Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYEDIAAN FASILITAS PEJALAN KAKI BAGI DISABILITAS PADA TAMAN KOTA AKTIF DI SEMARANG Felicia Ellen Kristanto Rahardjo; L.M.F Purwanto; Robert Rianto Widjaja
Tesa Arsitektur Vol 21, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i1.5862

Abstract

Pemerintah Kota Semarang sedang membenahi taman kota, disampaikan oleh Walikota Semarang. Namun beberapa taman yang diperbaiki belum memberikan akses yang mudah bagi disabilitas. Pemerintah mengakui bahwa infrastruktur di Semarang belum ramah bagi disabilitas, sehingga itu Dinas Perumahan dan Permukiman Semarang berupaya untuk membangun taman-taman kota yang ramah bagi disabilitas. Komunitas Disabilitas Kota Semarang yang bergerak dalam meningkatkan kesadaran mengenai kesetaraan hak bagi disabilitas dan terlibat untuk memberikan kritik dan masukan untuk mewujudkan Semarang sebagai kota yang ramah bagi disabilitas. Studi ini bertujuan untuk mencari penyebab belum tercapainya kemudahan akses bagi disabilitas pada fasilitas pejalan kaki taman kota yang memenuhi standar kebutuhan ruang publik. Pengumpulan data pada dilakukan dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan Pemerintah Kota Semarang dan CSR serta pengambilan data berupa gambar dan pengukuran yang diperlukan untuk analisis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan mengambil beberapa taman aktif di Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai penyediaan fasilitas pejalan kaki yang layak dan sesuai dengan standar disabilitas, baik oleh pihak penyedia maupun pekerja sehingga taman-taman di Kota Semarang masih belum dapat diakses oleh disabilitas.
Implementasi Corak Sarung Samarinda Terhadap Elemen Citra Bangunan di Kawasan Citra Niaga Samarinda Muhammad Fadikurrohman; Robert Rianto Widjaja; V.G.Sri Rejeki
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Impresi Indonesia (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i9.8071

Abstract

Kawasan Citra Niaga Samarinda merupakan salah satu kawasan bersejarah yang memiliki nilai penting sebagai pusat perdagangan, interaksi sosial, dan aktivitas masyarakat kota, sekaligus berperan sebagai representasi identitas visual perkotaan yang mencerminkan karakter khas kota. Namun, identitas lokal yang tercermin pada citra bangunan di kawasan tersebut masih belum merepresentasikan budaya Samarinda secara optimal. Salah satu potensi budaya lokal yang dapat diangkat adalah corak Sarung Samarinda, yang memiliki nilai filosofis mendalam, karakter visual yang khas, serta makna budaya yang kuat dan telah menjadi identitas turun-temurun masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi implementasi corak Sarung Samarinda ke dalam elemen citra bangunan di kawasan bersejarah Citra Niaga Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai konteks kawasan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur, serta wawancara mendalam dan semi-terstruktur dengan budayawan, pengrajin Sarung Samarinda, akademisi, dan pihak pengelola kawasan sebagai narasumber kunci. Analisis dilakukan melalui identifikasi karakter visual dan makna filosofis corak Sarung Samarinda, identifikasi elemen-elemen citra bangunan kawasan, serta analisis kesesuaian antara karakter corak dengan berbagai elemen bangunan yang berpotensi menjadi media implementasi. Hasil penelitian berupa strategi implementasi dalam bentuk rekomendasi konkret mengenai pemilihan corak, penempatan, dan bentuk penerapan pada elemen fasad, ornamen, serta elemen estetika bangunan lain yang sesuai dengan nilai budaya Sarung Samarinda dan karakter kawasan bersejarah Citra Niaga. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas lokal, meningkatkan citra kawasan, dan menjadi acuan dalam pengembangan kawasan bersejarah yang berbasis budaya lokal, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya Kalimantan Timur secara berkelanjutan.