Nora Idiawati
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kandungan Klorofil-a dan Karotenoid Pada Eucheuma cottoni yang Dibudidayakan Kedalaman Berbeda di Teluk Cina Pulau Lemukutan Sukal Minsas; Aldhea Rachma Nanda; Syarif Irwan Nurdiansyah; Nora Idiawati; Sepridawati Siregar
Jurnal Kelautan Tropis Vol 26, No 2 (2023): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v26i2.15950

Abstract

Seaweed is one of the low-level plant species in the algae group that lives in water which carries out the process of photosynthesis and requires light. The purpose of this study was to see the content of chlorophyll-a and carotenoids at different depths and to determine the correlation between the content of chlorophyll-a and carotenoids with their physical and chemical parameters. This research was conducted in the waters of the Chinese Bay of Lemukutan Island. The method used in this cultivation is floating cages. The benefit of this research is to determine the optimal content of chlorophyll-a and carotenoids, as well as to provide information that can be studied in the Health and Pharmaceutical Sections. Seaweed cultivation is carried out for 50 days from February to April 2022 on Lemukutan Island. Eucheuma cottoni seaweed was cultivated at a depth of 30 cm, 60 cm and 90 cm. Measurement of chlorophyll-a and carotenoid content was carried out in the laboratory using a spectrophotometer and analyzed using ANOVA on SPSS. This study found that the chlorophyll-a content at a depth of 30 cm was 2.209 mg/g, at a depth of 60 cm was 1.706 mg/g, and at a depth of 90 cm was 1.970 mg/g. As for the carotenoid content, at a depth of 30 cm, it was 0.281 mg/g, at a depth of 60 cm, it was 0.275 mg/g and at a depth of 90 cm, it was 0.337 mg/g.  Rumput laut merupakan salah satu jenis tumbuhan tingkat rendah pada golongan alga yang hidup di air yang melakukan proses fotosintesis dan memerlukan cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kandungan klorofil-a dan karotenoid terhadap kedalaman yang berbeda dan mengetahui korelasi antara kandungan klorofil-a dan karotenoid dengan parameter fisika dan kimianya. Penelitian ini dilakukan di perairan Teluk Cina Pulau Lemukutan. Metode yang dipakai dalam budidaya ini yaitu keramba apung. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan klorofil-a dan karotenoid yang optimal, serta memberikan informasi yang dapat dikaji dibagian Kesehatan dan farmasi.  Budidaya rumput laut ini dilakukan selama 50 hari dari bulan Februari-April 2022 di Pulau Lemukutan. Rumput laut Eucheuma cottoni dibudidayakan pada kedalaman 30 cm, 60 cm, dan 90 cm. Pengukuran kandungan klorofil-a dan karotenoid dilakukan di laboratorium menggunakan alat spektofotometri dan dianalisis menggunakan ANOVA pada SPSS. Penelitian ini mendapatkan kandungan klorofi-a pada kedalaman 30 cm yaitu 2,209 mg/g, kedalaman 60 cm yaitu 1,706 mg/g, dan kedalaman 90 cm yaitu 1,970 mg/g. Sedangkan untuk kadungan karotenoid yaitu pada kedalaman 30 cm yaitu 0,281 mg/g, kedalaman 60 cm yaitu 0,275 mg/g dan kedalaman 90 cm 0,337 mg/g.
Screening Squalene dari Hati Hiu Non Appendiks Carcharhinus brevipinna di PPN Pemangkat Kalimantan Barat Dwi Imam Prayitno; Nadiya Nadiya; Nora Idiawati; Dwi Ari Priyatno
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.39408

Abstract

Tangkapan hiu di PPN Pemangkat Kalimantan Barat dari bulan Mei sampai Agustus tahun 2022, menunjukkan hiu Non Appendiks lebih dominan,dengan presentase sebagai berikut: 88, 87,50, 85,71dan75% dari keseluruhan jumlah tangkapanhiu. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kandungan minyak hati hiu Non Appendiks jenis Carcharhinus brevipinna. Untuk menghasilkan minyak kaya squalene dan senyawa lainnya dilakukan ekstraksi menggunakan metode dry rendering dengan alat vakum drying pada perlakuan suhu 50oC selama 8 jam, kemudian sampel minyak hati Carcharhinus brevipinna dianalisis menggunakan GC-MS (Gas Chromatography Mass Spectrometry) Shimadzu QP 2010. Hasil analisis menunjukkan kandungan senyawa squalene sebesar 27,60% selain itu terdapat kandungan senyawa lain seperti SFA (Saturated Fatty Acid), MUFA (MonoUnsaturated Fatty Acid), PUFA (PolyUnsaturated Fatty Acid) memiliki nilai kandungan 49,44, 14,77dan 35,80%. Penelitian ini menunjukkan bahwa hiu Non Appendiks yang secara statistik mendominasi hasil tangkapan nelayan PPN memiliki potensi sebagai sumber baru squalene selain hiu Appendiks, namun masih perlu peninjauan kembali tentang populasi hiu Carcharhinus brevipinna dan metode ekstraksi untuk menghasilkan kandungan squalene yang berorientasi konservasi dalam menjaga kelestarian hiu.