Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PAKSAAN NIKAH DALAM PRAKTIK REK SEREK DI DESA KATOL BARAT KECAMATAN GEGER KABUPATEN BANGKALAN Nurul Mahmudah; Ja'far Shodiq; Syamsul Arifin
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 19 No. 1 (2023): Al-Mizan (e-Journal)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/am.v19i1.2999

Abstract

Forced marriage by the village head has apposed 26th subsection in Peraturan Daerah (the Regional Regulation) Number 6 of 2014  concerning the Village that the village head has no authority of forcing the marriage and Article 6 paragraph (1) Law Number 1 of 1974 concerning Marriage that forbids marriage forced and must get agreement from brides. But this practice has been done for a long time ago and have supported by the societies of Katol Barat people. This research has been classified into field research. Used data is primary. The process of gathering data use the interview method. The data has been analyzed by descriptive qualitative method. Checking the validity of the data is done by using the technique of triangulation. The result of the research shows: (1) in the perspective of progressive law, marriage forced in the rek serek case is suitable with principles of progressive law, (2) in sadd al-dzari’ah perspective, marriage forced in the rek serek case is as mediation for behavior that has benefit. Because of that, the realization of it must be supported, and (3) a comparison between progressive law and sadd al-dzari’ah (prevent harm) includes the similarities and the differences. Progresif law and sadd al-dzari’ah have an equation to appear the benefit for people and go off the mainstream of laws. The difference between both is placed in the ontology, epistemology,  and axiology area
STUDI PEMAKNAAN MAHASISWA DI KOTA MALANG TERHADAP BERITA TERORISME M Ainun Najib; Ja'far Shodiq
MODERATIO: Jurnal Moderasi Beragama Vol 2 No 2 (2022): MODERASI BERAGAMA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian lapangan ini untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa non muslim di kota malang memberikan makna pada berita terorisme seperti bom bali, aksi teror di Sarinah Plaza dan penembakan di orlando Amerika serikat yang selalu dikaitkan dengan umat islam. Apakah terorisme dimaknai sebagai bagian dari ajaran isam atau tidak. Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan untuk memberikan makna pada simbol. Makna itu diperoleh dari interaksi individu dengan lainnya. Seperti yang digagas oleh Herbert Blummer. Dan dalam teori connectivitas Edwad Lee Thorndike, hubungan antara berita dan makna dilihat sebagai stimuli dan respon. Semakin sering terjadi hubungan antara berita dan makna, semakin kuat pula hubungan keduanya. Pada saatnya makna akan menjadi makna tunggal. Hasil penelitian yang telah dilkukan, mahasiswa memaknai berita terorisme, bahwa aksi teror yang dilakukan tidak bisa dilepaskan dari ajaran islam. Makna itu dikonstruk berdasarkan interaksi mereka dengan mahasiswa yang lain. Semakin sering mereka menemukan berita terorisme, semakin sering pula mereka melakukan pemaknaan. Dengan demikian, hubungan antara makna dan berita akan semakin kuat. Di samping itu, ada juga kalangan mahasiswa yang memaknai, bahwa aksi teror merupakan inisiatif pribadi, tidak memiliki hubungan dengan agama. Ajaran agama tidak mengajarkan kekerasan.