Abd Fajar
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS STATUS KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN KOPI BERSERTIFIKASI C.A.F.E. PRACTICES DI KABUPATEN ENREKANG Abd Fajar; Anna Fariyanti; Wahyu Budi Priatna
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.1-16

Abstract

Sertifikasi C.A.F.E. (Coffee and Farmer Equity) Practices adalah program sertifikasi yang bertujuan melaksanakan proses produksi kopi berkelanjutan yang diprakarsai oleh Starbucks Coffee Company. Skema sertifikasi ini dirancang untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi, harga tinggi, memperhatikan hubungan yang adil dengan petani, pekerja, masyarakat, serta melindungi lingkungan. Akan tetapi, skema sertifikasi C.A.F.E. Practices dikhawatirkan hanya sebatas persyaratan ekspor saja, tanpa mementingkan keberlanjutan pengelolaan perkebunan kopi ditingkat petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkebunan kopi berkelanjutan berdasarkan indeks dengan Rap-Coffee lewat metode Multidimensional Scalling (MDS). MDS digunakan untuk mengkaji keberlanjutan secara ekonomi, sosial, ekologi, kelembagaan teknologi dan juga secara multidimensi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Enrekang, data diperoleh dari data primer yaitu hasil wawancara kepada petani dan stakeholders dan data sekunder yaitu data dari kantor kecamatan dan dokumen yang dipublikasikan oleh dinas Pertanian dan Perkebunan. Responden pada penelitian merupakan petani yang tergabung dalam program sertifikasi C.A.F.E. Practices berjumlah 110 petani dan sebanyak 3 orang pakar. Hasil analisis keberlanjutan perkebunan kopi bersertifikasi di Kabupaten Enrekang pada masing – masing dimensi adalah dimensi ekonomi (55,03), dimensi sosial (62,36), dimensi ekologi (71,27), dimensi kelembagaan (68,39) dan dimensi teknologi (64,92), semua dimensi termasuk kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan secara multidimensi adalah 66.91termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan.