Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan dan Pendampingan Kewirausahaan dengan Analisis Business Model Canvas (BMC) Bagi Pelaku UMKM: Desa Cilember Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Dyah Handayani Dewi; Achmad Firdaus; Nova Riandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Vol 2 No 1 (2023): DIMAS-UNDAR
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/dimas-undar.v2i1.2105

Abstract

Business model canvas (BMC) adalah kerangka kerja manajemen bisnis yang dibuat untuk merancang bagaimana strategi bisnis akan dijalankan. Business Model Canvas terdiri dari sembilan elemen penting, yaitu: 1. Customer Segments, 2. Value Propositions, 3. Channels, 4. Customer Relationships, 5. Revenue Streams, 6. Key Activities, 7. Key Resources, 8. Key Partners , 9. Struktur Biaya. Model Canvas ini diharapkan dapat memberikan perubahan dalam peningkatan produksi UMKM di Desa Cilember, khususnya bagi para pelaku usaha yang terdampak pandemi COVID-19. Seperti diketahui, UMKM merupakan ujung tombak penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dengan adanya pendampingan yang diberikan oleh Tim kepada para pelaku usaha di Desa Cilember akan dapat meningkatkan kemandirian baik secara individu maupun kelompok usaha.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Menggunakan Jasa Bank Emok Di Desa Cilember Kecamatan Cisarua Dyah Handayani Dewi; M Dimyati Sudja; Nova Riandi
Journal of Public Power Vol. 6 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.877 KB) | DOI: 10.32492/jpp.v6i1.6106

Abstract

Uang merupakan suatu benda yang pada dasarnya berfungsi sebagai alat tukar, alat penyimpan nilai, alat satuan hitung, dan ukuran pembayaran. Uang juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena sebagai pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat sehingga dapat mencapai kesejahteraan. Dengan uang, masyarakat bisa melakukan apapun yang diinginkan dalam artian kebutuhan bisa tercapai. Salah satu sumber untuk mendapatkan uang adalah Bank Emok. Bank Emok adalah berasal dari jawa barat diambil dari bahasa sunda yang artinya duduk lesehan, artinya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan sangat mudah tanpa langkah-langkah yang menyusahkan. Tetapi akan menghasilkan bunga yang sangat tinggi atau mencekik. Akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan keinginan masyarakat Desa Cilember dalam melakukan hal tersebut. Masyarakat Desa Cilember rela berhutang kepada Bank Emok yang mana diiming-imingi dengan uang yang keluar cepat dan proses yang mudah. Hal ini menjadikan masyarakat terhipnotis akan kemudahan dalam mendapatkan uang. Karena pada dasarnya semua orang rela melakukan apapun untuk mendapatkan uang. Sehingga Bank Emok dengan mudah masuk kedalam lingkungan masyarakat khususnya masyarakat Desa Cilember. Oleh karena itu pada penelitian ini, peneliti mampu menganalisis apa saja yang menjadi faktor yang mempengaruhi masyarakat Desa Cilember menggunakan jasa Bank Emok dengan menggunakan metode- metode penelitian yang signifikan dan tepat sasaran.
Hierarchical Framework for Determining E-Commerce Platforms for SMEs: AHP Approach Based on Marketing and Operational Perspectives Nova Riandi; Muhammad Farhan
International Journal Business and Entrepreneurship Vol 3 No 1 (2026): March
Publisher : ICON Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71154/ewpxva45

Abstract

The rapid growth of digital commerce has created new opportunities for small and medium-sized enterprises (SMEs) to expand market reach and improve business efficiency through e-commerce platforms. However, the increasing number of available platforms makes the selection process more complex, as each platform offers different marketing and operational features. This study aims to develop a hierarchical decision-making framework to determine the most suitable e-commerce platform for SMEs by integrating marketing and operational perspectives. The research applies the Analytic Hierarchy Process (AHP) to evaluate multiple criteria and rank alternative platforms. The evaluation framework consists of two main perspectives—marketing and operational—with twelve sub-criteria derived from the literature on digital platforms and SME digitalization. Data were collected through expert judgments using pairwise comparison questionnaires and analyzed using the AHP method to determine criteria weights and platform priorities. The results show that the marketing perspective has a higher priority weight than the operational perspective, indicating that SMEs prioritize market reach, promotional tools, and customer engagement when selecting platforms. The final ranking reveals that Shopee is the most suitable platform for SMEs, followed by Tokopedia, TikTok Shop, and Lazada. This study provides a structured decision-support framework that can help SMEs evaluate and select e-commerce platforms more systematically.