Nurkholis Syukron
Universitas Musamus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Kegiatan Pariwisata Berbasis Komunitas Nurkholis Syukron; Frederikus Antonius Mana
SOCIETAS Vol 12 No 2 (2023): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v12i2.5460

Abstract

The purpose of this study was to determine the strategy for empowering community-based tourism activities in the Wasur Tourism Area, Merauke Regency. The grand theory used as an analytical tool in this study is strategic management theory combined with community-based tourism theory. This research was compiled through the use of qualitative analysis which was described through descriptive writing methods. This research was conducted in the Wasur Tourism Area, Merauke Regency. Determination of research informants uses criteria that are relevant to the study to be discussed (purposive). The results of the research that has been carried out show that the use of resources in the aspect of community based tourism in the Wasur Tourism Area, Merauke Regency has not been utilized properly by the parties involved in tourism activities in the region. Regulations that specifically regulate tourism activities in the Merauke Regency area have not yet been issued to regulate all aspects related to tourism activities. Thus, tourism activities in locations with great potential such as the Wasur Tourism Area, Merauke Regency are not optimally and significantly exposed. The recommendations that can be given by researchers based on research results are that the Merauke Regency Government should start drafting regulations that can specifically regulate tourism activities in their area and invite local communities to participate in promoting tourism activities in the Wasur Tourism Area.
Advokasi Kebijakan Literasi Finansial Dalam Rangka Memberantas Praktik Penipuan Berkedok Investasi Bodong: Advokasi Kebijakan Literasi Finansial Dalam Rangka Memberantas Praktik Penipuan Berkedok Investasi Bodong My Ismail; Nurkholis Syukron; Adi Maulana Rachman
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v3i1.1006

Abstract

Abstrak. Maraknya kasus penipuan berkedok investasi bodong menjadi permasalahan serius yang menimbulkan kerugian ekonomi signifikan bagi masyarakat. Salah satu penyebab utama kerentanan masyarakat terhadap praktik ini adalah rendahnya literasi finansial, terutama pemahaman tentang ciri-ciri investasi legal dan pengelolaan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya advokasi kebijakan literasi finansial sebagai langkah strategis dalam memberantas praktik penipuan investasi bodong. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur dan analisis kebijakan, dengan meninjau program literasi finansial yang telah ada, tantangan implementasinya, serta peran sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi finansial yang baik tidak hanya membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar keuangan, tetapi juga meningkatkan kemampuan kritis dalam mengevaluasi penawaran investasi. Selain itu, advokasi kebijakan yang efektif membutuhkan integrasi program literasi finansial ke dalam kurikulum pendidikan, kampanye kesadaran publik, dan penguatan regulasi untuk mencegah praktik investasi ilegal. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa advokasi kebijakan literasi finansial memiliki peran penting dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif investasi bodong. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan kerjasama antar pemangku kepentingan, peningkatan akses informasi, serta pengawasan ketat terhadap aktivitas investasi. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih tanggap dan terlindungi dari risiko penipuan investasi.