Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Foklor Kearifan Lokal Peninggalan Sejarah Waruga sebagai Wisata Budaya di Desa Sawangan Minahasa Utara Yurike Sintia Lewan
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25362

Abstract

Aktifitas melihat pertujukan seni   festival budaya dan mengunjungi rumah-rumah tradisional serta mengunjungi peninggalan-peninggalan budaya seperti cagar budaya dan museum disebut dengan wisata pusaka atau wisata budaya . Kekayaan budaya yang dapat dilihat berupa cagar budaya yang merupakan peninggalan sejarah di masa lampau. Cagar budaya merupakan hasil kreasi dari kehidupan manusia dalam pengetahuan  kehidupan  /kearifan local masyarakat di suatu daerah. Sulawesi Utara khususnya di Minahasa Utara di kecamatan Airmadidi di Desa Sawangan terdapat situs peningglan sejarah berupa kuburan tua yang dinamakan Waruga. Tujuan Penelitian ini mengidentifikasi dan mengklarifikasi serta mendeskripsikan foklor  destinasi wisata waruga ; nilai-nilai kearifan lokal  masyarakat Minahasa Utara lewat foklor  destinasi Wisata Budaya Waruga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan data berdasarkan kenyataan secara objektif. Penelitian menghasilkan atau merangkum serta mendokumentasikan foklor   kearifan lokal desinasi wisata budaya Waruga Desa Sawangan Minahasa Utara yang dapat dijadikan buku panduan wisata budaya  yang digunakan oleh tour guide dan tour plenner yang didalamnya berisi sejarah, kearifan lokal berupa foklar untuk diceritakan/ storytelling kepada wisatawan yang berkunjung di objek wisata Waruga di Kabupaten Minahasa Utara. Hasil Penelitian ini disimpulkan foklor dalam detinasi wisata waruga merupakan hasil peninggalan sejarah pada masa yang telah lewat mencerminkan kehidupan masyarakat pada saat penguburan dan  mencerminkan penguasaan dari nenek moyang dalam hal memahat batu membuat ukiran dengan hiasan yang indah  yang bermakna semua memberikan gambaran bahwa masyarakat pendukung yang memiliki nilai estetika dan  menghormati roh orang yang meninggal sebagai leluhur. Kearifan lokal kelompok masyarakat menganut tiga  kepercayaan yaitu: nilai kesejarahan, nilai mitologi dan nilai religius. Nilai-nilai luhur dari peninggalan budaya mengambarkan peradaban dari masyarakat pendukungnya.
Foklor Kearifan Lokal Peninggalan Sejarah Waruga sebagai Wisata Budaya di Desa Sawangan Minahasa Utara Sintia Lewan, Yurike
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25362

Abstract

Aktifitas melihat pertujukan seni   festival budaya dan mengunjungi rumah-rumah tradisional serta mengunjungi peninggalan-peninggalan budaya seperti cagar budaya dan museum disebut dengan wisata pusaka atau wisata budaya . Kekayaan budaya yang dapat dilihat berupa cagar budaya yang merupakan peninggalan sejarah di masa lampau. Cagar budaya merupakan hasil kreasi dari kehidupan manusia dalam pengetahuan  kehidupan  /kearifan local masyarakat di suatu daerah. Sulawesi Utara khususnya di Minahasa Utara di kecamatan Airmadidi di Desa Sawangan terdapat situs peningglan sejarah berupa kuburan tua yang dinamakan Waruga. Tujuan Penelitian ini mengidentifikasi dan mengklarifikasi serta mendeskripsikan foklor  destinasi wisata waruga ; nilai-nilai kearifan lokal  masyarakat Minahasa Utara lewat foklor  destinasi Wisata Budaya Waruga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan data berdasarkan kenyataan secara objektif. Penelitian menghasilkan atau merangkum serta mendokumentasikan foklor   kearifan lokal desinasi wisata budaya Waruga Desa Sawangan Minahasa Utara yang dapat dijadikan buku panduan wisata budaya  yang digunakan oleh tour guide dan tour plenner yang didalamnya berisi sejarah, kearifan lokal berupa foklar untuk diceritakan/ storytelling kepada wisatawan yang berkunjung di objek wisata Waruga di Kabupaten Minahasa Utara. Hasil Penelitian ini disimpulkan foklor dalam detinasi wisata waruga merupakan hasil peninggalan sejarah pada masa yang telah lewat mencerminkan kehidupan masyarakat pada saat penguburan dan  mencerminkan penguasaan dari nenek moyang dalam hal memahat batu membuat ukiran dengan hiasan yang indah  yang bermakna semua memberikan gambaran bahwa masyarakat pendukung yang memiliki nilai estetika dan  menghormati roh orang yang meninggal sebagai leluhur. Kearifan lokal kelompok masyarakat menganut tiga  kepercayaan yaitu: nilai kesejarahan, nilai mitologi dan nilai religius. Nilai-nilai luhur dari peninggalan budaya mengambarkan peradaban dari masyarakat pendukungnya.
Analysis Of Waiter Performance In Improving Service Quality At Azure Bar Hotel Conrad Bali Rondonuwu, Jonathan; Takaendengan, Mita Erdiaty; Lewan, Yurike Sintia
Jurnal Sains Terapan Pariwisata Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Sains Terapan Pariwisata
Publisher : Politeknik Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56743/jstp.v9i3.429

Abstract

Purpose: To improve the performance of waiters, this research is based on frequent errors in serving food and drinks, which cause delays in service. This error occurs because the waiter does not always repeat the order or ask about the guest's allergies, and is not precise in serving drinks. In addition, checking guest satisfaction based on order of arrival is also a problem. Waiters should be more proactive in meeting guests' needs.Methods: The research method used is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews and literature study.Implikasi: The research showed that the waiters' performance was good but not optimal, with 56.25% of the 16 observation points carried out well, while 43.75% were still rarely carried out. From the interviews, it was concluded that the waiters at Azure Bar were friendly, responsive and professional, and played an important role in creating a satisfying experience for customers and maintaining the reputation of the place. In conclusion, the waiter's performance is quite good but can still be improved to ensure guest satisfaction and comfort.
Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Roger’s Hotel Manado Porajou, Maldini Risky; Yurike Sintia Lewan; Merryany Theovanny Bawole; Telly Hetty Isje Kondoj
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mnfnaq02

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu aset penting dalam sebuah organisasi, termasuk di bidang perhotelan. Dalam hal SDM, disiplin kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi bagaimana kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki disiplin kerja cenderung lebih produktif, lebih bertanggung jawab, dan lebih mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, sehingga dapat membantu mencapai tujuan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat disiplin kerja dan kinerja karyawan di Roger’s Hotel Manado. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang dari total 62 karyawan yang dipilih secara acak menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan analisisnya dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 30, yang mencakup beberapa metode seperti korelasi, regresi sederhana, serta uji validitas dan reliabilitas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tingkat disiplin kerja karyawan masih tergolong rendah, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.  Dengan demikian, disarankan kepada perusahaan agar semakin memperhatikan aspek kedisiplinan guna meningkatkan kinerja karyawan serta mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Pelatihan Sadar Wisata Mengali Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Implementasi Wisata Edukasi Rukun Kerja Mapalus Maleloan Langowan Selatan Minahasa Yurike Sintia Lewan; Bernadain D Polii; Margaretha Warroka; Vesty Sambeka
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2551

Abstract

Masyarakat Minahasa memiliki beragam kearifan lokal dalam praktik pertanian dan gotong royong yang dikenal dengan Mapalus, yang berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik wisata edukasi. Namun, potensi ini belum dikelola secara optimal oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat Rukun Kerja Mapalus Maleloan, Kecamatan Langowan Selatan, Minahasa, dalam mengelola potensi budaya dan pertanian lokal sebagai wisata edukasi berkelanjutan. Metode yang digunakan ialah pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) yang menekankan pemanfaatan aset lokal, melalui tahapan survei kebutuhan, pelatihan sadar wisata dan sapta pesona, serta pendampingan partisipatif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep sadar wisata dan pengelolaan atraksi berbasis budaya sebesar 65%, serta terbentuknya kelompok masyarakat yang mulai merancang paket wisata edukasi seperti demonstrasi penanaman padi tradisional, pengolahan saguer menjadi cap tikus, dan praktik kerja sama Mapalus. Kegiatan ini juga menghasilkan rencana promosi berbasis media sosial untuk memperkenalkan potensi lokal secara lebih luas. Disimpulkan bahwa pelatihan ini berhasil menumbuhkan kesadaran pariwisata dan keterampilan dasar wirausaha bagi masyarakat, sehingga mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis kearifan lokal dan memperkuat ekonomi kreatif desa.