Marlin Marlin
Universitas Sulawesi Tenggara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Customary Payment to Achieve A Justice in The Land Disputes Marlin Marlin; Farida Patittingi; Suriani BT Tolo
Al-'Adl Vol 14, No 1 (2021): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v14i1.2408

Abstract

The indigenous people of South Konawe highly uphold the Tolaki customary law from ancient times to the present, namely through the Kalosara media, which is considered very sacred to its existence. Land dispute resolution through customary payment has a purpose to restore disturbed conditions caused by the disputing parties. This research examines and describes the implementation of customary payments for land disputes, whether it can fulfill a sense of justice for the indigenous people of South Konawe. The research uses some secondary data through literature studies and primary data through the interview. The result indicates that the customary payment in giving a sense of justice in land disputes in South Konawe is considerably applicable. However, a comprehensive study is needed to find the justice which is aspired by the Tolaki Indigenous People in South Konawe. 
Penerimaan Warisan Anak Angkat Menurut Hukum Adat Tolaki Kabupaten Konawe Selatan Hj. Suriani Bt Tolo; Marlin Marlin
Sultra Research of Law Vol 2 No 1 (2020): Sultra Research Of Law
Publisher : Pascasarjana Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/surel.v2i1.21

Abstract

Pelaksanaan pembagian harta warisan terhadap anak angkat pada lingkungan masyarakat Adat Suku Tolaki masih sering terjadi dengan mengesampingkan ketentuan hukum waris yang terdapat pada KUHPerdata maupun hukum waris Islam. Bila kepentingan masyarakat menghendakinya karena masyarakat Suku Tolaki lebih mementingkan asas kebersamaan, kerukunan, kedamaian melalui musyawarah mufakat yang menjadi satu bagian dalam kehidupan bermasyarakat sejak dahulu kala sampai sekarang. Bahwa hambatan dalam pelaksanaan pembagian warisan terhadap anak angkat disebabkan orang tua angkat bertempat tinggal di daerah lain pada saat terjadinya pembagian harta warisan hal ini dimungkinkan anak angkat tidak mempunyai komunikasi lancer lagi dengan orang tua angkatnya sehingga kejelasan penerimaan warisan tidak pasti lagi karena harus menunggu waktu yang tepat untuk mengkomunikasikan kembali pada orang tua angkatnya. Lebih lanjut bila kedua orang tua angkat telah bercerai sehingga tempat tinggal kedua orang tua angkat sudah berpindah-pindah alamat sehingga sulit untuk komunikasikan harta warisan yang akan di dapat oleh anak angkat dan bilamana hal ini terjadi tetap dikembalikan dari keluarga orang tua angkat yang pernah mengetahui tentang adanya bagian harta warisan yang akan diberikan kepada anak angkat disertai dengan persetujuan tokoh-tokoh adat dan pemerintah desa setempat.