beli, menepati janji kontrak, memenuhi sesuia.Produksi dan transaksi jual beli yang dilakukan PVR dan Alfadh Parfum sama kegiatan yang dianjurkan kaidah islam ilmu al-quran maupun hadist.
The Role of Sharia Microfinance Institutions in Fulfilling the Capital Needs of Micro, Small and Medium Enterprises: Case Study of BPRS AL WASLIYAH MEDAN Aura sabbrina; Anisya Putri Ertani Daulay; Shara Jumiati Siregar; Irfan Andinata; fitri hayati
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 23 No. 1 (2025): Primanomics : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/pe.v23i1.3470

Abstract

This research aims to analyze the role of sharia microfinance institutions, with a focus on PT. BPRS Al-Washliyah, in providing capital financing for MSME players, as well as identifying factors that influence the effectiveness of sharia financing in supporting the development of small businesses. One of the main challenges faced is the lack of understanding by MSME actors regarding the principles of sharia finance, thus hampering the use of these services. This research uses a qualitative descriptive approach through interviews, observations and documentation analysis to explore the relationship between sharia microfinance institutions and the growth of MSMEs, as well as finding solutions to the obstacles faced. The research results show that the Murabahah financing scheme implemented by PT. BPRS Al-Washliyah is in accordance with sharia principles as regulated in DSN Fatwa Number 04/DSN-MUI/IV/2000. This financing provides easy capital with a ceiling of up to 50 million rupiah, which contributes to the business development of MSME players. However, collateral requirements remain a challenge for some customers. To overcome these obstacles, banks implement strategies such as in-depth credit analysis, regular monitoring, and competitive product promotions. These steps demonstrate the bank's commitment to supporting the growth of MSMEs, strengthening the local economy, and encouraging sharia-based financial inclusion in society.
INOVASI DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL DAUN SEREH MENJADI SPRAY ANTI-NYAMUK DI DESA KEBUN KELAPA, SECANGGANG Dwi Setia Ningsih; Namira Zaskia; Regina Evi Sagita Br Sembiring; Asnil Aidah Ritonga; Anisya Putri Ertani Daulay; Rasikah Firjatullah Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v1i3.1335

Abstract

Pemanfaatan daun sereh (Cymbopogon Citratus) sebagai bahan dasar pembuatan spray anti-nyamuk merupakan upaya pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah nyamuk di lingkungan pedesaan dengan pendekatan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kebun Kelapa, yang memiliki potensi besar dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang efektivitas daun sereh, mengembangkan formulasi optimal spray, dan menganalisis potensi ekonomi dari produk ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kualitatif, dengan pengambilan data melalui observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa spray dengan konsentrasi 10% dan 15% efektif mengusir nyamuk, memberikan perlindungan 70-80% selama 2-3 jam, serta aman untuk digunakan. Pemanfaatan daun sereh tidak hanya menyediakan solusi berkelanjutan untuk pengendalian nyamuk, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi desa dengan memberdayakan petani dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini melibatkan masyarakat, termasuk ibu-ibu PKK, dalam proses pembuatan spray, dan memberikan pelatihan serta materi edukasi. Masyarakat menunjukkan penerimaan positif terhadap produk ini, menghargai keamanannya, dan cenderung menghindari bahan kimia berbahaya. Dengan dukungan pelatihan dan sumber daya, proyek ini berpotensi memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Daun Serai, Anti Nyamuk, Pemanfaatan Sumber Daya Alam