Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Of Village Fund Management And Village Fund Allocation (Add) In Improving Village Development In Carawali Village, Sidenreng Rappang Regency Yayuk Angraeny; Andi AR
Journal AK-99 Vol. 3 No. 1 (2023): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.548 KB) | DOI: 10.31850/ak99.v3i1.2288

Abstract

This study aims to determine the process of managing Village Funds and Village Fund Allocations (ADD) in improving Village development as well as the constraints faced by the Village government in the process of managing Village Funds and Village Fund Allocations (ADD) in Carawali Village, Sidenreng Rappang Regency. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the process of managing Village Funds and Village Fund Allocations (ADD) in improving village development in Carawali Village, Sidenrang Rappang Regency, which consists of planning, implementation, administration, reporting, and accountability has followed the technical instructions stipulated in statutory regulations. -invitation so that it has a very large impact on Village development. The obstacles faced by the Carawali Village government in the process of managing Village Funds and Village Fund Allocations (ADD) in improving Village development, namely delays in disbursing funds caused by delays in preparing the RAB (Budget Budget Plan) and drawing up development drawings, lack of human resources competent and unreliable, and weather conditions so that construction activities are sometimes not completed on time.
MODEL PENGEMBANGAN GREEN ACCOUNTING MELALUI PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN BUMDes MATTIROTASI KAB. SIDENRENG RAPPANG Suri; Muhammad Abdian Abdillah; Andi AR
Journal AK-99 Vol. 3 No. 2 (2023): Journal AK-99
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/ak99.v3i2.2663

Abstract

Tujuan dibentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah sebagai sebuah badan yang berada di desa, menyediankan jasa dan atau produk yang dapat di pergunakan oleh warga desa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Model Pengembangan Green Accounting melalui Penerapan Akuntansi Lingkungan Badan Usaha Milik Desa Mattirotasi Kab. Sidenreng Rappang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengembangan Green Accounting melalui penerapan akuntansi lingkungan Badan Usaha Milik Desa Mattirotasi Kab.Sidenreng Rappang. Penelitian inii menggunakan metode deskriptif kualitatif, data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis untuk mengambil kesimpulan bahwa BUMDes Mattirotasi sudah menerapkan akuntansi lingkungan sesuai dengan kebijakan dan peraturan pemerintah daerah tentang pengolaan lingkungan, Model pengembangan Green Accounting yang dilakukan oleh BUMDes Mattirotasi ialah aktivitas Pencegahan lingkungan terjadinya limbah dari sampah sehinggah sampah tersebut diolah menjadi pupuk organik BUMDes Mattirotasi belum membuat laporang biaya lingkungan dari kegiatan aktivitas lingkungannya.
PENGARUH KETERAMPILAN DIGITAL DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KOTA PAREPARE Veni Heriyani; Syarifuddin Yusuf; Sudirman Sudirman; Andi Ar
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 2 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i2.41299

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital di sektor publik melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang mengharuskan aparatur sipil negara memiliki keterampilan digital yang memadai, serta perlunya lingkungan kerja yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan menganalisis pengaruh keterampilan digital dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Sekretariat DPRD Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori dan analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian mencakup seluruh 61 pegawai Sekretariat, dan teknik pengambilan sampel jenuh digunakan sehingga seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berskala Likert. Berdasarkan hasil uji t, keterampilan digital secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 0,697 t tabel 2,002; sig. = 0,489 0,05), sedangkan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan (t = 5,410 t tabel 2,002; sig. = 0,000 0,05) serta merupakan prediktor yang jauh lebih dominan (Beta 0,595 dibandingkan -0,077). Berdasarkan hasil uji F, nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 (lebih kecil dari 0,05), yang menunjukkan bahwa keterampilan digital dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, nilai Adjusted R Square yang diperoleh adalah 0,315 (31,5%), yang menunjukkan bahwa 31,5% kinerja pegawai dipengaruhi oleh keterampilan digital dan lingkungan kerja secara bersama-sama, sedangkan sisanya sebesar 68,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar lingkup model penelitian ini. Temuan ini memberikan kebaruan dengan menunjukkan bahwa pada organisasi pendukung legislatif daerah, konteks yang belum banyak dikaji dibandingkan instansi pelayanan publik seperti rumah sakit atau kantor pelayanan terpadu, peran opportunity (lingkungan kerja) justru lebih dominan dibandingkan ability (keterampilan digital) dalam kerangka teori Ability-Motivation-Opportunity (AMO), sehingga menantang asumsi umum bahwa peningkatan kompetensi digital selalu menjadi kunci utama kinerja aparatur. Implikasinya, kebijakan peningkatan kinerja ASN pada lembaga sejenis perlu memprioritaskan perbaikan lingkungan kerja sebagai prasyarat sebelum investasi pengembangan keterampilan digital dapat memberikan dampak yang optimal.